Seandainya Anggaran E-KTP Dialokasikan Untuk Resepsi Nikah, Ribuan Jomblo Bisa Nikah di Gedung Mewah

Apa perlu sarikat jomblo yang demo menuntut koruptor dihukum seberat-beratnya?

Sepertinya kasus korupsi di Indonesia tidak pernah menemukan babak akhir, entah apa yang ada di benak para pejabat kita, disaat kemiskinan di Indonesia masih menjadi pemandangan miris, para pejabat justru setiap tahunnya tertangkap karena kasus korupsi. Kita tentu masih ingat dengan kasus hambalang di Bogor, kasus wisma atlit di Palembang, dan kasus Bank Century, yang merugikan negara sampai milyaran bahkan triliunan.

Baca juga : Polyamory, Cara lain Merasakan Bahagia dalam Menjalin Hubungan Cinta

Meskipun dilakukan pengawasan yang ketat, setiap tahun terdapat pelaku koruptor baru di Indonesia (damniloveindonesia.com)

Kasus terbaru ialah dugaan korupsi anggaran pembuatan E KTP yang merugikan negara sampai 2,3 triuliun. Mendengar berita ini tentu ironis, karena lagi-lagi uang rakyat berhasil disalahgunakan para pejabat. Kerugian negara dalam kasus E KTP memang tidak main-main, jika kita bermain andai-andai saja, seandainya jumlah uang tersebut buat biaya menikah, maka berapa banyak jomblo yang akan mengakhiri masa lajangnya.

Besarnya kerugian negara dari kasus E KTP pun mampu menikahkan ribuan jomblo dengan pesta pernikahan yang cukup mewah. Tidak percaya? Oke, mari kita hitung terlebih dahulu anggaran untuk resepsi pernikahan. Dari beberapa sumber, untuk sewa gedung pernikahan di daerah Jakarta bisa dari 50 sampai 150 juta, Catering 60 juta, dekorasi, make up, dokumentasi, dan pernak pernik lainnya katakanlah 300 juta. Jadi total biaya untuk satu acara pernikahan ialah Rp. 510.000.000,-

Dengan uang sekitar 510 juta, jomblo bisa menggelar ernikahan mewah di gedung (warnaindonesiaphoto.com)

Anggaran tersebut kita mengacu ke pernikahan di Jakarta, jika pesta pernikahannya dilakukan di daerah kemungkinan besar bisa lebih murah. Oke, kita kembali ke kalkulasi anggaran pernikahan. Uang negara yang dikorupsi dalam program E KTP sebesar 2,3 Triliun, bahkan KPK mengatakan bisa jadi lebih dari nominal tersebut.

Jadi uang sebesar 2,3 Triliun (2.300.000.000.000 ) : 510.000.000. Dari pembagian tersebut maka akan menghasilkan angka 4.509,80392 atau kita genapkan menjadi 4.510. Artinya, jika biaya pernikahan satu orang menghabiskan anggaran sebesar 510.000.000, maka terdapat 4.510 jomblo menikah dengan mewah di gedung dari anggaran E KTP yang di korupsi.

Jika uang hasil korupsi di alokasikan untuk biaya nikah, maka ada sekitar 4510 jomblo bisa nikah mewah (thebridedept.com)

Perlu diingat, jumlah anggaran pernikahan yang dibutuhkan tersebut relatif, artinya bisa lebih banyak namun bisa juga lebih sedikit. Tetapi pernikahan dengan anggaran sebesar Rp.510.000.000 merupakan jenis pernikahan yang tergolong mewah. Setidaknya bisa menyewa gedung dan catering.

Terlepas mau dipakai untuk menikahkan para tuna asmara atau tidak, anggaran sebesar 2,3 Triliun yang dikorupsi para bejabat negara bukanlah jumlah yang sedikit. Anggaran sebesar itu tentu sangat merugikan negara. Disaat banyak rakyat yang masih kekurangan dalam hal ekonomi, para pejabat justru asyik dengan keserakahannya menggunakan harta yang bukan haknya.

Siapapun itu pelakunya, koruptor harus dihukum setegas-tegasnya (sindonews.com)

Merujuk pada asas equality before the law, negara seharusnya sigap dan tegas menangkap para koruptor, tidak memandang bulu siapa dia yang korupsi, petinggi partai kah, menteri, anggota dewan, bahkan politisi partai koalisi kalau terbukti korupsi seharusnya segera dieksekusi.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

4 Hal Ini Siap Menghantui kamu yang Merebut Pacar Orang Lain! Karma?

Selalu Ada Alasan Mengapa Kamu Mencintai Dia yang Mustahil Kamu Miliki