Sebagai Pemuda Bangsa, Inilah Sejarah Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia yang Wajib Kamu Ketahui

Biar lebih nasionalis, anak muda mesti tahu bahasa bangsa kita!

2
SHARES

Bahasa Indonesia yang selama ini kita pakai, merupakan hasil dari akumulasi perjalanan panjang sebuah budaya bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia yang kita pelajari dan kita pakai sehari-hari, merupakan bentuk penyempurnaan dari bahasa-bahasa sebelumnya yang ada di nusantara. Jadi bukan langsung jadi bahasa seperti saat ini, tapi melalui proses yang cukup panjang, baik itu dari segi bahasanya maupun dari kedudukan untuk menggunakannya.


Bagaimana sih asal muasal bahasa kita menggunakan bahasa seperti ini? Kenapa tidak menggunakan bahasa Belanda, bukannya mereka pernah menjajah sebagian besar Indonesia dalam jangka waktu lama? Atau kenapa tidak menggunakan bahasa Jepang? Kenapa harus menggunakan bahasa seperti sekarang ini? Nah untuk menjawab pertanyaan itu semua, kita bisa melihat dari dua sudut, yaitu sudut asal muasal dan kedudukannya.

1. Asal usul bahasa Indonesia

Menurut beberapa literasi yang ada di buku sejarah, bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu kuno. Hal itu dibuktikan dengan beberapa prasasti yang ditemukan di beberapa daerah menggunakan bahasa melayu. Seperti prasasti di kedukan bukit  yang tertulis tahun 683 M, (Palembang). Prasasti karang tuwo yang ditulis tahun 684 m (Palembang), Prasati Karang Birahi bertuliskan angka 688 (Jambi).

kedaiboekoeonline.blogspot.co.id
kedaiboekoeonline.blogspot.co.id

Dengan ditemukannya beberapa prasasti yang ditulis pada Abad ke 6 dan 7 Masehi, menandakan  jika pada waktu itu nusantara menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa komunikasi. Jika kita tarik pada abad ke 6 dan 7, maka nusantara saat itu dalam kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Kebesaran Sriwijaya yang menguasai nusantara saat itu disinyalir mempermudah penyebaran bahasa melayu. Sehingga di jawa juga menggunakan bahasa melayu, itu dibuktikan dengan adanya prasasti di ganda suli jawa tengah yang tertulis tahun 832, dan prasasti di Bogor yang bertuliskan tahun 942, keduanya menggunakan bahasa melayu kuno.

Jadi cikal bakal bahasa Indonesia saat ini, sudah digunakan mayoritas masyarakat nusantara sejak abad ke 7 M. Penyebaran bahasa melayu kuno itu tidak terlepas dari kekuatan kekuasaan Sriwijaya waktu itu.

2. Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia

Setelah kita mengetahui asal usul bahasa Indonesia, kita akan melihat bahasa Indonesia dari prespektif hukum di Indonesia. Sebagaimana dibahas diatas, seara sosiokultural bahasa di Indonesia sudah digunakan masyarakat sejak abad ke 7, namun saat itu belum ada status secara de jure. Artinya bahasa Indonesia saat itu hanya sebagai alat komunikasi masyarakat, belum dijadikan sebagai identitas bangsa, dan bahasa resmi suatu negara.

hai-online.com
hai-online.com

Bahasa Indonesia mulai dijadikan sebagai sebuah identitas suatu bangsa ialah ketika diadakannya sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Motivasi digunakannya bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa nasional saat itu, ialah untuk menyatukan persatuan bangsa Indonesia yang waktu itu mulai munculnya gerakan perjuangan kolektif di angkatan muda Indonesia, menyatukan bahasa merupakan bentuk kesatuan dan persatuan bangsa.

imcnews.id
imcnews.id

Namun, meskipun bahasa Indonesia sudah diikrarkan dikalangan pejuang pergerakan muda sebagai bahasa kesatuan, hal itu lantas tidak menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Indonesia, barulah pada sehari pasca kemerdekaan, tepatnya tanggal 18 Agustus 1945, Bahasa Indonesia dinyatakan sah dimata hukum, sebagai bahasa  resmi Bangsa Indonesia. Itu tercantum dalam UU dasar 1945 yang berbunyi “Bahasa Negara Adalah Bahasa Indonesia, (pasal 36). Dari pasal inilah bahasa Indonesia resmi memiliki kedudukan yang berfungsi senagai bahasa resmi, bahasa nasional, bahasa persatuan dan identitas bangsa Indonesia.

3. Perkembangan ejaan bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia yang kita gunakan saat ini, bisa jadi sama dengan bahasa Indonesia saat jaman perjuangan, tapi untuk masalah ejaan penulisan, bahasa Indonesia mengalami beberapa perubahan dan penyempurnaan. Kenapa ejaan bahasa Indonesia perlu dibahas, karena bahasa terdiri dari tulisan dan perkataan, setelah kita membahas terkait bahasa dalam bentuk perkataan, alangkah lebih adilnya jika kita juga menyinggung tentang bahasa dari sudut tulisan.

i1os.com
i1os.com

Bahasa merupakan hasil dari sebuah kebudayaan, dan kebudayaan sedikit banyak pasti dipengaruhi oleh kekuasaan, atau siapa yang berkuasa saat itu. Pun halnya dengan ejaan bahasa Indonesia, setidaknya ejaan bahasa Indonesia mengalami beberapa kali perbaikan hingga menjadi Ejaan yang disempurnakan seperti saat ini.

Seperti yang kita singgung tadi jika bahasa merupakan produk budaya, dan budaya pasti dipengaruhi si penguasa, ejaan bahasa Indonesia pernah mengalami hal demikian, saat pemerintah Belanda menduduki bangsa Indonesia, ejaan bahasa Indonesia banyak dipengaruhi ejaan Belanda. Ejaan ini dikenal dengan ejaan Van Opuijsen, diambil dari nama seorang Belanda yang ditugaskan membuat ejaan bahasa Indonesia.

duit-antik.blogspot.co.id
duit-antik.blogspot.co.id

Ciri khas ejaan van Opuijsen ialah penulisan “c” dengan Tj. Semisal kata cinta, maka akan ditulis tjinta. Selain itu penulisan Dj untuk penulisan “J”, semisal kata Jakarta maka akan ditulis Djakarta. Ejaan ini tidak bertahan lama. Setelah masa itu, muncul lagi ejaan baru bahasa Indonesia, yang dikenal sebagai ejaan Suwandi atau ejaan republik. Dinamakan ejaan suwandi dikarenakan diambil dari nama menteri pendidikan dan kebudayaan saat itu.

www.boombastis.com
www.boombastis.com

Ciri khas dari ejaan Suwandi ialah penulisan huruf “U” dengan ditulis “oe” semisal Sukarno maka ditulis Soekarno. Ejaan ini digunakan pada tahun 1947 sampai 1956. Dalam perjalanannya ejaan bahasa Indonesia setidaknya mengalami perubahan perubahan sebanyak 6 kali, untuk sampai ejaan yang disempurnakan seperti saat ini. EYD mulai berlaku pada tanggal 27 Agustus 1975.

2
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penikmat Dunia, Perindu Surga,