Salju Benar-Benar Turun di Sahara. Benarkah Ini Awal dari Akhir Dunia?

Padahal, temperatur kawasan tersebut rata-rata mencapai 37 derajat Celsius

Sekitar tahun 1997 lalu, lagu “Snow On The Sahara” yang dinyanyikan Anggun pernah begitu hit karena liriknya yang unik. Ya, bagaimana mungkin salju bisa turun di Sahara, mengingat daerah itu merupakan gurun yang sangat panas dan nyaris tak ada sumber airnya?

Bukan hanya sekali

Namun faktanya, salju benar-benar pernah turun di Sahara. Peristiwa pertama terjadi pada 18 Februari 1979. Lama tak terulang, hujan salju kedua terjadi pada 19 Desember 2016 di kawasan yang sama. Padahal temperatur kawasan tersebut rata-rata mencapai 37 derajat Celsius.

Bukan hanya sekali, salju ternyata pernah turun beberapa kali di gurun Sahara. | metrouk2.wordpress.com

Dan pada 7 Januari 2018 lalu, salju kembali menutupi gurun Sahara untuk ketiga kalinya sepanjang sejarah dengan ketebalan hingga 38 cm, sekaligus tercatat sebagai yang paling lama dan paling tebal.

Para fotografer lokal dan mancanegara pun berlomba mengambil gambar dari momen langka tersebut. Salah satunya adalah Bouchetata Karim, seorang fotografer amatir yang tinggal di Ain Sefra, Aljazair. Ia berhasil menangkap gambar hamparan salju yang menyelimuti Sahara.

Fenomena aneh yang berhasil diabadikan oleh Bouchetata Karim. | twitter.com

Akhir dunia?

Menurut para ilmuwan, peristiwa turunnya salju di kawasan gurun Sahara merupakan suatu anomali yang unik. Dengan situasi di Eropa yang dilanda cuaca dingin, udara dingin serta kelembaban akan terdorong ke selatan, terutama ke wilayah Sahara dan bisa memicu turunnya salju.

Cuaca buruk di Eropa diduga menjadi penyebab turunnya salju di sahara. | kompas.com

Dengan pergeseran cuaca dan juga perubahan pada kemiringan poros bumi, para ilmuwan pun memprediksi bahwa Gurun Sahara bisa menjadi hijau kembali di masa mendatang. Proses itu akan memakan waktu setidaknya 15 ribu tahun lamanya.

Atau malah sebaliknya, melimpahnya salju di gurun Sahara yang merupakan kawasan terpanas di Bumi menjadi awal dari akhir dunia?

Tulis Komentarmu

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Baca Buku, Main Kartu, dan 3 Kegiatan Lain yang Dilakukan Bill Gates Untuk Bersantai

Menikah Bukan Hanya Soal Cinta, Tapi Juga Bersatunya Dua Keluarga dan Hal-hal Penting Lainnya