Kisah Heroik Soekarno Dibalik “Penemuan” Makam Ulama Hadist, Imam Bukhari.

Karismatik, Cerdas, dan Religius = Soekarno.

Kebesaran nama Sang Proklamator Bangsa Indonesia, Soekarno, tidak hanya bergema di seluruh pelosok Indonesia, namun namanya juga menggaung di dunia internasional. Soekarno dikenal oleh rakyat Indonesia sebagai Sang Proklamator, Bapak Revolusi, dan faunding father bangsa Indonesia.

Baca juga : Mengenal Temon Holic, Fans Joget Unik Dangdut Koplo yang Populer di Kalangan Remaja

Soekarno Sang Proklamator saat menyapa rakyatnya (penasoekarno.files.wordpress.com)

Di mata internasional, Soekarno dikenal sebagai pemimpin yang sangat disegani rakyatnya, dipuja dan dipatuhi layaknya seorang raja. Ia merupakan orator ulung yang setiap orasinya seakan-akan menyalakan api semangat disetiap dada pendengarnya. Soekarno juga dikenal sebagai pemimpin yang berani, tegas, dan tidak mau diatur oleh bangsa manapun.

Bagi rakyat Indonesia, Soekarno merupakan salah satu pahlawan bagi kemerdekaan. Atas perjuangannya, Bangsa Indonesia bisa berdiri di kaki sendiri dan melepaskan diri dari belenggu tali penjajah. Tidak hanya bagi rakyat Indonesia, Soekarno juga menjadi pahlawan bagi umat muslim di dunia, atas jasanya menjadi aktor utama penemuan makam Amirul Mukminin Fil Hadist Imam Bukhari.

Imam Bukhari Sang Amirul Mukminin Fil Hadist

Bagi umat muslim, nama Imam Bukhari tidaklah asing ditelinga. Terlebih bagi mereka yang mempelajari ilmu hadist, Imam Bukhari merupakan salah satu Ulama Hadist yang paling berpengaruh di bidang keilmuan hadist. Salah satu kitab karyanya yang berjudul Al Jami’ Ash-Shohih atau yang lebih dikenal dengan nama Shohih Bukhari, merupakan salah satu kitab Hadist yang menjadi rujukan utama umat muslim di dunia.

Kitab Shohih Bukhari merupakan karya monumental Imam Bukhari (almakkiyat.files.wordpress.com)

Namun sayangnya, kebesaran nama Imam Bukhari tidak berbanding lurus dengan nasib di akhir hayatnya. Sebelumnya, Imam Bukhari tinggal di daerah Naisabur, namun terjadi fitnah yang tertuju kepadanya, akhirnya Imam Bukhari memutuskan untuk pulang ke tanah kelahirannya di Bukhara Uzbekistan. Namun sama seperti di Naisabur, di Bukhara Imam Bukhari kembali mendapatkan fitnah dari pemerintah setempat.

Untuk menenangkan diri di hari tua, Imam Bukhari memutuskan untuk kembali merantau ke daerah Samarkand. Awalnya disana ia hendak menemui sanak familinya, namun kemudian ia jatuh sakit, dan Imam Bukhari akhirnya wafat di Samarkand daerah terpencil di Uzbeksitan. Karena daerahnya yang terpencil, maka wafatnya Imam Bukhari pun tidak begitu di dengar dunia, bahkan Makam dari Sang pemimpin umat Islam dalam ilmu hadist ini sempat tidak diketahui keberadaannya oleh dunia.

Peran Soekarno dalam penemuan makam Imam Bukhari

Sebagaimana disinggung diatas, penemuan makam Imam Bukhari tidak terlepas dari peran Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Kisahnya berawal pada tahun 1961, ketika Soekarno mendapatkan undangan kenegaraan dari Nikita Khrushchev, pemimpin Uni Soviet kala itu. Undangan dari Nikita Khrushchev tersebut, tentu bukan tanpa alasan, motif politik sangat kental tercium dari undangan itu.

Soekarno bersama para pemimpin dunia (unieqz.blogspot.co.id)

Nikita Khrushchev mengundang Soekarno ke Uni Soviet, semata-mata untuk menunjukan kepada dunia (khususnya negara blok barat yaitu Amerika dan sekutu) jika Indonesia berada di pihak blok timur (Uni soviet dan sekutu). Sebab kala itu, perang dingin antara negara blok timur dan blok barat sedang hangat-hangatnya.

Namun inilah Soekarno, pemimpin yang dikenal anti diatur negara lain. Ia mengetahui jika undangannya ke Uni Soviet bermuatan politik antar kedua kubu. Padahal, Soekarno salah satu tokoh yang mendirikan negara non blok, dan tidak mau terkesan berada di salah satu blok itu.

Soekarno saat berkunjung ke Uni Soviet (myrepro.files.wordpress.co)

Akhirnya agar tidak terkesan diatur-atur, Soekarno mengajukan syarat kepada Nikita Khrushchev, Ia mau mengunjungi Uni Soviet apabila negara basis komunis itu berhasil menemukan makam Imam Bukhari di daerah Uzbekistan, yang kala itu menjadi negara jajahan Uni Soviet.

Bagi negara komunis seperti Uni Soviet, nama Imam Bukhari tentu sangatlah asing. Hingga meskipun pemerintah Uni Soviet sudah menerjunkan anak buahnya untuk mencari makam tersebut, namun belum menemukan hasil juga. Akhirnya, Nikita Khrushchev pun kembali menghubungi Soekarno untuk memberikan tawaran lain. Namun Soekarno menolaknya, ia mengatakan jika makam Imam Bukhari tidak ditemukan, maka ia enggan mengunjungi undangan tersebut.

Sambutan masyarakat Uni Soviet kepada Soekarno (teguhtimur.files.wordpress.com)

Akhirnya, pemerintah Uni Soviet dibawah pimpinan Nikita Khrushchev mengirimkan kembali pasukannya ke daerah Uzbekistan. Kini dilengkapi dengan para peneliti dan badan intelijen. Setelah beberapa waktu dicari, akhirnya makam Imam Bukhari pun ditemukan di daerah Samarkand, Uzbekistan. Saat pertama kali ditemukan, kondisi makam sangat memprihatinkan dan tidak terawat.

Kedatangan Soekarno di Uni Soviet (teguhtimur.files.wordpress.com)

Setelah Soekarno mengetahui penemuan makam tersebut, ia pun meminta pemerintah Uni Soviet untuk merenovasinya. Kemudian setelah makam berhasil direnovasi dengan megah, Presiden Soekarno akhirnya mau mengunjungi Uni Soviet, dan tidak lupa menziarahi makam Imam Bukhari.

Tentang strategi politik Soekarno dan bacaan Al Qur’an Soekarno semalam suntuk

Syarat yang diajukan Soekarno terhadap pemerintah Uni Soviet merupakan strategi politik yang cerdas dari pemimpin Indonesia. Sebab dengan mengajukan syarat tersebut, Soekarno ingin menunjukan kepada dunia jika Indonesia bukan negara yang bisa diatur-atur negara lain dengan mudah.

Soekarno tidak mau negaranya diatur-atur bangsa lain (seword.com)

Selain itu, setelah makam Imam Bukhari ditemukan, Soekarno memberikan kesan jika kedatangannya ke Uni Soviet semata-mata untuk menziarahi makam Imam Bukhari. Bagi umat islam di dunia, strategi politik Soekarno ini merupakan jasa yang tidak bisa dilupakan untuk menghormati ulama sebesar Imam Bukhari.

Soekarno dikenal sebagai pemimpin yang karismatik dan religius (suluhmarhaen.com)

Menurut berbagai sumber, Soekarno sampai di Samarakand pada malam hari. Kemudian setelah memasuki makam Imam Bukhari, ia membaca Al Qur’an sampai pagi. Hal ini dilakukan semata-mata sebagai penghormatan terhadap ulama hadist Imam Bukhari.

Penghormatan penduduk Samarakand terhadap rakyat Indonesia.

Sepertinya jasa Presiden Soekarno terhadap masyarakat Samarakand Uzbekistan masih membekas sampai detik ini. Ini bisa dirasakan bagi warga Indonesia yang mengunjungi negara tersebut, maka akan mendapatkan perlakuan yang istimewa. Bahkan, untuk berziarah langsung di depan makam Imam Bukhari yang berada di ruangan bawa tanah, warga Indonesia bisa memasukinya. Padahal tidak semua orang dan tidak sembarang orang yang diperbolehkan memasukinya.

Sebagai penghormatan bagi Bangsa Indonesia, Warga Indonesia yang menziarahi makam Imam Bukhari mendapatkan perlakuan istimewa (ruang-hikmah.blogspot.co.id)

Itulah kisah heroik Sang Proklamator kita atas jasanya “menemukan” makam Imam Bukhari. Sebagai pemimpin bangsa Indonesia, Soekarno memang dikenal sebagai pemimpin yang religius dan karismatik. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah tersebut, dan semoga kemuliaan, dan kebaikan amalan senantiasa menaungi Amirul Mukminin fil hadist Imam Bukhari, Presiden Soekarno, dan juga untuk seluruh pahlawan dan pejuang bangsa Indonesia.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Faktanya Putus Baik-baik Bukan Cuma Mitos Belaka, Ini 4 Tandanya!

5 Luka Terdalam yang Hanya Dirasakan Oleh Kamu yang Jatuh Cinta Diam-Diam