Gara-Gara Sandal Bertuliskan Huruf Arab, Netizen Indonesia Murka. Padahal….

Sebelum ngegas, mending tabayun dulu~

Siapa sangka jika sepasang sandal bisa membuat kehebohan di negeri ini? Jika dilihat-lihat, sandal yang dimaksud adalah jenis sandal yang biasa kita jumpai di kios kelontong dan dijual dengan harga murah.

Tapi coba lihat apa yang tertera di bagian bawah sandal tersebut. Yak, tulisan beraksara Arab! Itulah yang membuat alas kaki murah-meriah ini jadi bahan perbincangan di berbagai media sosial dan membuat geram netizen Indonesia. Memangnya, apa arti dari kalimat Arab yang tertera di sandal itu?

Salah kaprah

Bagi mereka yang bisa membaca huruf Arab gundul (teks Arab tanpa harakat atau tanda baca), tulisan di sandal yang ramai diperbincangkan itu dibaca yamin dan syimal yang berarti kanan dan kiri. Maknanya jelas, orang yang menuliskan kedua kata tersebut tentu hanya ingin menegaskan mana bagian sandal sebelah kanan, dan mana yang sebelah kiri. Itu saja.

Penampakan sandal yang viral itu beserta reaksi keras dari netizen-netizen sok tahu (tibunnews)

Tanpa mengerti sama sekali makna dari kedua tulisan Arab di sandal tersebut, banyak netizen Indonesia yang langsung menghujat karena beranggapan bahwa tulisan tersebut adalah bagian dari ayat Al Quran yang disucikan. Mereka seakan abai pada fakta bahwa kitab suci umat Islam memang ditulis dengan huruf Arab, tapi apa yang ditulis dengan huruf Arab belum tentu Al Quran.

Busana panggung Agnes juga sempat jadi permasalahan karena dianggap menodai Al Quran (trentekno.com)

Kejadian serupa juga pernah menimpa penyanyi Agnes Monica yang tampil mengenakan busana bertuliskan huruf Arab pada tahun 2016 silam. Kala itu, protes masyarakat datang bak gelombang tsunami. Alasannya sama, mereka menganggap Agnes menodai kesucian Al Quran dengan mencantumkannya di kostum panggung. Lah, padahal tulisan yang tertera adalah al muttahidah dan memiliki arti bersatu dalam bahasa Indonesia. Di bagian mana menodai atau menistakan Islamnya?

Pentingnya berilmu sebelum berkata

Melihat kedua kasus tersebut, sungguh amat disayangkan bahwa masyarakat Indonesia ternyata masih berdarah panas dan lebih memilih untuk langsung menghakimi tanpa mau memahami konteks yang sedang diperbincangkan. Padahal, sungguh amat penting untuk berilmu sebelum berkata.

Sebelum ngegas, mending tabayun dulu (twitter.com)

Di era komunikasi yang serba mudah dan praktis ini, kita toh bisa menggunakan Google atau media semacamnya untuk lebih dahulu melakukan kroscek tentang kebenaran dari sesuatu yang kita sendiri masih ragu tentangnya. Lebih baik menunda atau bahkan tidak berkomentar sama sekali sebelum tahu kebenarannya daripada sekali berkomentar tapi penuh amarah dan belakangan jadi malu sendiri.

Atau mungkin netizen yang memaki-maki di kasus sandal itu perlu dikirim ke Arab dulu untuk melihat bahwa rumah makan, tempat parkir, bahkan papan tanda toilet di sana pun juga berhuruf Arab?

 

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *