Review Captain America: Civil War, Film Superhero Terbaik yang Pernah Dibuat Manusia

Selain cerita yang tak pernah terduga, Civil War juga akan selalu dikenang sepanjang masa

Tak terprediksi dan luar biasa. Itulah kalimat terbaik yang bisa ditemukan untuk menggambarkan Captain America: Civil War. Dengan waktu 2 jam 27 menit, Civil War berhasil mengukuhkan diri sebagai film terbaik Marvel Studios, dan film yang pantas dikenang sepangjang masa. Civil War tidak hanya menawarkan pertempuran klasik ala superhero, namun lebih dari itu, film garapan Russo bersaudara ini menyuguhkan pertarungan perasaan yang epic. Dari awal hingga akhir, kita diberi pemahaman bahwa superhero tak hanya punya kemampuan bertarung di atas rata-rata, namun juga emosi dan hati layaknya manusia biasa.

(Via screenrant.com).
Duel Captain America dan Iron Man menjadi film terbaik Marvel Studios saat ini (Via screenrant.com).

Setelah menonton trailer-nya beberapa waktu lalu, kita memvonis bahwa Civil War adalah film superhero pasaran, pertarungan klimaks antara tokoh utama dan antagonis murahan, atau sebuah film aksi penuh ketegangan yang tentu saja sudah ketinggalan jaman. Tidak, Civil War ternyata jauh dari kesan itu. Duel antara Captain America dan Iron Man akan menjadi inspirasi dari semua film aksi yang sedang menunggu jadwal produksi, hingga mungkin diperlukan banyak revisi. Civil War merupakan film dimana para superhero bisa menjadi antagonis sesungguhnya yang harus dimintai pertanggungjawaban. Dan Civil War bukanlah cerita perang yang mengharuskan kita untuk tetap diam dan melupakan popcorn di tangan. Civil War adalah sebuah pengecualian.

Sokovia Accords dan 117 tanda tangan

Satu-satunya sumber masalah yang bisa kita tebak dari trailer Captain America: Civil War adalah Sokovia Accords. Seperti kita tahu, Avengers merupakan pasukan khusus yang terdiri dari para superhero yang berkomitmen untuk menjaga perdamaian dunia. Selama ini mereka telah melakukan hal yang benar, The Avengers dan Avengers: Age of Ultron adalah bukti nyata. Namun dunia tidak hanya melihat mereka dari satu sisi, dunia juga menjadi saksi betapa Avengers bisa dengan mudah menghancurkan kota dan tentu saja banyak nyawa melayang karenanya. Karena alasan itulah Sokovia Accords dibuat. Perjanjian yang memaksa semua superhero hanya boleh beraksi ketika dibutuhkan, perjanjian berisi pasal-pasal yang dibuat PBB dan telah disetujui oleh 117 negara.

(Via screenrant.com).
Sokovia Accords, penyebab pertama tim Avengers pecah (Via screenrant.com).

Perjanjian yang bebas dari konspirasi pihak manapun itu nyatanya tetap membuat Avengers terbelah dua, enam melawan enam. Namun alih-alih menggunakan konsep lama satu lawan satu, duel serentak 12 superhero yang mencapai puncaknya di sebuah bandara ini berlangsung berantakan. Berantakan dalam arti keren, saling pukul tanpa terlebih dulu memilih lawan. Tak ada skenario, tak ada aturan siapa harus melawan siapa. Konsep seperti ini tentu membuat kita menganggukan kepala tanda setuju. Setuju bahwa kita tak perlu memvonis seorang superhero hanya layak bertarung dengan superhero yang levelnya sepadan. Kita, para penonton, hanya perlu menikmati tanpa harus memikirkan.

Ditambah Spider-Man dan Ant-Man, mereka menampilkan pertarungan superhero paling epic yang pernah ada (Via lazygamer.net).

Pesan moral: Setiap manusia diciptakan Tuhan dengan kemampuan masing-masing. Tanpa menilai kuat atau lemah, kita semua mempunyai tanggung jawab yang sama, kewajiban untuk saling melindungi sesama dengan tetap menghormati batasan yang ada. Meski begitu, mereka yang menolak aturan belum tentu salah. Ada jalan hidup dimana kita harus mementingkan perasaan, yang mana perasaan itu berada jauh di luar aturan. Selama itu benar, maka tindakan itu dapat dibenarkan.

Guyonan segar para serangga

Andai Russo bersaudara tak menghadirkan Peter Parker dan Scott Lang, mungkin Captain America: Civil War akan sama dengan film-film superhero kebanyakan, tegang dan menguras pikiran. Mereka tahu kekurangan itu, sehingga Tony Stark diberi tugas mengundang Parker si Spider-Man ke “pesta” Avengers. Di tempat lain, Falcon berhasil meyakinkan Steve Rogers bahwa Scott si Ant-Man adalah sosok yang tepat untuk membantu tim.

(Via theverge.com).
Siapa yang menyangkal bahwa Spider-Man adalah superhero paling banyak omong di muka bumi? (Via theverge.com).

Dengan dua “serangga” banyak omong ini, perang saudara Avengers jauh di luar dugaan. Mereka berdua resmi menjadi tersangka atas riuhnya tawa penonton di bioskop. Ya, aksi konyol dan omong kosong di arena pertempuran itu wajar kan? Meski begitu, Spider-Man tetap gagah dengan kostum barunya. Ant-man pun berhasil membuat siapapun terpana dengan kemampuan baru yang tidak ia perlihatkan di film Ant-Man. Kalau harus dibilang kurang, satu-satunya hal janggal adalah topeng putih Ant-Man yang masih lebih keren di film pertamanya.

Dengan segala trik konyolnya, Ant-Man bisa menghibur Captain dan tentu saja, para penonton (Via screencrush.com).

Pesan moral: Tak ada yang lebih menyenangkan dari melepas ketegangan. Sesibuk dan sekacau apapun pikiranmu, canda tawa adalah hal kecil yang selalu dirindukan. Tak perlu memaksakan diri untuk menjadi lucu atau semacamnya, karena kehadiran orang lain yang bisa membuatmu tersenyum merupakan anugerah tak terelakkan. Hargailah orang-orang di sekitarmu, karena mereka punya seribu cara untuk menghibur hatimu.

Debut mengesankan Black Panther

Kemunculan Black Panther sangat menarik untuk disimak. Sebelumya dia bukanlah siapa-siapa di Avengers, bahkan tak ada yang mengenal dia sama sekali. Namun setelah Winter Soldier dituduh sebagai tersangka pengeboman di Wina dan ayahnya turut menjadi korban, dia menjadi sosok paling berkepentingan di Civil War, selain Captain America dan Iron Man tentu saja. Superhero bernama asli T’Challa ini masuk ke kubu Iron Man karena kebutuhan, mengingat Captain America berusaha sekuat tenaga melindungi Winter Soldier. Patut diacungi jempol bagaimana Black Panther memainkan film pertamanya, sangat lincah dan kedewasaan berpikir yang akan selalu dikenang. Bukan tidak mungkin akan ada film solo Black Panther di tahun-tahun mendatang.

(Via ikoncollectables.com.au).
Civil War menjadi debut yang sangat berkesan dari superhero Afrika, Black Panther (Via ikoncollectables.com.au).

Pesan moral: Akan selalu ada orang-orang baru dalam kehidupanmu. Mungkin bukan karena kamu mereka ada di sampingmu, semua orang punya kepentingan masing-masing tentu saja. Namun selama mereka tidak menganggu hidupmu, selama itu juga kamu tidak punya alasan untuk membenci mereka. Seburuk apapun seseorang, selalu ada hal baik di dalam hatinya yang pantas dipertimbangkan.

Winter Soldier = Captain America vs Iron Man

Mari kita membicarakan masa lalu. Masa dimana Steve Rogers dan James “Bucky” Barnes merupakan sahabat sekaligus partner militer. Di sisi lain, Howard Stark adalah orang yang berhasil mengubah Steve Rogers menjadi sosok pahlawan bernama Captain Amerca, sekaligus ayah dari Tony Stark si Iron Man. Sampai akhirnya, organisasi Hydra mencuci otak Bucky dan menjadikannya Winter Soldier hingga hubungan erat dengan Steve Rogers pun pecah. Dan, tugas pertama Bucky sebagai seorang prajurit boneka adalah membunuh Howard Stark dan mengambil serum rahasia miliknya.

Winter Soldier, penyebab utama perang saudara tim Avengers (Via mxdwn.com).

Cerita yang cukup rumit namun tetap menghasilkan benang merah yang masuk akal. Itulah konflik utama yang terjadi di Captain America: Civil War. Memang, Sokovia Accords adalah hal pertama yang memecah belah anggota Avengers. Namun setelah mengetahui bahwa Winter Soldier-lah yang membunuh kedua orang tuanya, baku hantam antara Iron Man dan Captain America bukan lagi soal perjanjian di atas kertas. Kedua tokoh dominan ini bertarung demi apa yang disebut balas dendam dan melindungi teman. Captain America tahu kalau sahabatnya adalah tersangka utama terbunuhnya Howard Stark dan Maria Stark, namun Captain juga paham bahwa semua itu terjadi karena Winter Soldier berada di bawah pengaruh Hydra, dan itu berarti dia harus diselamatkan.

(Via vk.me)
Demi dendam dan pembelaan, mereka rela menaruhkan nyawa dan status teman (Via vk.me)

Marvel mengemas pertarungan ketiganya dengan sangat rapi, menempatkan mereka di sebuah tempat tersembunyi yang menunjukkan bahwa ini merupakan masalah pribadi. Tidak ada efek visual berlebihan, dan itu sebenarnya yang penonton butuhkan. Dengan begitu, drama perang batin bisa lebih diekploitasi dengan tetap menampilkan kemampuan superhero yang mengagumkan. Pada poin terpenting ini, maaf.. Civil War tak mempunyai kelemahan sama sekali.

Pesan moral: Kita selalu punya masalah, tak terkecuali dengan teman sejati. Hal yang tak pasti adalah, apakah kita bisa menyelesaikannya dengan bijak atau memilih untuk melewati tanpa melakukan apapun? Jalan terbaik bisa berarti meninggalkan salah satu orang terdekat. Tapi yakinlah, selalu ada kata maaf dan memaafkan di dalam hati kita yang tak harus diucapkan.

Baron Zemo, penghancur Avengers sebenarnya

Siapa yang berhasil menemukan Baron Zemo di trailer Captain America: Civil War? Tidak ada. Inilah yang menjadi nilai lebih dari film ini. Ketika semua orang fokus pada Sokovia Accords dan perselisihan antar anggota Avengers, Zemo datang sebagai musuh dalam wujud manusia biasa. Dia memang tidak bisa bertarung layaknya antagonis di berbagai film superhero, tapi dia sukses membuat Captain America dan Iron Man mempertaruhkan nyawa karena Bucky si Winter Soldier. Dialah orang yang membuat Iron Man tahu siapa pembunuh orang tuanya. Dia juga yang membuat Captain America sadar bahwa Avengers bukanlah segalanya, bahwa masih ada hal yang lebih pantas untuk diperjuangkan dalam diri Bucky si Winter Soldier, teman lamanya.

(Via melty.fr).
Zemo memang hanya manusia biasa, namun dialah yang membuat tim sekuat Avengers bisa terbelah dua (Via melty.fr).

Seperti halnya Iron Man dan Black Panther terhadap Winter Soldier, Zemo juga punya hasrat balas dendam yang begitu kuat pada Avengers karena keluarganya turut menjadi korban dari “penyelamatan manusia” yang dilakukan kelompok superhero tersebut. Dengan kelicikan ala Nazi yang da miliki, Avengers pecah berkeping-keping yang bahkan Thor dan Hulk pun mungkin tak akan pernah percaya.

Pesan moral: Ketika kita mempunyai rasa dendam yang begitu dalam, kita seperti diberi jalan lurus untuk mencapai tujuan itu, entah dari Tuhan atau setan. Tak ada yang bisa menghentikan kita, tak peduli sekuat apa orang yang kita benci. Di sinilah kita harus berhenti sejenak dan memikirkan: Apakah ini benar takdir Tuhan atau, ada campur tangan ego yang menyelimuti hati kita? Saat emosi muncul, hanya kita yang bisa memutuskan untuk terus menjadi manusia atau mengubah diri menjadi setengah setan.

Fans Spider-Man, ada pesan untuk kalian

Siapa yang mengira Civil War akan berakhir dengan mundurnya Captain America dan tim dari Avengers? Setelah Steve Rogers mengirim surat “pengunduran diri” pada Tony Stark, secara tidak langsung milyader inilah yang mengisi posisi sebagai kapten baru. Bersama para superhero yang tersisa, Tony Stark harus berjuang mengembalikan nama baik Avengers di mata dunia. Sulit memang, karena itulah Steve Rogers menambahkan pesan penting di akhir suratnya. Pesan bahwa dia dan teman-teman siap membantu Avengers kapan pun dibutuhkan, mereka akan kembali datang dengan tanpa membawa dendam.

(Via nickpritchardusc.wordpress.com).
Tidak lama lagi, kita akan melihat Spider-man dengan kostum baru “warisan” Tony Stark! (Via nickpritchardusc.wordpress.com).

Secara keseluruhan, tak ada celah untuk mengkritik visual dan jalan cerita Captain America: Civil War yang memang sesuai harapan para penonton. Setelah keluar bioskop, semua orang sependapat bahwa seperti inilah seharusnya film superhero dibuat. Dialog dan aksi ditata dengan sangat rapi dan penuh perhitungan, kemudian dipercantik oleh efek visual yang tak pernah dipaksakan. Tak ada rasa penasaran yang tertinggal di setiap benak para penonton, semua tuntas dan jelas. Yang tersisa hanya dua harapan: kelanjutan cerita Civil War yang harus lebih matang dan.. Spider-Man kembali beraksi di film berbeda dengan kostum baru yang telah disempurnakan oleh Tony Stark. Sebentar lagi, laba-laba merah ini akan merayap dan menjaring musuh dengan cara yang sangat berbeda dari sebelumnya. Tungggu saja!

Terima kasih telah membaca. Silahkan share dan berkomentar dengan rasa bangga kalian masing-masing.

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *