Soal Kasus Rohingya, Jangan Sampai Balas Dendam Dibawa Ke Indonesia

Sekali lagi, tanpa memandang agama apapun kita mengecam kebiadaban militer dan pemerintah Myanmar terhadap penduduk Rohingya!

Sebagai manusia yang memiliki hati nurani, tentu kita mengecam keras melihat betapa kejinya militer dan pemerintah Myanmar membantai etnis Rohingya di Myanmar. Dengan dalih apapun, kekerasan apalagi pembantaian terhadap umat manusia di muka bumi ini tidak bisa dibenarkan.

Bahkan ajaran agama namapun tidak pernah membenarkan terhadap kekerasan yang ada pada umat manusia. Kita patut mengecam keras terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa saudara kita yang ada di Rohingya.

Kekerasan yang dialami etnis Rohingya di Myanmar (vice.com)

Tidak salah pula kita turut memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban tragedi di Rohingya. Namun tentu kita harus tepat dalam memberikan dukungan kepada para korban, jangan sampai luapan emosi kita dimanfaatkan oleh beberapa oknum yang sengaja “memancing di air keruh” guna mengadu domba umat antar agama di Indonesia.

Memberikan dukungan tidak harus dengan “balas dendam” dengan agama tertentu di Indonesia

Jika kita mengikuti perkembangan kasus Rohingya di dunia maya, banyak bertebaran pemberitaan yang mencoba menggiring opini publik, jika tragedi Rohingya merupakan konflik horisontal antar umat beragama. Yaitu konflik antara umat Buddha dan umat muslim.

Kita semua mengecam tindakan militer dan pemerintah Myanmar (bbci.co.uk)

Hal tersebutlah yang menimbulkan “semangat berjihad” dari kaum muslim di Indonesia untuk membantu nasib sesama muslim di Rohingya atas nama panggilan agama, atau jihad.

Dari kabar konflik horisontal antar umat beragama inilah yang dikhawatirkan akan menimbulkan konflik serupa di daerah lain, dengan mengatasnamakan membela sesama umat agamanya yang “dizalimi” di negara Myanmar.

Tentu kekhawatiran ini sangat beralasan. Sebab sebagaimana diketahui, jika hal apapun yang berkaitan dengan isu agama, maka akan “laris” di masyarakat. Bahkan cenderung sensitif untuk memantik api permusuhan.

Pnegungsi etnis Rohingya (jpnn.com)

Percikan-percikan balas dendam juga sepertinya mulai kita rasakan di Indonesia. Tentu kita tidak bisa menutup mata dengan kejadian pelemparan bom molotov oleh oknum yang tidak dikenal kepada Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta.

Jika pemerintah dan aparat kepolisian tidak bisa mengantisipasi hal-hal serupa, bisa jadi perbuatan balas dendam yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab bukan lagi kepada simbol negara Myanmar, melainkan kepada simbol agama Buddha yang ada di Indonesia.

Etnis Rohingya mengungsi (kompas.com)

Memberikan dukungan kepada korban tragedi kemanusiaan di Rohingya, serta memberikan kecaman keras terhadap pemerintah dan militer Myanmar itu perlu. Namun tidak harus dengan “balas dendam” kepada simbol negara Myanmar atau simbol agama Buddha di Indonesia.

Tragedi kemanusiaan Rohingya tidak semata-mata konflik agama

Tragedi kemanusiaan di Rohingya terasa sangat mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Tentu salah satu alasannya ialah karena adanya kabar jika konflik yang terjadi merupakan konflik horisontal antar umat beragama.

Bukan hanya konflik agama, namun juga ada kepentingan ekonomi politik (dream.co.id)

Namun jika kita menelaah lebih jauh, konflik yang terjadi di Rohingya tidak semata-mata merupakan konflik antar umat agama. Bahkan lebih kental dengan nuansa politik dan ekonomi pemerintah Myanmar.

Kajian konflik Rohingya dari sudut pandang lain seperti itu sudah banyak ditulis oleh beberapa aktifis yang giat mengikuti perkembangan konflik di Myanmar.

Seharusnya pengkajian lebih dalam terhadap konflik yang terjadi di Rohingya bisa menjadikan “rem kendali” agar kita tidak gegabah dalam memberikan dukungan. Sekali lagi, jangan sampai konflik Rohingya dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengadu domba umat antar umat agama di Indonesia.

Penduduk Rohingya mencari perlindungan (tribunnews.com)

Yang perlu ditekankan disini, balas dendam terhadap simbol negara Myanmar atau simbol agama Buddha di Indonesia tidak akan menyelesaikan konflik di Myanmar. Malahan, yang ada bisa memunculkan konflik horisontal antar umat agama di Indonesia.

Sekali lagi, tanpa memandang agama apapun kita mengecam kebiadaban militer dan pemerintah Myanmar terhadap penduduk Rohingya!

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Ini Alasan Mengapa Indonesia Jadi Satu-satunya Negara yang Diterima Myanmar Menangani Konflik Rohingya

5 Hal dari “Nomor Absen” yang Memancing Nostalgia dan Membuatmu Kangen Masa Sekolah