Selfie Telenji Itu, Urusan Pribadi, Sosial, atau Negara?

Selfie telenji bisa dianggap bukan masalah jika dilakukan atas dasar kesepakatan

Siapa sangka, ketika seorang wanita selfie telenji –istilah kekinian untuk ‘telanjang’– dan kemudian mengirimkannya kepada teman chatting-nya, hal itu bisa menjadi masalah besar dan rumit. Di sini saya tidak sedang membicarakan urusan agama, tapi lebih ke urusan negara.

Di luar urusan agama, selfie telenji adalah urusan negara. | oodbyeboringlife.com

Mengapa selfie telenji untuk keperluan pribadi bisa menjadi urusan negara? Ya, karena jika teman chatting yang dikirimi foto selfie telenji itu merasa tidak suka, bahkan mual dan muak, dia punya hak memposisikan dirinya sebagai korban pelecehan seksual dan melaporkan si wanita ke pihak polisi.

Di-bully dan dikucilkan

Kasus di atas tentu berbeda dengan ketika seorang wanita selfie telenji lalu mengirimkannya kepada pasangannya atas dasar suka sama suka dan kesepakatan. Pasangannya girang bukan kepalang, dan si wanita bahagia karena merasa telah mampu membuktikan rasa sayangnya.

Selfie telenji bisa dianggap bukan masalah jika dilakukan atas dasar kesepakatan. | vice.com

Tapi, jika ada kasus lain dimana sebuah foto telenji tersebar bukan karena ulah si wanita dalam foto maupun pasangannya, bagaimana?

Jika hal seperti itu terjadi, maka menjadi hak masyarakat untuk menilai soal pantas tidaknya foto itu. Hak masyarakat juga untuk masa bodo dan mengabaikannya karena mereka sah-sah saja menganggap foto polos tanpa busana itu sebagai urusan pribadi sepasang orang dewasa.

Hanya saja dalam lingkup yang lebih sempit, misalnya pertemanan atau komunitas, bukan hal yang mengherankan jika akhirnya muncul sanksi sosial. Misalnya salah satu, atau malah kedua orang yang terlibat dalam foto bugil itu di-bully dan dikucilkan.

Hukuman bui dan denda

Yang lebih buruk, di mata negara, setelah foto telenji tersebar, masalahnya bukan lagi urusan pribadi sepasang warga negara –apapun bentuk ikatan mereka– atau sosial, melainkan pidana. Pelaku dianggap melakukan kejahatan, akan dibuktikan di pengadilan, dan diberi hukuman bui dan denda.

Dasar hukum bagi polisi, jaksa, dan hakim setidaknya ada dua: UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pelaku dan yang terlibat selfie telenji bisa terjerat hukum. | cnnindonesia.com

Atas dasar itulah, maka timbul satu pertanyaan besar: haruskah foto telenji alias telanjang, yang sering menjadi bunga percakapan intim secara tertutup antara seorang pria dan seorang wanita, menjadi penyebab masuknya penghuni baru penjara yang rata-rata sudah melebihi kapasitas?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *