Soal Teori Bumi Datar, Kemajuan Berfikir Atau Justru Kemunduran?

Mau percaya yang datar atau yang bulat?

577
SHARES

Beberapa waktu lalu dunia sains mendapat tantangan tentang teori bumi bulat yang konon dibantahkan dengan teori Flat Earth atau bumi datar. Teori bumi datar pada dasarnya mencoba membantah teori bumi bulat yang selama ini dipelajari di dunia pendidikan. Menurut penganut teori bumi datar, adanya teori bumi bulat tidak lebih sebuah konspirasi global demi sebuah bisnis multi internasional.

Meskipun terdengar tidak masuk akal, namun teori bumi datar banyak dipercaya masyarakat (tribunnews.com)

Boomingnya teori bumi datar di Indonesia bermula dengan beredarnya video di youtube yang memaparkan kesalahan teori bumi bulat dan menjawab atas keraguan teori bumi datar. Video tersebut menjadi beberapa bagian dengan sepuluh tema pembahasan utama. Video pertama mereka berjudul bangkitnya kesadaran berfikir. Namun apakah benar mereka telah bangkir kesadaran berfikirnya? Atau justru mengalami kemunduran berfikir?

Sejarah teori bentuk bumi

Pada awal perkembangan masyarakat di dunia, ilmu pengetahuan tidak semaju saat ini, bahkan minat masyarakat terhadap dunia keilmuan belum begitu besar. Mereka hanya memprioritaskan bagaimana bisa bertahan hidup. Karena masih minimnya keilmuan kala itu, pemahaman mereka terhadap alam semesta juga masih sangat sederhana.

Masyarakat jaman dahulu lebih memprioritaskan bertahan hidup dibandingkan ilmu pengetahuan (wacana.co)

Termasuk dengan kepercayaan mereka atas bentuk bumi. Mereka percaya jika bumi yang mereka huni berbentuk datar dan berujung. Ketertarikan terhadap pengetahuan bentuk bumi pun semakin banyak diminati, Bangsa India kuno, Bangsa Eropa dan Arab mulai tertarik dengan keilmuan tentang bumi. Bahkan penemuan yang didapatkan oleh Bangsa Cina kala itu mengatakan jika bumi berbentuk persegi dan langit berbentuk bulat.

Keyakinan atas bentuk bumi yang datar pun bertahan hingga beratus-ratus tahun, termasuk kepercayaan jika bumi sebagai sumber tata surya. Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan di daerah timur tengah dan Yunani beberapa ilmuan mencoba mengeluarkan teori baru terkait bentuk bumi.

Salah satu ilmuan yang memberikan statment terkait bentuk bumi bulat ialah Phytagoras. Ia melakukan pengamatan dari berbedanya jarak bintang dengan bumi di beberapa wilayah bumi, selain itu ia juga mengamati bahtera yang berlayar semakin jauh semakin tidak nampak, dan jika menepi maka ujung benderanya terlebih dahulu yang terlihat. Ia menyimpulkan jika bentuk bumi tidak datar, melainkan ada cekungan. Namun meskipun ia mengatakan jika bumi bulat, namun Phytagoras meyakini jika bumi menjadi sumber tata surya, inilah cikal bakal teori Geosentris.

Teori geosentris Phytagoras (medialogika.org)

Pembuktian bumi bulat kemudian diperkuat dari pengamatan Aristoteles terhadap bayangan bumi yang terlihat di bulan saat gerhana matahari. Lalu ia melakukan uji coba dengan menggunakan cahaya dan bola, bayangan yang dihasilkan sama dengan saat gerhana matahari. Ilmuan lain yang melakukan pembuktian jika bumi itu bulat ialah Filusuf Yunani, Erastothenes pada abad ke 3 SM.

Erastothenes mengamati perbendaan panjang bayangan matahari antara satu daerah dengan daerah yang lainnya meski hari, waktu, dan jamnya bersamaan. Ia melakukan penelitian di daerah Syene Mesir dan Iskandaria.

Peta bumi datar jaman dahulu (wikimedia.org)

Di hari, jam, dan waktu yang bersamaan bentuk bayangan yang dihasilkan matahari di dua kota tersebut berbeda, ini membuktikan jika ada perbedaan jarak antara kedua kota tersebut dengan matahari. Dengan begitu berarti bumi tidak datar, sebab jika datar tentu jaraknya ke matahari akan sama.

Kemudian teori tentang bumi bulat disempurnakan oleh teori yang dikemukakan Nicolaus Copernicus, ia berpendapat jika bumi berbentuk bulat dan bumi bukanlah sumber tata sutya, melainkan matahari lah yang menjadi sumber tata surya , dan teori ini dikenal dengan teori heliosentris yang mematahkan teori geosentris.

Galieo Galilei mendukung teori Heliosentris Copernicus, hingga ahirnya ia dihukum mati (beritaeksis.com)

Teori dari Copernicus semakin populer dengan mendapat dukungan dari ilmuan paling dikagumi di eranya yaitu Galileo Galilei. Namun karena teori heliosentris dianggap bertentangan dengan ajaran gereja di Roma, maka Galileo dihukum mati karena tuduhan melawan ajaran gereja dan mengajarkan ajaran yang salah.

Teori bumi bulat kemudian dipublikasikan dan disepakati oleh ilmuan dunia setelah adanya perjalanan mengelilingi bumi oleh Christopher Columbus, ia mengelilingi bumi dengan perahu dan membuktikan jika bumi itu bulat.

Columbus mengelilingi bumidengan perahu dan membuktikan jika bumi itu bulat (mannahaussolusi.blogspot.co.id)

Teori bumi datar kemajuan berfikir atau justru kemunduran?

Adanya teori bumi bulat berasal dari semakin majunya keilmuan para filusuf di daerah timur tengah dan Yunani. Para Ilmuan dan Filusuf seperti Phytagoras, Aristoteles, Copernicus, Galileo, dan Columbus, mereka adalah para pemikir dan petualang yang kecerdasannya jauh lebih maju daripada jamannya.

Bahkan teori-teori yang dihasilkan oleh mereka menjadi dasar keilmuan modern saat ini, seperti komputer dan teknologi lainnya. Kita kembali ke teori bumi datar, dari video yang diunggah di youtube, pegiat teori bumi datar membantah teori bumi bulat dan meyakinkan teori bumi datar dengan terlihat ilmiah. Namun sayangnya data-data dari penelitian tersebut lebih banyak dikutip dari sumber lain seperti google.

Perbandingan teori bumi datar dan teori bumi bulat (vebma.com)

Kelemahan lainnya dari teori bumi datar ialah tentang motif kebohongan teori bumi bulat yang mereka jelaskan di video. Menurut mereka teori bumi bulat diciptakan guna meraup untung dari bisnis satelit yang mencapai 40 ribu triliun. Konon mereka yang ada dibalik semua itu ialah NASA dan Rusia. Sepertinya mereka lupa jika pencetus pertama teori bumi bulat adalah Phytagoras, ilmuan muslim dari Timur Tengah.

Mempercayai bumi itu datar bukankah kita kembali lagi ke 500 tahun yang lalu? Dimana ilmu pengetahuan belum semaju sekarang, teknologi tidak secanggih saat ini, dan ilmuan tidak sebanyak sekarang. Mungkinkah selama 500 tahun kebohongan teori bumi bulat bisa terjaga? Padahal teori bumi bulat diyakini oleh jutaan umat di dunia.

Pilih bumi datar atau bumi bulat? (amazonaws.com)

Namun tulisan ini tidak bermaksud untuk mengajak pembaca mempercayai tentang teori bumi bulat atau teori bumi datar. Keputusan dikembalikan kepada para pembaca.

577
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penikmat Dunia, Perindu Surga,