Asal Mula Kata ‘Mudik’ dan Sejak Kapan Budaya Ini Ada di Indonesia

Bahkan ada dua versi ‘mudik’ lho!

273
SHARES

Setiap akhir Ramadhan, masyarakat Indonesia selalu disibukkan oleh satu tradisi bertaraf nasional yang benar-benar menyita perhatian. Apalagi kalau bukan mudik Lebaran. Karena meskipun Lebaran adalah milik umat Islam, namun pada prakteknya, tradisi pulang kampung ini melibatkan begitu banyak pihak.


Mudik Lebaran, tradisi yang begitu melibatkan banyak pihak. | kompasiana.com

Selain tentu para pemudik sendiri, pemerintah di masing-masing daerah, jajaran kepolisian, perusahaan angkutan, tim medis, hingga pedagang asongan, semua beramai-ramai ikut ambil bagian. Ya, mudik Lebaran memang sudah menjadi hajat tahunan negara yang sebegitu sakralnya. Namun sayangnya, tidak banyak yang tahu sejarah mudik dan sejak kapan tradisi ini ada di Indonesia.

Sebelum era Majapahit

Menurut sejarah, tradisi pulang kampung (dulu belum disebut mudik) ternyata sudah ada sebelum era kerajaan Majapahit. Dilakukan oleh para petani Jawa yang pergi merantau, mereka mengulangi kebiasaan itu setiap tahun untuk bersama-sama membersihkan makan para leluhur di kampung halaman, sekaligus untuk meminta rezeki dan keselamatan pada Tuhan.

Setelah berabad-abad tradisi ini berjalan, barulah pada tahun 1970-an berkembang istilah mudik Lebaran. Sebagai satu-satunya kota besar di Indonesia pada masa itu, Jakarta mulai dijejali orang-orang dari desa yang ingin mencari pekerjaan dan mengubah nasib. Mereka tidak hanya datang dari Jawa saja, namun juga dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan daerah-daerah lain.

Istilah ‘mudik’ baru muncul sekitar tahun 1970-an. | kompas.id

Nah, bagi para perantau yang sudah mendapatkan pekerjaan di Jakarta, setiap tahun mereka akan mendapat jatah libur panjang yang jatuh pada Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Maka, jadilah momen ini sebagai kesempatan terbaik untuk mudik atau pulang kampung sekaligus silaturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman. Hingga sekarang.

Dua versi ‘mudik’

Lantas, dari mana istilah ‘mudik’ berasal? Ada dua versi untuk menjawab pertanyaan ini. Pertama, istilah ‘mudik’ berasal dari bahasa Jawa, yang merupakan singkatan dari ‘mulih dilik’ (pulang sebentar). Pendapat kedua berasal dari bahasa Betawi, dimana ‘mudik’ diyakini sebagai akronim dari ‘menuju udik’ atau pulang kampung.

Mau mudik versi Jawa atau Betawi, yang penting mudik! | blog.jelaja.com

Indonesia bukan satu-satunya

Kalau sampai saat ini kamu mengira hanya Indonesia saja yang punya tradisi mudik, maka selamat.. kamu salah! Karena ternyata, ada lima negara lain yang setiap tahun punya kebiasaan yang sama, dengan hegemoni yang sama, yaitu India, Malaysia, Tiongkok, Korea, dan Bangladesh.

Suasana mudik di Tiongkok, bukti bahwa bukan hanya Indonesia yang punya tradisi ini. | akurat.co

Namun meskipun bukan satu-satunya, mudik Lebaran di Indonesia tetaplah mengharu-biru dan luar biasa! Selamat mudik Lebaran, selamat melepas kangen, dan semoga selamat sampai kampung halaman.

273
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."