Sejarah Mie Instan, Penemuan Terbaik Jepang di Abad 20

Bahkan mungkin juga terbaik di dunia….

118
SHARES

Siapa tak kenal mie instan? Boleh dibilang, mayoritas masyarakat Indonesia amat menggemari mie instan dan punya mie instan favoritnya masing-masing. Makanan yang juga sering dianggap sebagai teman setia anak kos ini ternyata tidak bisa dianggap sepele loh! Pasalnya, Fuji Research Centre di Jepang pernah menggelar sebuah survey menarik tentang penemuan apa yang layak dianugerahi gelar penemuan terbaik di Jepang selama abad 20 ini. Dan tak dinyana, mie instan keluar sebagai pemenangnya.


Menurut Fuji Research Centre, hal ini dikarenakan mi instan tak hanya menjadi makanan nasional yang benar-benar ‘Jepang banget’, namun juga telah menjadi makanan global yang dikenal luas. Untuk itulah, dunia berhutang banyak pada Momofuku Ando, pendiri Nissin Foods sekaligus sang pencipta mie instan.

Berkat tempura

Kehadiran mie instan tidak muncul begitu saja, melainkan ada faktor historis yang disebabkan oleh susahnya mencari bahan makanan pasca Jepang kalah dalam Perang Dunia II. Pada suatu ketika, Momofuku Ando melihat antrean panjang untuk mendapatkan semangkuk ramen hangat di pasar gelap meski berharga mahal. Hal ini mengusik perasaan Ando, apalagi saat itu Jepang belum bisa memenuhi kebutuhan mie untuk masyarakat, hingga akhirnya Ando terdorong untuk membuat ramen dengan harga terjangkau dan mudah didapat.

Momofuku Ando, sang penemu mie instan – tofugu.com

Meski idenya mulia, namun Ando menemui kendala. Ia harus mencari cara agar ramen buatannya bisa tahan lama, tidak seperti ramen pada umumnya. Masalah ini akhirnya terpecahkan gara-gara Ando melihat istrinya menggoreng tempura. Untuk membuat ramen yang tahan lama, maka mie harus digoreng terlebih dahulu selama beberapa saat, dikeringkan, lantas dikemas.

Nissin chikin ramen – slidesharecdn.com

Mie instan pertama di dunia pun akhirnya resmi dijual oleh Nissin Foods pada tahun 1958 dengan nama Chikin Ramen dan hanya tersedia dalam pilihan rasa kaldu ayam. Meski dianggap makanan mewah pada awalnya (karena harganya masih lebih mahal daripada mie mentah di pasaran kala itu), namun mie instan akhirnya jadi lebih merakyat berkat harga gandum yang kian murah dan meningkatnya perekonomian warga Jepang.

Kelahiran mie gelas

Momofuku Ando adalah seorang pria yang tidak mudah berpuas diri. Meski mie instan buatannya kian digemari, namun sebuah inovasi baru kembali lahir dari tangannya: mie dalam gelas (cup noodle). Inovasi ini lahir setelah Ando mengunjungi Amerika Serikat di tahun 1970 untuk mengurus ekspor mie instan. Ando menemui hal menarik di sana. Ia melihat bahwa warga Amerika jarang makan mie menggunakan mangkok karena mereka mengolah mie dengan cara mematahkannya jadi dua, ditaruh di gelas, lalu diseduh dengan air panas. Alat makannya pun tidak menggunakan sumpit, melainkan garpu.

Patung Momofuku Ando dan mie gelas kebanggaannya – matcha-jp.com

Konsep itu kemudian diterapkan Ando selepas kembali ke Jepang. Nissin pun mulai menjual mie dalam gelas di tahun 1971. Inovasi ini langsung terbukti sukses di pasaran. Pasalnya, mie gelas jelas lebih praktis ketimbang mie instan biasa karena tak perlu memasaknya terlebih dahulu dan hanya membutuhkan air panas.

Saat ini, baik mie gelas maupun mie instan konvensional sama-sama memiliki penggemar fanatik di Indonesia. Jika mie instan biasa mampu memberikan asupan karbohidrat bagi anak kos di tanggal tua, maka mi gelas bisa jadi pengganjal lapar yang menyenangkan saat mudik dengan transportasi umum macam bus, kereta atau kapal api. Bagaimana denganmu, mana yang lebih kamu suka?

118
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~