Semakin Sering Kena Sinar Matahari, Semakin Jauh pula Kamu dari Depresi dan Kegalauan

Perbanyaklah kegiatan di luar rumah ketika mentari bersinar hangat

Pernah nggak sih kamu berpikir bahwa kehidupanmu seolah penuh dengan kegalauan? Seolah-olah nggak ada semangat yang muncul dari dalam diri, bahkan mungkin hingga merasa depresi. Kamu lantas menyalahkan berbagai hal, mulai dari hidup yang kamu rasa nggak adil, sampai pada hal-hal lain yang bisa jadi kambing hitam.

Baca juga : Meminangmu Adalah Cara Terbaik Mengantar Hatiku Menemukan Jalan Pulangnya

Orang-orang zaman now mungkin berkata kalau kamu itu kurang piknik. Makanya hidup serasa suram, muram, galau dan depresif. Bisa jadi mereka benar. Tapi sebetulnya tidak perlu sampai harus rajin piknik, karena cukup dengan sering terpapar sinar matahari maka hidupmu bakal jauh dari segala gundah gulana!

Pengaruh sinar matahari terhadap suasana hati

Menurut sebuah studi dari Universitas Brigham Young di Amerika Serikat, jumlah waktu antara matahari terbit dan terbenam turut mempengaruhi suasana hati semua orang. Sinar matahari bahkan berpengaruh lebih besar ketimbang faktor suhu, polusi, dan hujan. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa orang-orang yang sedikit terkena sinar matahari lebih banyak merasakan tekanan mental.

Kurang menyerap cahaya matahari mmbuat kita rentan galau dan depresi (vantagemag.com)

Tak hanya itu, para peneliti juga membandingkan antara pengaruh cuaca dengan kesehatan mental pasien di pusat pelayanan konseling dan psikologi di Universitas Brigham Young. Peneliti mencoba untuk melihat radiasi matahari atau jumlah sinar matahari yang terpapar, serta memperhitungkan hari saat cuaca berawan, hujan, banyak polusi. Menurut mereka, saat terpenting muncul pada waktu antara matahari terbit dan terbenam.

Khasiat sang mentari

Penelitian serupa menjadi pembahasan di Eureka Alert, sebuah media yang mengulas perkembangan sains. Menurut penelitian tersebut, orang dengan gangguan psikotik seperti skizofrenia mungkin akan merasa lebih baik jika mereka menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari.

Orang yang lebih banyak terpapar sinar matahari cenderung lebih bahagia (cantikitu.com)

Bahkan dalam penelitian yang diungkapkan oleh Universitas Oslo, Norwegia, kadar vitamin D yang rendah terkait dengan gejala negatif dan depresi yang meningkat pada pasien tersebut. Mereka menyelidiki apakah vitamin D rendah dapat dikaitkan dengan gejala spesifik dan juga defisit kognitif pada pasien muda. Hasilnya, terdapat hubungan antara kekurangan vitamin D dan gejala negatif kejiwaan serta hubungan antara vitamin D dan gangguan kognitif dalam pemrosesan kecepatan dan kelancaran verbal.

Perbanyaklah aktivitas di luar ruangan (pexels.com)

Kita tahu, sinar mentari memiliki kandungan vitamin D yang dibutuhkan tubuh, termasuk untuk penyerapan kalsium di dalam tubuh, pertumbuhan sel dan tulang serta fungsi kekebalan tubuh. Bisa dipahami jika orang yang lebih banyak menghabiskan waktu terpapar sinar matahari akan lebih bahagia, karena tubuh memproduksi vitamin D saat kulit terkena sinar matahari langsung yang tentunya berimbas baik pada tubuh kita.

So, jangan hanya menghabiskan waktu berdiam diri dalam kamar sepanjang waktu, ya!

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Di Luar Dugaan, Ternyata Ini Alasan Mengapa Keluarga Membenci Pasanganmu

Usia 25 Tahun Adalah Saat Dimana Kamu Harus Membuat Pilihan Sembarangan