Setelah Kartu Nikah, Kini Ada SIMKAH Untuk Daftar Nikah Secara Online. Gimana Caranya?

Mau nikah? Online saja…

Beberapa waktu lalu, jagat maya heboh karena Kementrian Agama mengeluarkan kartu nikah. Nah kini ada lagi aplikasi yang membantu para calon pengantin untuk mendaftarkan pernikahan mereka secara online. Aplikasi ini bernama Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Website (Simkah Web) yang telah resmi diluncurkan pada Kamis 8 November lalu.

SIMKAH (kua tebing)

Sebelum resmi diluncurkan untuk publik, sistem ini telah melewati serangkaian uji coba pada lebih dari dua ribu KUA di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan agar sistem bisa berjalan dengan baik serta meminimalisir hambatan yang mungkin akan terjadi. Pada saat ini sudah ada 49 persen dari total 5.945 KUA siap untuk mengaplikasikan Simkah Web untuk pencatatan dokumen.

Simkah ini merupakan bentuk inovasi pelayanan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan kinerja KUA. Ada tiga modul layanan yang nantinya akan diperoleh masyarakat. Pertama, dengan mengakses http://simkah.kemenag.go.id/ masyarakat dapat melakukan pendaftaran nikah online.

Uji coba Simkah (hipwee.com)

Modul kedua adalah masyarakat bisa memberikan saran serta maskan terkait dengan layanan KUA dengan mengisi survey kepuasan secara online. Sementara yang ketiga adalah masyarakat yang menikah setelah peluncuran Simkah Web akan memperoleh Kartu Nikah. Pada Kartu Nikah tersebut terdapat kode QR yang memuat data-data pernikahan pasangan.

Data yang terdapat pada Simkah Web ini juga terintegrasi dengan data e-KTP yang ada di Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil. Pada awalnya, kartu nikah akan diberikan kepada 500 ribu pasangan nikah yang ada di kota-kota besar di seluruh provinsi di  Indonesia. Sementara untuk pasangan yang sudah menikah, nantinya juga akan mendapatkan kartu nikah sesuai prosedur yang berlaku.

Kartu Nikah (elshinta.com)

Adanya Simkah Web ini diharapkan semakin mendorong pelaksaan reformasi birokrasi di lingkungan Kemenag, terutama dalam pelayanan pencatatan nikah. Dengan sistem ini nantinya semua informasi terkait peristiwa nikah dan pencatatan akan terpampang dengan lebih transparan. Semua informasi akan diberikan secara jelas kepada calon pengantin sehingga tak ada kesalahan.

Informasi tersebut misalnya adalah berapa biaya nikah yang harus disetorkan, kemana harus setor, jadwal yang tersedia untuk melangsungkan pernikahan, hingga apa saja dokumen yang harus dilengkapi. Semuanya dijelaskan secara mendetail sehingga memudahkan proses pencatatan nikah.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *