Sejarah dan Filosofi Cincin Kawin yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Menyematkannya di Jari Manis Pasanganmu

Sudah siap menyematkannya di jari manis pasanganmu?

Saat menghadiri pesta pernikahan terutama saat akad ataupun pemberkatan, kamu pasti menyaksikan momen dimana kedua mempelai saling bertukar cincin. Cincin yang dipasang di jari manis inilah yang kemudian menjadi simbol adanya ikatan perkawinan diantara keduanya. Namun pernahkah kamu penasaran kenapa cincin bisa menjadi simbol pernikahan? Atau kenapa cincin kawin selalu dipasang di jari manis?

Baca juga : Inilah Maksud Dibalik Kebiasaan Cowok Masukin Tangan ke Celana

Sejarah dan filosofi cincin kawin (weddingbandschoice.com)

Kebanyakan orang tak mengetahui dan cenderung mengabaikan makna dan filosofi cincin kawin. Padahal cincin kawin memiliki filosofi yang amat mendalam. Sebelum menyematkannya di jari manis pasanganmu, akan jauh lebih baik jika kamu tahu sejarah dan makna dari cincin kawin tersebut. Biar nggak asal makai tapi juga bisa memahami filosofi yang terkandung di dalamnya.

Sejarah cincin kawin

Saat jaman dimana para firaun berkuasa di Mesir, lingkaran menjadi simbol pernikahan. Hal ini karena bentuk lingkaran yang tak memiliki ujung dianggap cocok menggambarkan sebuah pernikahan yang abadi. Tapi lingkaran ini belumlah diartikan sebagai sebuah benda, apalagi cincin. Cincin barulah dijadikan simbol resmi pernikahan saat masa kekaisaran Romawi.

Sejarah cincin kawin (azizdesign.files.wordpress.com)

Awalnya cincin menggunakan besi sebagai bahan bakunya. Baru kemudian mulai diganti emas setelah disadari bahwa emas lebih indah dipadukan dengan permata. Permata pertama yang digunakan adalah batu ruby, warnanya yang merah menggambarkan warna hati. Selain ruby ada juga batu safir yang dianggap mewakili surga.

Namun kemudian, berlian menjadi penghias cincin yang paling populer. Bukan tanpa alasan, batu berlian yang hampir tidak dapat dihancurkan sangat sesuai dengan makna lingkaran pada cincin yang berati keabadian. Selain itu, tradisi tukar cincin ternyata dilakukan pertama kali di gereja Yunani Orthodox pada tahun 1300-an.

Kenapa dipakai di jari manis?

Kamu pasti pernah bertanya-tanya kenapa cincin kawin selalu dipakai di jari manis dan bukan di jari telunjuk, kelingking, jempol maupun jari tengah. Ada sebuah kepercayaan yang dipercaya oleh masyarakat Tiongkok mengenai cincin kawin yang digunakan di jari manis.

Di pakai di jari manis (ceritamedan.com)

Berdasarkan kepercayaan mereka setiap jari memiliki makna tertentu seperti jempol yang melambangkan orang tua dan kelingking melambangkan anak-anak. Nah jari manis melambangkan pasangan yang tak dapat dipisahkan sehingga dianggap tepat untuk cincin kawin.

Selalu digunakan di tangan kanan, bukan tangan kiri

Menggunakan cincin kawin di jari manis pada tangan kanan berasal dari kepercayaan bangsa Yunani Kuno dan Romawi Kuno. Kepercayaan ini meyakini bahwa pembuluh darah jari manis tangan kanan mengalir langsung ke bagian jantung. Pembuluh darah ini dikenal dengan nama vena amoris atau pembuluh darah cinta.

Di tangan kanan (apis.xogrp.com)

Meskipun begitu, tangan kanan bukanlah patokan. Banyak juga orang yang menggunakan cincin kawin di tangan kiri karena memang tangan kiri bukan tangan dominan ketika beraktivitas (kecuali kidal). Alasannya cukup sederhana, mereka hanya tak ingin cincin kawinnya cepat rusak jika dipakai di tangan dominan, yaitu tangan kanan.

Sebenarnya, mau dipakai dimanapun bukanlah sebuah masalah karena memang cincin sudah menjadi lambang cinta yang sesungguhnya. Tapi biar lebih afdol nggak ada salahnya kan mengikuti filosofi yang ada. Jadi, sudah siap menyematkan cincin pada jari pasanganmu?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tren Nama Anak di Indonesia: Ghassan-Queennaya Kini Lebih Pribumi dari Budi dan Wati

5 Pelajaran Hidup yang Bisa Kamu Petik saat Ditinggalin Pas Lagi Sayang-sayangnya