Final Piala AFF Indonesia vs Thailand dan Pahitnya Aib Sepakbola Gajah 1998

Final Piala AFF tahun ini, mengingatkan kita pada aib terburuk timnas Garuda sepanjang masa

Sebagai salah satu kekuatan sepakbola di Asia Tenggara, Indonesia punya sejarah panjang di Piala AFF. Sejak bergulir perdana pada tahun 1996, banyak sekali momen timnas Garuda yang tak terlupakan. Dari gol-gol dan selebrasi mengharukan, hingga aib sepakbola gajah yang sangat memalukan.

jawapos.com
jawapos.com

Bisa dibilang, kontroversi sepakbola gajah yang terjadi pada Piala Tiger 1998 (sebelum Piala AFF, turnamen ini bernama Piala Tiger) adalah sejarah paling buruk dan tak terlupakan sepanjang masa bagi Indonesia.

Semua bermula ketika menang adalah hasil akhir yang diharamkan

Demi menghindari lawan yang dianggap paling kuat di semifinal, Indonesia dan Thailand memainkan sandiwara paling buruk dan menyedihkan di ajang sepakbola Asia Tenggara. Setelah laga kedua Grup A, keduanya sudah dipastikan lolos ke semifinal. Secara logika, pertandingan terakhir fase grup antara Indonesia dan Thailand harusnya menjadi laga panas demi memperebutkan status juara grup.

youtube.com
youtube.com

Namun uniknya, Indonesia dan Thailand sama-sama ingin menjadi runner-up grup karena tidak ingin bertemu Vietnam yang sudah memastikan diri sebagai juara grup B. Dengan kata lain, keduanya merasa wajib kalah di pertandingan tersebut.

Gol bunuh diri pemain Indonesia yang dirayakan timnas Garuda

Pertandingan tersebut benar-benar seperti pertunjukkan opera sabun. Semua pemain bersandiwara, semua official tim bermain mata. Dan akhirnya, catatan kelam itu pun terjadi. Pemain Indonesia bernama Mursyid Effendi melakukan gol bunuh diri yang secara menyedihkan, dirayakan oleh punggawa timnas Indonesia lain dan official tim di pinggir lapangan.

Dan cepat atau lambat, karma selalu terjadi

Gol memalukan Mursyid Effendi memang berhasil menghindarkan Indonesia dari Vietnam. Namun sayangnya, ‘keberhasilan’ itu harus dibayar mahal dengan tumbangnya Merah-Putih di tangan Singapura di semifinal dengan skor 2-1.

Ini adalah sebuah ironi, sebuah tragedi. Indonesia harus tereliminasi oleh lawan yang mereka pilih sendiri. Kejadian yang terjadi di Piala Tiger 1998 tersebut membuktikan bahwa cepat atau lambat, karma akan selalu ada. Dan sepertinya, Indonesia terlalu cepat mendapat hukuman atas apa yang telah mereka lakukan.

fourfourtwo.com
fourfourtwo.com

Di Piala AFF 2016 ini, Indonesia dan Thailand untuk kesekian kali harus bertemu dan beradu kekuatan. Dengan embel-embel bernama final, bisakah timnas Garuda memenangkan laga tanpa sandiwara?

Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."