Sedekah Cabai Ala Widodo: 1 Orang Boleh Petik 1 Kg Cabe Gratis di Ladangnya!

“Harta cuma titipan, besok pasti dapat gantinya,” begitu kata Widodo si petani cabai

Kita tentu masih ingat, beberapa waktu lalu harga cabai meroket gila-gilaan. Imbasnya, banyak orang terpaksa mengurangi kebutuhan cabainya, termasuk para pedagang makanan. Sambal di warung makan jadi terasa kurang pedas. Penjual gorengan pun jadi pelit cabai, tak seperti sebelumnya.

Baca juga : 11 Kali Mendapat Penolakan Ide di Indonesia, Siswa SMA Ini Justru Diundang Google Untuk Presentasi

Namun begitulah roda kehidupan, kini harga cabai sudah kembali normal. Bahkan cenderung anjlok. Padahal, ada banyak petani yang kadung menitipkan harapan pada harga cabai yang bagus. Demikian pula yang dirasakan oleh Widodo (25), seorang petani di Dusun Kalipakem, Seloharjo, Pundong, Bantul, Yogyakarta. Gara-gara harga cabai amat rendah, Widodo pun memilih untuk ‘menyedekahkan’ saja cabai di ladangnya.

Bantul banjir cabai

Harga cabai yang murah dipengaruhi oleh melimpahnya hasil panen cabai dimana-mana, khususnya wilayah Bantul, Yogyakarta. Menurut Widodo, ia memiliki ladang seluas 100 m x 75 m. Tapi yang digunakan untuk menanam cabai hanya 13 m x 8 m. Jangan salah, dengan luas seperti itupun Widodo mampu menghasilkan ratusan kilogram cabai. Ia mengaku bisa memanen 20 kg cabai perharinya.

Widodo dan ladang cabainya (tribun)

Dengan panen sebanyak itu, Widodo tentu mengharapkan untung. Apalagi, harga cabai saat melonjak beberapa waktu lalu amat menggiurkan. Sayangnya, harapan itu kandas karena harga cabai saat ini berkisar di angka Rp 4.500 per kilogram. Padahal, Widodo harus mengeluarkan modal sebesar Rp 2,5 juta ditambah dengan biaya pemetikan. “Paling tidak butuh dua orang. Satu orangnya Rp 50 ribu sehari,” ujar Widodo.

1 orang boleh petik 1 kg cabai

Daripada harus menanggung rugi, Widodo memilih jalan yang lebih mulia. Ia akhirnya menyedekahkan saja hasil panen cabainya untuk orang-orang yang membutuhkannya. Langkah ini dianggapnya akan lebih berkah karena Tuhan yang akan membalasnya. Saat awal panen, Widodo membagikan cabainya gratis pada sejumlah tetangga.

Mau dapat cabai gratis? Ke ladang Widodo di Bantul saja! (krjogja)

Tak berhenti di situ, ia pun memposting di sebuah grup Facebook. Isinya, dia mempersilakan siapapun yang membutuhkan cabai untuk datang ke rumahnya. Maksimal satu kilogram. Gratis. Akibat postingan tersebut, rumah Widodo pun ramai didatangi tamu, mulai dari daerah sekitar Bantul hingga dari kawasan Kabupaten lainnya di Yogyakarta. Hal ini pun membuat Widodo puas, karena banyak orang jadi bisa menikmati hasil jerih payahnya meski ia sendiri merugi. “Harta cuma titipan, besok pasti dapat gantinya. Itung-itung golek paseduluran (hitung-hitung cari persaudaraan),” ucapnya.

Harapan Widodo pada pemerintah

Menurut Kadin Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Dispertautkan) Pulung Haryadi, harga jual cabai di pasaran saat ini berkisar antara Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per kilogramnya. Hal ini dipengaruhi dengan melimpahnya stok cabai di Bantul lantaran masuk masa panen bersamaan. Faktor lainnya, Dispertautkan juga sempat menggulirkan penanaman 18 ribu tanaman cabai di pekarangan rumah.

Pulung Haryadi, Kadin Dispertautkan Bantul mengatakan bahwa turunnya harga cabai karena masa panen yang bersamaan (Youtube)

Mengenai hal ini, Widodo berharap pemerintah turun langsung melindungi para petani cabai, terutama saat panen raya seperti sekarang. Karena jika hanya menyerahkan harga ke pasar, maka petani kecil yang akan dirugikan. “Mengerjakannya kan juga panas-panasan di sawah,” ujar Widodo.

Semangat mas Widodo, Tuhan yang akan membalas kebaikanmu!

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Penelitian Ini Membuktikan, Jika Cowok Berjenggot Lebih Menggoda di Mata Wanita

Berkat Guling Pocong, Kini Pocong Sukses Go International dan Dipuji Dunia