Ternyata Ini Orang yang Melukis Spanduk Pecel Lele Legendaris Itu

Lucu, warna-warni, dan bikin laper

Apa yang menarik dari pedagang pecel lele yang biasanya buka sebelum Maghrib itu? Selain tentu sambalnya yang khas, hal menarik lainnya adalah spanduk legendaris bergambar hewan-hewan lucu yang dijadikan menu utama. Yang bikin penasaran adalah, mengapa gambarnya sama semua?

Mengapa spanduk pecel lele rata-rata sama? | malesbanget.com

Ya, hampir semua pedagang pecel lele menggunakan spanduk yang mirp. Itu, karena pembuatnya cuma satu orang pada awalnya.

Sudah ada sejak tahun 1992

Adalah Hartono, seorang pria berusia 47 tahun, yang melukis banyak spanduk soto Lamongan dan pecel lele. Berawal dari teman SMP-nya yang memulai bisnis itu –tapi gagal, akhirnya pada tahun 1992, Hartono mencoba bisnis yang sama dan sukses besar.

Hartono. Inilah orang yang menciptakan spanduk pecel lele yang begitu legendaris itu. | hartonospanduk.blogspot.co.id

Hingga saat ini, pelanggan setia Hartono sudah lebih dari seribu pelanggan. Itu artinya, dia sudah melukis spanduk ribuan kali. Dia selalu mencoba inovasi baru dalam setiap lukisannya tanpa melupakan ciri khas yang tidak pernah dia ubah, yaitu warna yang beragam dan mencolok.

Hindari baper

Bagi Hartono, yang terpenting dalam membuat spanduk adalah kualitas, bukan kuantitas. Dia sadar melukis itu jauh lebih memakan waktu ketimbang sistem cetak. Meski begitu, dia tetap memilih lukisan tangan sebagai hasil karya.

Bagi Hartono, kualitas lebih penting ketimbang kuantitas. | hartonospanduk.blogspot..co.id

Semua hal di dunia ini memang punya sejarah uniknya masing-masing, tak terkecuali spanduk pecel lele yang pasaran, yang ada di mana-mana. Saran saya, jangan pernah lama-lama memperhatikan spanduk itu. Mengapa?

Karena gambarnya yang lucu-lucu –menjurus ke imut– bisa membuatmu baper dan nangis saat Abang penjualnya mulai menggoreng menu pesananmu.

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *