Sebuah Penelitian Membuktikan Jika Bergosip Bisa Mengakibatkan Dampak Buruk Bagi Kesehatan Mental

Buat yang hobi ngegosip, wajib baca ini yah..

Bagi sebagian wanita, kegiatan ngobrol sambil ngomongin orang merupakan agenda yang sangat menyenangkan. Inilah kenapa acara televisi yang bertemakan gosip menjamur dan tidak pernah kehilangan pangsa pasarnya. Dalam agama, ngomongin orang atau bergosip tidak dibenarkan. Sebab jikapun yang diomongin hal benar, maka itu disebut dengan ghibah, dan jika ngomongin orang lain dengan hal yang tidak benar, maka akan menjadi fitnah.

Hobi ngegosip dan dampaknya (viva.co.id)

Meskipun menggosip tidak dianjurkan dalam agama, namun nyatanya masih banyak orang yang sangat menyukai dengan hal ini. Tentu hal tersebut ada kaitannya dengan selera kepuasan seseorang saat ngomongin orang lain. Berangkat dari sinilah sekelompok peneliti dari University of Groningen, Belanda, mencoba meneliti dampak positif dan negatif dari ngegosip.

Namun disini penulis tidak akan mengulas dampak positif dari ngegosip. Sebab meskipun ada dampak positifnya, namun kegiatan ngegosip masih tidak bisa dibenarkan. Adapun dampak negatif dari ngegosip ialah berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental seseorang. Dampak apa sajakah itu?

Bergosip dapat menurunkan rasa percaya diri dan merasa minder

Dari hasil penelitian membuktikan, saat seseorang mendengarkan gosip, sebenanrnya dia sedang melakukan penilaian pada dirinya sendiri. Artinya saat dia mendengar atau ngomongin orang lain, dia sedang membandingkan orang tersebut dengan dirinya sendiri. Jika ternyata orang lain lebih buruk darinya, ia akan lebih semangat ngomongin keburukannya.

Semakin banyak bergosip semakin tidak percaya diri (vebma.com)

Namun persoalan terjadi ketika orang yang digosipin ternyata memiliki kehidupan atau kinerja pekerjaan yang lebih baik. Semisal, saat orang ngegosipin teman kerja yang berprestasi dengan mendapatkan promosi jabatan, atau kenaikan pangkat. Sedangkan dirinya tidak mendapatkan prestasi apa-apa, sebenarnya dia sedang mengalami prustasi, minder, dan kehilangan rasa kepercayaan dirinya.

Sebab dia ternyata tidak lebih baik dari orang lain, untuk membuat dia lebih baik dari orang lain atau minimal setara, maka dia coba ngegosipin orang yang bersangkutan.

Kehilangan motivasi dalam hidupnya

Ngegosip identik dengan ngomongin hal buruk dari orang lain, jika orang yang memiliki motivasi hidup tinggi maka ia akan mencari kisah-kisah inspirasi dari kesuksesan orang lain untuk dijadikan sebuah motivasi dalam hidupnya. Namun bagi penggosip, dengan menerima informasi-informasi buruk tentang orang lain, hal ini tanpa disadari akan membuatnya menjadi seseorang yang demotivasi (memiliki motivasi hidup rendah).

Penggosip mudah kehilangan motivasi hidup (ultimatefmonline.com)

Waktunya terlalu disibukkan dengan ngurusin persoalan hidup orang lain. Sementara dirinya stagnan di posisi yang sama tanpa adanya perkembangan kemampuan atau keahilan.

Penggosip akan banyak berfikir negatif dan mudah stres

Biasanya penggosip akan selalu berfikiran negatif terhadap orang lain. Semisal, jika ia sedang berjalan sendirian dan melihat segerombolan orang sedang ngobrol, maka dia akan berfikiran jika orang-orang tersebut sedang ngomongin dirinya. Padahal belum tentu orang-orang itu sedang ngomongin dirinya.

Mudah stres dan berfikiran negatif (orami.co.id)

Pikiran-pikiran negatif semacam ini akan selalu mengiringi hari-hari penggosip. Pikiran negatif yang terlalu banyak terdapat pada diri seseorang bisa mengakibatkan depresi dan stres yang serius. Itulah kenapa kita disarankan selalu berfikir positif jika mengikuti training motivasi.

Itulah beberapa dampak dari kebiasaan ngegosip yang harus kamu hindari. Selain berdampak buruk bagi kesehatan mental, menggosip juga dilarang agama bukan? Maka meninggalkannya lebih baik.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *