Rombongan Pendaki ini Tinggalkan Temannya yang Hipotermia Sendirian di Tengah Gunung

Jangan sampai kamu tiru teman seperti ini guys!

Ada idiom populer di kalangan para pecinta alam, yakni “Untuk tahu karakter temanmu, maka ajaklah dia mendaki gunung.”  Jika kamu pernah naik gunung bersama teman-temanmu, maka kamu akan mengamini idiom tersebut. Jika kamu pernah menonton film 5cm, maka disitu kamu akan bisa merasakan bagaimana idiom itu berlaku di saat pendakian.

Cuplikan film 5 cm tentang pendakian dna persahabatan (flikkenni.blogspot.co.id)

Saat mendaki gunung, karakter seseorang akan sangat nampak sekali. Mulai dari siapa yang paling egois, yang suka mengeluh, suka membantu, dan siapa paling peduli dengan orang lain.

Hal inilah yang terlihat dari karakter teman-teman seorang pendaki perempuan di Gunung Bawakaraeng, Gowa, Sulawesi Selatan. Ia ditinggal dalam kondisi hipotermia (kedinginan akut) di dalam tenda. Sedangkan 18 teman lainnya terus melanjutkan pendakian karena sudah tidak sabar ingin melihat puncak gunung.

Saat mendaki kamu bakalan tahu mana teman setia mana pecundang (sidomi.com)

Mirisnya, pendaki perempuan yang kedinginan tidak berdaya tersebut hanya ditemani dua temannya yang baru pertama kali mendaki gunung. Tentu hal ini sangat berbahaya, mengingat hipotermia jika tidak diatasi dengan cepat bisa mengakibatkan kematian.

Beruntunglah perempuan malang tersebut segera mendapatkan pertolongan dari beberapa pendaki lainnya yang kebetulan baru turun dari puncak. Dengan memberikan perawatan medis seadanya, seperti memberikannya air minum panas dan perlengkapan penghangat badan, para pendaki tersebut segera menangani perempuan itu agar hipotermia yang ia alami tidak semakin memburuk.

Proses evakuasi perempuan yang dirtinggal teman-temannya saat mendaki oleh rombongan pendaki lainnya (facebook.com/weiwint.itungg)

Akhirnya, dengan peralatan seadanya, perempuan itu kemudian dievakuasi dengan tandu yang dibuat dari sarung. Dari kisah tersebut, kita belajar banyak hal. Pertama, kepuasan mendaki tidak hanya berhasil menaklukan medan berat pendakian dan segala rintangannya, namun kepuasan terbesar ialah saat kamu bisa mengalahkan ego diri sendiri.

Posted by Alim Alwi Yusuf on Sunday, May 13, 2018

Selain itu, jangan pernah sok-sokan mendaki gunung dengan mengaku sebagai pecinta alam, sebab mencintai sesama manusia saja kamu tidak bisa. Padahal, puncak terindah dalam kehidupan ialah saat kita mampu menjadi manusia yang merubah tangisan orang lain menjadi senyuman, dan kesedihannya berganti kebahagiaan.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *