Yang Terpenting Adalah Cinta yang Tulus. Maka, Romantis Hanyalah Sebuah Bonus

Karena, tentu saja, tidak semua orang punya bakat untuk menjadi romantis

Di era dimana seseorang bisa pura-pura mencintai seperti sekarang ini, jangan pernah lepaskan dia yang mencintaimu dengan modal ketulusan. Tulus cintanya sudah cukup membuatmu bahagia, kan? Meski dia belum punya rencana mengagumkan, paling tidak, dia selalu membuatmu nyaman.

Baca juga : Polyamory, Cara lain Merasakan Bahagia dalam Menjalin Hubungan Cinta

Romantis itu relatif

Ya, cinta memang semanis itu. Kira-kira manisnya seperti teh yang kemanisan, hanya saja, tidak akan membuatmu enek dan bosan. Maka, jika dengan cinta saja sudah cukup untuk mengubahmu dari rakyat jelata menjadi ksatria, lantas, masihkan ada hal lain yang perlu ditambahkan?

Cinta itu manis, maka, tidak perlu lagi menambah hal-hal lain yang cenderung dipaksakan. | elitedaily.com

“Bagaimana dengan keromantisan?” Beberapa dari kamu mungkin ada yang bertanya seperti ini. Sebenarnya, romantis itu tidak cukup kompeten untuk dijadikan standarisasi cinta seseorang. Romantis itu hanyalah perspektif kita pada sikap seseorang. Romantis itu terlalu relatif.

Oleh sebab itu, tak bijak rasanya jika keromantisan dijadikan tolak ukur untuk mengetahui seberapa besar cinta seseorang. Apalagi, sekali lagi, kita sedang hidup di masa dimana pura-pura mencintai adalah hal yang biasa. Sekarang ini, banyak yang pura-pura romantis agar dibilang cinta. Benar?

Cinta tak membutuhkan keromantisan

Tak perlu juga menggunakan romantis sebagai standar ideal untuk mencari pasangan. Karena dalam dunia cinta, ketulusan jauh lebih utama ketimbang hal-hal sweet yang hanya terlihat oleh mata. Untuk apa beromantis ria setiap hari jika ternyata tidak ada ketulusan cinta di dalamnya?

Romantis tanpa ada ketulusan cinta, untuk apa? | pinterest.com

Cinta itu tumbuh begitu saja tanpa pernah ada paksaan. Cinta itu tulus, memberi tanpa mengharap kembali. Jadi, ketimbang sibuk menilai seberapa romantis pasanganmu, mengapa kamu tidak mulai menerimanya saja? Coba, biarkan dia mengekspresikan rasa cintanya padamu dengan caranya.

Sadarlah, tidak semua orang punya bakat untuk menjadi romantis, seperti halnya tak semua orang suka nonton drama Korea yang romantis dan mengharukan. Tapi, percayalah, semua orang punya perasaan. Dan cinta, bisa hinggap dan menetap di hati mana saja meskipun tanpa keromantisan.

Atau dengan kalimat yang lebih sederhana, yang perlu ada dalam hubungan cinta adalah perasaan tulus, yang berarti romantis hanyalah sebuah bonus. Ketika kamu membeli smartphone dan mendapat t-shirt cuma-cuma, itulah bonus. Tanpa t-shirt pun, kamu tetap bisa ber-smarphone ria.

Seperti itu.


Rekomendasi #SobatInovasee:

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: “Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal.”

Bukannya Sombong, Tapi Pamer Momen Pernikahan di Sosmed Itu Perlu Lho

Berladang di Langit, Begini Jadinya Jika Sawah Dipindahkan ke Atap Gedung Pencakar Langit