Sejarah Minum Kopi di Indonesia, Dari Untuk Berkumpul dan Berunding Sampai Menjadi Gaya Hidup

Wooyyy udah pada ngoppppii belum, diem-diem bae…

Beberapa waktu belakangan ajakan minum kopi atau “ngopi” sedang menjadi hal yang viral di media sosial. Tidak hanya orang biasa, beberapa artis juga nampaknya demam dengan ajakan ngopi ini. “Woy.. udah pada ngopppppi belom, diem-diem bae.. ngopi pa ngopi,” kurang lebih seperti itu ajakan ngopi yang sedang viral di media sosial.

Viral video ajakan ngopi (youtube.com)

Namun tulisan ini bukan mau membahas tentang si bocah yang pertama kali mencetuskan ajakan ngopi. Apalagi membahas harga kopi sachetan. Tulisan ini akan membahas sejarah bagaimana tradisi ngopi di Indonesia dari jaman penjajahan sampai saat ini.

Sejarah singkat proses masuknya kopi ke nusantara

Kopi pertama kali dikenal sebagai minuman yang dapat meningkatkan stamina di beberapa negara Arab dan Afrika utara. Dari sanalah tradisi ngopi pertama kali muncul. Tradisi minum kopi berhasil memasuki kawasan Eropa melalui jalur Turki.

Sejarah perkembangan kopi (kopijayakarta.com)

Setelah kopi sudah menjadi komoditas di kawasan Eropa, barulah kopi masuk ke Indonesia secara besar-besaran dibawa oleh Belanda pada tahun 1696 dari kawasan India. Karena Indonesia dikenal sebagai negara yang subur, pihak Belanda akhirnya menjadikan biji kopi sebagai komoditas utama perkebunan di Indonesia saat itu. Tentu hasil panennya kemudian akan diangkut ke daratan Eropa, proses ekspor kopi besar-besaran pertama kali terjadi pada tahun 1711 oleh VOC.

Saat itu kopi menjadi alat politik pihak belanda untuk mengeksploitasi kekayaan Indonesia. Melalui perjanjian  Koffiestelsel (sistem kopi), yakni perjanjian kerjasama berat sebelah antara VOC dan penguasa suatu daerah yang mewajibkan pribumi menanam kopi dengan kualitas tinggi.

Indonesia menjadi penyuplai kopi terbesar di Eropa saat VOC berdiri (kopigayo.net)

Sumber lain mengatakan, jauh hari sebelum VOC membawa kopi ke Indonesia, sebenarnya orang Indonesia sudah mengenal minuman kopi. Yakni dibawa oleh mereka yang pulang dari ibadah haji. Tradisi ngopi ini pun banyak ditemui di wilayah Sumatra khususnya Aceh.

Sejarah tradisi ngopi di Indonesia

Menurut jurnal penelitian yang ditulis oleh Devvany Gumulya dan Stacia Helmi yang berjudul “Kajian Budaya Minum Kopi di Indonesia,” dan diterbitkan oleh Universitas Pelita Harapan, terdapat sebuah fakta menarik kenapa orang Indonesia sangat menyukai dengan tradisi minum kopi.

Menurut jurnal tersebut, awalnya tradisi ngopi di Indonesia dijadikan sebagai media berkumpul dan bersosial antar masyarakat. Budaya masyarakat Indonesia yang gemar berkumpul dan bersosial diwaktu senggang, kemudian menjadikan kopi sebagai minuman utama yang menemani obrolan mereka.

Ngopi menjadi media berinteraksi masyarakat Indonesia (koranbuleleng.com)

Kopi selalu hadir baik diacara warga maupun di tempat tongkrongan warga, semacam angkringan. Angkringan dengan kopinya dijadikan sebagai simbol kesederhanaan dan kesetaraan setiap warga. Sebab di angkringan siapa saja dan tema obrolan apa saja bisa disajikan tanpa harus menyinggung perbedaan ras, suku, golongan atau agama.

kopi dijadikan media sesembahan mendekatkan diri dengan alam ghaib (sabdalangit.files.wordpress.com)

Tidak hanya itu, di Jawa sendiri kopi memiliki makna yang sangat sakral bagi masyarakat. Kopi tidak hanya dijadikan sebagai media mendekatkan antar warga, namun juga dijadikan media mendekatkan diri dengan leluhur atau semacamnya, kopi kemudian dipersembahan untuk bangsa ghaib dalam bentuk sesajen.

Dalam perkembangannya, semakin banyaknya masyarakat yang gemar minum kopi, bisnis kopi di Indonesia pun berkembang pesat. Dari kopi kiloan sampai kopi sachetan banyak dijual di pasaran. Dan saat ini, kopi bukan hanya menjadi media mendekatkan warga atau sebagai pelengkap ritual sesajen, dengan hadirnya caffe dan restoran mewah ala starbuck membuat ngopi lebih menjadi sebuah gaya hidup.

Ngopi kini menjadi gaya hidup (gogirlmagz.com)

Tidak sedikit orang yang pamer di medsos ketika dia sedang ngopi di Starbucks, tidak sedikit pula orang yang nyinyir kepada mereka penikmat kopi sachetan. Jadi, tidak salah kan jika ngopi sekarang dijadikan gaya hidup mewah dan adu gengsi?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *