4 Kafe Klasik di Jogja, Tempat Nongkrong Kekinian Sembari Nikmati Suasana Dahulu Kala

Tempat nongkrong kece yang tawarkan suasana tempo dulu

Kata orang, setiap sudut Jogja itu romantis dan ngangeni. Kota Budaya ini selalu berhasil membuat pengunjung merasa rindu sehingga ada keinginan untuk selalu kembali menginjakkan kaki. Bahkan banyak pendatang yang ogah kembali ke kampung halaman. Mereka betah tinggal di Kota Gudeg bahkan mencari tempat tinggal agar bisa terus menetap.

Tak heran, Jogja punya banyak alasan agar seseorang tetap tinggal. Selain wisata yang oke, kuliner yang aduhai hingga keramahan yang bikin damai, Jogja juga punya sekian kafe kece. Banyak lokasi yang menawarkan konsep unik hingga klasik. Pas banget untuk kamu yang hobi nongkrong bareng teman-teman.

Nah kalau kamu mau nyari kafe dengan suasana tempo dulu, berikut ini bisa jadi pilihan. Sekalian membangkitkan kenangan!

Kafe 80’s Bocor Alus

Apa yang ada di pikiran kamu ketika membaca nama tersebut? Unik? Iya, dari namanya saja kafe satu ini sangat unik dan tak biasa. Pun begitu jika kamu datang, kamu tak akan mengira tempat itu sebuah kafe. Bisa dibilang, seluruh bangunannya dipenuhi hiasan ala tahun 80an. Mulai dari papan dengan aneka tulisan “nyeleneh”, alat makan tempo dulu, hingga meja kursi jadul yang lucu.

Kafe 80’s Bocor Alus (Instagram, @kafe80bocoralus)

Lokasinya berada di Jalan Parangtritis Km 5,5 Tarudan Kulon, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Meski terbilang baru, kafe vintage ini berhasil menyedot perhatian masyarakat. Apalagi untuk berburu foto lucu yang Instagram-able. Tak hanya pernak-perniknya, menu yang dihidangkan juga bisa membuat kamu nostalgia jaman dulu lho.

Lawas Kafe

Karena Jogja mampu membangkitkan kenangan, sekalian saja nostalgia ke kafe satu ini. Namanya Lawas Kafe. Dengan mengusung konsep vintage yang kental, pengunjung akan dimanjakan dengan dekorasinya yang unik. Lampu gantung, jendela tempo dulu, kursi meja kayu hingga lantainya pun tak lepas dari kesan lawas. Tempat nongkrong satu ini berlokasi di Jl. Gerilya Prawirotaman II, No. 613, Brontokusuman, Mergangsan, Jogja.

Lawas Kafe (Instagram @lawas613cafe)

Meski kesan Jawa kuno sangat kental terasa, menu yang dihadirkan tak semuanya jadul. Masih ada burger, nachos, sandwich, hingga steak. Paduan gaya lawas dan cat serba putih akan menghasilkan kesan unik yang keren banget. Pastikan kamu foto-foto ya, banyak spot cantik lho.

Indische Kafe

Berbeda dari yang lainnya, kafe satu ini terletak di lokasi yang sangat strategis yaitu di dalam kompleks Benteng Vredeburg. Konsep utamanya mengusung cita rasa makanan yang dipadukan dengan bangunan bersejarah. Bisa dibilang, ini adalah kafe pertama yang terintegerasi langsung dengan museum pemerintah. Sehingga pengunjung bisa merasakan menyantap makanan sembari menikmati keindahan setiap sudut benteng dengan leluasa.

Indische koffie (dolandolen.com)

Kafe ini menawarkan berbagai pilihan area dengan nuansa berbeda. Nuansa Kolonial Belanda tentu sangat kental terasa di setiap tempatnya. Ada yang indoor pun banyak juga meja kursi yang ditata di luar ruangan. Menunya cukup variatif, mulai dari citarasa Eropa hingga tradisional Jawa dengan harga yang cukup terjangkau.

Kedai Wedangan Watu Lumbung

Kalau kamu ingin merasakan sensasi minum kopi di atas bukit, datang saja ke Watu Lumbung. Konsepnya vintage outdoor di atas sebuah bukit di Jalan Parangtritis KM. 22 Kretek, Bantul, Yogyakarta. Karena terletak di ketinggian, pengunjung bisa menikmati sunrise, hingga hamparan sawah yang luas. Ketika sore ada sunset yang tak boleh dilewatkan, saat malam kamu bisa melihat hamparan bintang yang ada di langit.

Kedai wedangan Watu Lumbung (Instagram @kedai_wedangan)

Kedai ini buka 24 jam sehingga kamu bisa datang kapan saja sesuka hati. Menu yang dihadirkan juga jadul banget. Sebut saja kopi, teh, wedang uwuh, aneka jajanan pasar, ketela goreng, peyek, hingga sayur rumahan. Menariknya ada sebuah perpustakaan sederhana yang bukunya berasal dari pengunjung. Pun kalau mau menginap ada juga tempat untuk istirahat.

Nah itulah beberapa kafe unik dengan nuansa klasik yang bisa kamu kunjungi jika bosan dengan yang kekinian. Yuk rasakan sensasi makan sembari nostalgia jaman dulu kala.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *