Rock Balancing Itu Bukan Ilmu Gaib, Tapi Hobi Sekaligus Seni

Benarkah rock balancing mustahil dilakukan manusia?

Gara-gara gagal paham, Camat Kecamatan Cidahu bersama MUI dan Muspika Kecamatan Sikidang harus menghancurkan fenomena rock balancing di Sungai Cidahu, Sukabumi, Jabar. Mereka yakin bahwa menyusun batu sedemikian rupa adalah hal yang mustahil dilakukan manusia.

Benarkah rock balancing di Sungai Cidahu mustahil dilakukan manusia? | detik.com

Benarkah? Tentu saja tidak. karena rock balancing atau rock stacking adalah termasuk kategori hobi sekaligus seni. Dalam prakteknya, pelaku rock balancing menyusun batu sedemikian rupa dalam berbagai posisi hingga terciptalah bentuk-bentuk yang unik nan artistik.

Para seniman rock balancing

Salah satu seniman rock balancing paling terkenal adalah fotografer asal Kanada, Michael Grab. Dia pertama kali melakukannya pada tahun 2008 saat sedang mengeksplorasi alam Boulder Cree, Colorado, AS. Sejak saat itulah dia jatuh cinta pada seni susun batu.

Michael Grab jatuh cinta pada rock balancing sejak tahun 2008. | talemrecruitment.co.uk

Jika bukti di atas belum cukup untuk membuktikan bahwa rock balancing bukanlah ulah jin, mari kita pindah ke Negeri Sakura. Di sana, ada pria bernama Kokei Mikuni yang juga menekuni seni susun batu. Setiap hari, dia meluangkan waktu beberapa jam untuk belajar fokus dan konsentrasi.

Kokei Mikuni setiap hari melakukan hal menakjubkan seperti ini. | dailyonigiry.com

Menurut Mikuni, selain keterampilan, kesabaran, dan tangan yang seimbang, untuk menjadi ahli di bidang rock balancing dibutuhkan perhatian khusus pada detail. Sebab, kesuksesan struktur susunan batu sangat tergantung pada peletakan masing-masing batu yang digunakan.

Alternatif senam otak

Ishihana-Chitoku, orang Jepang lainnya, juga ahli dalam seni rock balancing. Bedanya, dia lebih suka menciptakan seni rock balancing-nya di dalam ruangan. Chitoku tak butuh waktu berjam-jam untuk berkarya. Dia, bahkan mampu menyusun tiga batu dalam waktu kurang dari semenit saja.

Ishihana-Chitoku lebih suka berkarya di dalam ruangan. | creators.vice.com

Namun di luar itu semua, rock balancing adalah tentang menemukan ketenangan. Seperti anak kecil bermain lego, rock balancing membutuhkan koordinasi antara otak kanan dan otak kiri. Seperti senam otak, hobi sekaligus seni ini sangat baik untuk mencegah pikun.

Jadi, masih mau menganggap bahwa rock balancing adalah ulah jin dan makhluk gaib lainnya? Belajarlah pintar sebelum membaca (berita) ya!

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *