Mengapa Setelah Umur 25 Kamu Lebih Selektif Memilih Pasangan? Ini Jawabannya

Dia, dia, atau dia? Hm..

1.7k
SHARES

Dalam hal berpikir, ABG itu labil, dewasa itu stabil. Begitu pun dalam hal memilih pasangan, kamu yang masih ABG akan memikirkannya tanpa pertimbangan. Sebaliknya, bagi kamu yang sudah mampu berpikir dewasa, akan memikirkannya dengan sedikit lebih rumit, namun matang.

Menginjak usia 25, kamu tidak lagi memilih pasangan dengan cara yang sama ketika kamu masih ABG. – yellowslugreviews.wordpress.com

Pertanyaannya, mengapa bisa begitu? Dan di usia berapa seseorang bisa dikategorikan dewasa? Meskipun tidak bisa dijadikan patokan pasti, namun 25 adalah usia rata-rata dimana seseorang sudah mulai meninggalkan kelabilan ABG untuk menyongsong kedewasaan.

Itu soal usia. Lalu bagaimana dengan pertanyaan pertama? Mengapa setelah menginjak usia 25, kamu cenderung lebih selektif dalam memilih pasangan? Selain tentu karena faktor kedewasaan, ada beberapa alasan lagi mengapa kamu memang harus seperti itu.

1. Kamu yakin hidupmu masih panjang untuk terus diperjuangkan

25 tahun memang waktu yang cukup lama untuk menjalani hidup. Namun kamu sadar, bahwa kamu juga masih harus menjalani hidup yang panjang di masa depan. Maka di usia ini, kamu memilih untuk mulai menata rencana masa depan, termasuk siapa yang pantas menemani di sisa hidupmu nanti.

Kamu harus memilih siapa orang yang pantas menemanimu untuk melewati sisa hidupmu. – pexels.com

Karena walau bagaimana pun, pasangan sangat mempengaruhi bisa atau tidaknya mimpimu tercapai, baik itu mimpimu sebagai pasangan, maupun mimpimu pribadi. Kalau kamu sampai salah pilih, bisa saja pasanganmu menjadi orang pertama yang akan menghancurkan semua rencanamu.

2. Kamu mempunyai target yang harus segera dipenuhi

Apapun targetnya, itu membuatmu berpikir untuk menghabiskan sisa hidupmu sebaik dan seefisien mungkin. Kamu sadar, apa yang kamu lakukan saat ini tidak bisa membawamu ke mana-mana. Maka kamu lebih memilih untuk mencari pasangan yang bisa membantumu, bukan malah menghambatmu.

Di usia ini, kamu hanya akan memprioritaskan orang yang mau membantu mewujudkan target hidupmu. – pexels.com

3. Kamu sadar hidup ini tidak selalu mudah dijalani

Saat ABG, kamu hanya memikirkan kebahagiaan dan hura-hura. Namun setelah dewasa, kamu baru benar-benar tahu bagaimana sulitnya hidup ini. Karena itu, hati dan pikiranmu tergerak untuk menyeleksi mana pasangan yang siap diajak berjuang, dan mana yang hanya ingin bersenang-senang.

Hidup ini tidak selalu mudah, maka kamu akan mementingkan dia yang mau diajak berjuang melewati masa-masa susah. – pexels.com

Kalau kamu mau sedikit memahami, usia 25 adalah masa dimana secara naluri kamu akan mengesampingkan kebahagiaan sesaat dan lebih fokus pada kenyamanan di masa depan. Di fase ini, secara bertahap kamu akan mengeliminasi mereka yang hanya memikirkan malam Minggu dan jalan-jalan.

1.7k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."