5 Alasan Kenapa Sinetron Indonesia Nggak Akan Pernah Bisa Menyamai Drama Korea

Kamu milih sinetron Indonesia atau drama Korea?

357
SHARES

Kepopuleran drama Korea seringkali menjadi inspirasi bagi banyak rumah produksi di berbagai negara untuk menghasilkan film yang serupa, salah satunya di Indonesia. Sudah banyak sinetron Indonesia yang diketahui mengadaptasi cerita dari drama Korea. Sebut saja salah satunya ‘Kau yang Berasal dari Bintang’ yang mengadaptasi drama ‘My Love From the Star’, dan banyak sinetron lain yang juga terinspirasi.

Akhir-akhir ini dunia maya juga dihebohkan dengan salah satu sinetron yang diduga terinspirasi drama Korea. Sinetron dengan judul “Malaikat Pelindung” ini diduga terinspirasi dari drama Goblin yang sempat populer awal tahun ini. Sayangnya, kemunculan sinetron ini tidak mendapatkan respon baik dari netizen karena diduga menjiplak. Dugaan ini didasarkan pada potongan-potongan adegan yang mirip dengan versi asli.

sinetron Indonesia vs drama Korea (inikpop.com)

Menurut netizen, sudah banyak sekali sinetron Indonesia yang mencoba membuat versi remake drama Korea namun dengan hasil yang kurang memuaskan. Oleh karena itu muncul anggapan bahwa sinetron Indonesia tak akan bisa menyamai drama Korea meski menjiplak sekalipun. Anggapan ini tentu bukan tanpa dasar, coba deh lihat beberapa alasan berikut ini.

1. Dari segi pemain

Ada perbedaan mendasar antara sinetron Indonesia dan drama Korea jika dilihat dari segi pemain. Korea seringkali menampilkan aktor dan aktris pendatang baru meskipun sebagai pemeran pembantu. Sehingga jika drama tersebut sukses, nama mereka ikut terangkat. Korea juga tak jarang mengeksplore bakat akting dari aktor dan aktrisnya dengan memerankan tokoh yang berbeda-beda karakternya. Kualitas akting yang ditampilkan juga cukup natural dan tak berlebihan.

Dari segi pemain (cewekbanget.id)

Sementara Indonesia lebih sering menggunakan aktor dan aktris yang itu-itu saja. Bahkan mereka bisa bermain dalam dua sinetron sekaligus dengan karakter sama, make up sama dan jalan cerita yang hampir sama pula. Kualitas akting aktor dan aktrisnya sudah bagus, namun terkadang masih terlihat berlebihan. Misalnya saja tokoh protagonis selalu terlihat lemah dan menyedihkan, sementara antagonis terkenal jahat yang benar-benar jahat.

2. Jumlah episode

Pada umumnya drama Korea memiliki jumlah episode yang cenderung pendek. Rata-rata memiliki 16 hingga 25 episode. Meskipun ada juga yang mencapai 178 episode seperti drama “You are My Destiny”. Episode yang cenderung pendek ini membuat penonton lebih enjoy dan tidak bosan dengan alur cerita yang disajikan. Drama Korea sangat menjaga alur cerita sehingga penonton lebih bisa menitmati jalannya hingga drama selesai.

Jumlah episode (cinemartfest.files.wordpress.com)

Sementara itu, sinetron Indonesia terkenal dengan episodenya yang super panjang. Sebut saja “Tukang Bubur Naik Haji” yang memiliki 2185 episode, atau “Putri yang Ditukar” sebanyak 676 episode. Dengan episode yang sepanjang itu, penonton biasanya bosan apalagi dengan alur cerita yang mulai tidak jelas di tengah-tengah episode.

3. Alur cerita

Sudah sedikit disinggung di atas, drama Korea mampu mengemas cerita dengan alur yang menarik meskipun hanya dalam episode yang pendek. Alur cerita dalam drama Korea juga jelas, fokus dengan kehidupan tokoh utama dan tidak melebar kemana-mana. Bahkan, beberapa drama menampilkan alur yang sulit ditebak hingga membuat penonton penasaran dan menontonnya sampai akhir.

Alur cerita (silentshimmer.files.wordpress.com)

Sangat berbeda dengan sinetron Indonesia. Kebanyakan sinetron memiliki alur yang jelas di awalnya saja. Semakin lama, alur semakin buram dan melebar kemana-mana. Banyak tokoh baru yang muncul, persoalan yang seakan tidak ada ujungnya hingga cerita yang berputar-putar menjadi penyebab sinetron memiliki episode yang cukup panjang.

4. Perbedaan style, fashion, make up

Sudah tak bisa dipungkiri lagi, Korea telah menjadi kiblat fashion dan juga make up saat ini. Korea terkenal dengan make up naturalnya, fashion yang simpel dan style yang bisa banget jadi pedoman anak-anak muda jaman sekarang. Tokoh dalam drama biasanya memiliki gaya berpakaian dan riasan yang sealami mungkin, baik itu di kantor, kampus, rumah hingga sekolah. Berpakaian sesuai tempat dan usia, serta tidak berlebihan sehingga penonton nyaman melihatnya.

perbedaan style, fashion, makeup (Ezagren – blogger)

Sementara sinetron Indonesia, banyak yang tidak sesuai dengan realita. Misalnya saja banyak yang memakai riasan tebal meskipun di dalam rumah, ke sekolah dengan dandanan heboh seperti ke pesta, atau remaja yang memakai riasan berlebih hingga terlihat seperti orang dewasa. Selain tak sesuai realita, cara berpaiakaian dan dandanan ini bisa menjadi contoh buruk bagi generasi muda.

5. Dari segi soundtrack

Jika membahas drama Korea, kamu tak boleh melupakan soundtrack-nya yang khas. Seringkali Korea menggunakan soundtrack yang pas dengan jalan cerita. Musiknya pun dibuat khusus untuk drama tersebut. Sehingga dengan mendengar soundtrack-nya saja kamu bisa tau drama apa yang sedang diputar atau mengingatkanmu dengan salah satu scene yang bikin baper maksimal. Penyanyinya pun dipilih yang terbaik, sehingga suara penyanyi dan lagu yang dibawakan bisa sangat pas dan juga khas. Bisa dibilang, drama Korea tanpa soundtrack seperti sayur tanpa garam.

soundtrack (Korean MyuzicStyleZ – blogger)

Berbeda dengan drama Korea, sinetron Indonesia memilih soundtrack berdasarkan lagu yang sedang booming. Sehingga kecocokan lagu dengan jalan cerita tak bisa dipastikan. Selain itu, setiap satu sinetron dengan episode panjang, hanya terdapat 1-2 soundtrack saja.

Bukannya tidak cinta produk dalam negeri, justru seharusnya ini menjadi koreksi bagi sineas muda tanah air agar bisa memperbaiki kualitas drama di Indonesia. Jika masih saja seperti ini, jangan heran kalau sinetron tak akan pernah bisa menyamai kualitas drama Korea dalam segi apapun.

357
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Author Erinda

"You can if you think you can"