Spoiler Alert! Review Batman V Superman: Dawn of Justice

Peti mati Superman di akhir cerita, apa maksudnya?

Batman V Superman: Dawn of Justice akhirnya diputar serentak di Indonesia pada hari Rabu, 23 Maret 2016. Film yang dibintangi Ben Affleck dan Henry Cavill ini berhasil menyedot perhatian para penggemar superhero di tanah air. Selain mendapat respon positif dari penonton, film pertama yang mempertemukan dua ikon DC Comics ini juga memperoleh tanggapan-tanggapan negatif dari beberapa kalangan.

Film ini mempertemukan Batman dan Superman untuk pertama kalinya di layar lebar (Via wallpapersdsc.net).

Batman V Superman: Dawn of Justice menawarkan jalan cerita yang sebenarnya tidak baru untuk sebuah film superhero. Film dengan konsep mempertemukan beberapa superhero seperti ini sudah pernah kita temui dalam beberapa film terdahulu, sebut saja The Avengers dari Marvel. Hanya saja, karena DC Comics dan Marvel mempunyai karakteristik berbeda, Batman V Superman: Dawn of Justice tetap memberikan pengalaman baru dalam menikmati sebuah film, meskipun bukan dari segi plot.

Batman V Superman: Dawn of Justice tak ada hubungannya dengan Batman

Ketika ingin menonton film yang menyajikan banyak superhero seperti Batman V Superman: Dawn of Justice, biasanya kita perlu melihat lebih dulu film-film yang berhubungan dengan film yang akan ditonton tersebut. Namun untuk Batman V Superman: Dawn of Justice kita hanya perlu satu film, Superman: Man of Steel. Karena hanya film itulah yang memiliki benang merah dengan film garapan Zack Snyder. Belum pernah menyaksikan Batman Trilogy pun kita tetap bisa memahami Batman V Superman: Dawn of Justice dengan baik.

(Via screenrant.com).
Tidak perlu menonton Batman Trilogy untuk bisa memahami film Batman V Superman: Dawn of Justice (Via screenrant.com).

Batman V Superman: Dawn of Justice bisa dibilang adalah sekuel Superman: Man of Steel. Pertarungan Superman dan Zod di akhir cerita Man of Steel menjadi inti masalah dari film Batman V Superman: Dawn of Justice. Jadi sekali lagi, tidak perlu membuang-buang waktu untuk menonton film Batman karena sama sekali tidak ada hubungannya. Kamu hanya membutuhkan tiket, popcorn, dan tempat duduk yang nyaman untuk menikmati Batman V Superman: Dawn of Justice.

“World Without a Superman”

Komik DC Superman edisi 76 yang dirilis tahun 1987 mempunyai sedikit ‘bocoran’ jalan cerita Batman V Superman: Dawn of Justice. Di dalam sampul komik tersebut, ada sebuah judul kecil yang berbunyi “World Without a Superman”. Setelah pertarungan Superman dan Zod di Man of Steel, kubu manusia terpecah menjadi dua. Ada yang tetap memuja Superman sebagai dewa, namun banyak yang kemudian menganggap dia adalah iblis kejam yang datang dari langit dan tidak pantas berada di bumi. Adegan pertarungan dua makhluk dari planet Krypton tersebut juga mendapat kritikan pedas dari para penggemar film di seluruh dunia karena dinilai tidak “mementingkan manusia”.

(Via hai-online.com).
Judul dari komik ini mengilhami jalan cerita Batman V Superman: Dawn of Justice secara keseluruhan (Via hai-online.com).

Hanya dua hal itu, Superman: Man of Steel dan “World Without a Superman”, yang bisa dijadikan pedoman sebelum menonton Batman V Superman: Dawn of Justice. Jika kamu baru berencana menonton filmnya di bioskop, silahkan berhenti membaca artikel sampai di sini, karena di bawah ini merupakan ulasan berdasarkan jalan cerita keseluruhan film untuk menanggapi prediksi-prediksi yang beredar tentang Batman V Superman: Dawn of Justice di internet.

Batman menjadi saksi pertempuran Superman melawan Zod di Man of Steel

Di film Superman: Man of Steel, kita bisa menyaksikan bagaimana Superman dan Zod bertempur habis-habisan di tengah kota yang penuh penduduk. Bangunan-bangunan hancur dan ribuan orang mati karena ulah mereka. Dan di awal film Batman V Superman: Dawn of Justice adegan tersebut kembali diulang, namun dari sudut pandang Bruce Wayne (Batman). Dia bersama ribuan orang lainnya menyaksikan pertarungan Superman dan Zod dengan penuh rasa ketakutan. Bruce berusaha mati-matian menyelamatkan anak buahnya yang terjebak di reruntuhan gedung. Inilah yang menjadi awal kebencian Batman pada Superman. Skenario seperti ini terbilang baru dan menimbulkan kekaguman. Kita membayangkan Batman ada di film Superman: Man of Steel sebagai manusia biasa.

(Via screenrant.com).
Bruce wayne (Batman) ikut menyaksikan pertempuran Superman melawan Zod di Man of Steel (Via screenrant.com).

Kunci ada pada Lex Luthor

Lex Luthor adalah orang yang ‘berjasa’ mempertemukan Batman dan Superman. Tidak diketahui secara pasti apa alasannya, namun dia menjadi sosok yang sangat membenci Superman. Dia kemudian memanfaatkan sisi gelap Batman untuk membunuh Superman. Namun karena film ini bertujuan untuk menyatukan dua tokoh superhero tersebut, maka Lex Luthor diharuskan mencari solusi lain untuk memunculkan musuh besar. Akhirnya dialah yang bertanggung jawab memanggil monster kuno dari planet Krypton dengan memanfaatkan jasad jenderal Zod yang dibunuh Superman di Man of Steel. Jadi, inti film ini bukanlah pertarungan antara Batman dan Superman, namun bersatunya kedua superhero tersebut untuk melawan Doomsday ciptaan Lex luthor.

(Via businessinsider.com).
Lex Luthor menjadi penghubung cerita antara Batman dan Superman (Via businessinsider.com).
(Via digitalspy.com).
Doomsday yang diciptakan Lex Luthor dari jasad Zod (Via digitalspy.com).

Dengan kekuatan dewanya, Superman ternyata takluk oleh si manusia Batman

Dilihat dari segi manapun, Batman tidak akan bisa mengalahkan Superman. Batman begitu tangguh dan buas hanya ketika berada di lingkungannya, film-film Batman. Namun ternyata prediksi tersebut tidak terbukti di Batman V Superman: Dawn of Justice. Dengan segala tipu daya yang menjadi ciri khas Batman, dia berhasil menandingi superioritas Superman. Bukan dengan senjata-senjata canggih milik Batman ataupun Batmobile yang berevolusi menjadi super cepat yang nyatanya langsung ringsek saat menyenggol tubuh Superman.

(Via forbes.com).
Di luar dugaan, Superman kalah dari ‘manusia biasa’ seperti Batman (Via forbes.com).

Dia melumpuhkan Superman menggunakan batu berwarna hijau yang ditemukan di Samudera Hindia. Batu tersebut mempunyai kemampuan untuk merusak sel-sel makhluk Krypton seperti Superman. Di akhir pertarungan, Superman benar-benar tidak berdaya di depan manusia kelelawar.

Hanya Wonder Woman yang menemani Batman dan Superman

Banyak kalangan yang memprediksi film Batman V Superman: Dawn of Justice merupakan awal dari film Justice League yang rencananya akan tayang pada tahun 2017. Hal ini didasari karena Batman V Superman: Dawn of Justice memunculkan beberapa tokoh superhero DC Comics. Bisa jadi prediksi itu benar, namun yang menjadi kekecewaan para penonton adalah tidak bergabungnya mereka semua (para superhero) di dalam sebuah pertempuran. Alih-alih melibatkan dalam sebuah dialog, Aquaman, The Flash, dan beberapa superhero lain yang digadang-gadang menjadi daya tarik Batman V Superman: Dawn of Justice, hanya diperlihatkan sepintas dalam sebuah rekaman video. Wonder Woman lah yang akhirnya menjadi pengobat ketidakpuasan penonton. Hanya dia yang ikut berjuang bersama Batman dan Superman sampai akhir melawan monster dari planet Krypton yang hidupkan kembali oleh Lex Luthor.

Hanya Wonder Woman satu-satunya superhero yang menemani Batman dan superman bertarung (Via moviepilot.com).

Peti mati Superman menjadi akhir cerita

Komik DC Superman edisi 76 benar-benar mengilhami film Batman V Superman: Dawn of Justice. Judul “World Without a Superman” di komik tersebut memunculkan jalan cerita yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Akhir cerita pertempuran Batman, Superman, dan Wonder Woman melawan monster dari planet Krypton adalah tertusuknya dada Superman yang menjadi akhir dari hidupnya. Superman mati? Ya, peti mati Superman menjadi adegan terakhir film Batman V Superman: Dawn of Justice. Namun DC Comis selalu punya cara untuk menjadikan sebuah film menjadi penuh tanda tanya. Ada sebuah kode kecil dalam adegan tersebut yang memungkinkan kita masih bisa melihat aksi Superman di Justice League. Kita tunggu saja.

(Via: youtube.com)
Apakah Superman tidak menjadi bagian dari Justice League di tahun 2017 nanti? (Via: youtube.com)

Secara keseluruhan, Batman V Superman: Dawn of Justice menyajikan cerita yang cukup menghibur. Para penggemar Batman dan Superman bisa lega setelah keduanya muncul dalam satu film untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hanya saja, suasana film yang terkesan gelap dan kelam masih mengingatkan kita pada film-film Batman sebelumnya. Juga, para penonton dibuat tegang selama 150 menit tanpa ada humor sama sekali, berbeda dengan film-film garapan Marvel. Entahlah, mungkin Zack Snyder tetap memasukkan sisi humor dalam beberapa adegan dalam film tersebut. Namun dialog-dialog kecil yang menimbulkan guyonan ala Marvel lebih bisa dipahami oleh penonton Indonesia.

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *