Kejamnya Hukum Rimba, Remaja Ini Mendapat Tato Memalukan di Dahi Karena Tuduhan Mencuri

Sungguh tak manusiawi…

159
SHARES

Ada banyak alasan kenapa orang masih melakukan praktek hukum rimba atau main hakim sendiri, mulai dari kejengkelan yang memuncak pada pelaku kejahatan, hingga tidak percaya pada perangkat hukum yang sah. Di Indonesia, kita kerap menjumpai aksi main hakim sendiri saat tertangkapnya seorang copet, pencuri, bahkan begal. Pelaku biasanya disiksa dan dipermalukan di depan umum sebelum diserahkan pada pihak berwajib.

Lain di Indonesia, lain pula dengan di Kolombia. Beberapa waktu lalu, seorang remaja yang dicurigai akan mencuri sepeda mendapat ‘hukuman’ yang mungkin tak akan pernah dilupakan seumur hidupnya. Walaupun ia tidak di hajar oleh orang-orang, namun hukuman yang diberikan oleh penangkapnya sungguh kelewatan: remaja berusia 17 tahun ini ditato dengan tulisan “Aku seorang pencuri dan pecundang” di bagian dahinya!

Kronologi kejadian

Setidaknya ada dua pria yang ditangkap dan didakwa oleh polisi di Kolombia karena melakukan hal tersebut. Tersangka yang masing-masing berusia 27 dan 29 tahun itu berdalih memberikan hukuman pada si remaja karena mereka memergokinya tengah mencoba untuk mencuri sepeda. Si remaja menjelaskan bahwa ia terjatuh menimpa sepeda karena sedang dalam kondisi mabuk berat, dan bukan tengah berusaha mencuri sepeda.

Remaja ini hanya bisa pasrah – Liveleak via au.news.yahoo.com

Namun dua pria yang kini menjadi tersangka itu tak menggubrisnya. Mereka menangkap remaja tersebut, mengikat tangan dan kakinya serta mengatakan bahwa mereka akan membuat tato di dahinya. Remaja tersebut sempat memohon pada kedua tersangka untuk membuat tato di lengannya saja, namun para tersangka justru tertawa dan tetap melakukannya. Remaja tersebut bahkan sampai memohon agar mereka lebih baik mematahkan kaki dan tangannya saja daripada memberi tato di dahinya.

Tak hanya membuatkan tato memalukan di dahi, para tersangka bahkan memvideokan proses pembuatan tato tersebut. Melalui rekaman video yang beredar, terlihat si remaja amat ketakutan dan duduk di kursi dalam keadaan sudah tak diikat, sedangkan salah seorang tersangka menjambak rambutnya sambil sibuk merajahkan tato. Kedua tersangka tampak benar-benar menikmati perbuatan mereka itu, bahkan pria yang bertugas merekam video pun tak hentinya tertawa sambil berujar: “ini akan bikin sakit.”

Kedua tersangka yang membuat tato di dahi anak remaja tertuduh pencuri sepeda – suryamalang

Sungguh malang, para tersangka bahkan memotong rambut remaja lelaki itu setelah ia mencoba untuk menyembunyikan tato di dahinya dengan rambut. Remaja itu pun akhirnya dilepas dan menghilang entah kemana. Keluarganya pun telah mencarinya dan mengatakan bahwa ia menghilang pada tanggal 31 Mei. Mereka baru mengetahui kejadian tersebut saat melihat video yang diunggah pada hari Jumat (9/6) lalu. Si remaja pun akhirnya kembali pada keluarganya dua hari kemudian.

Kampanye penggalangan dana

Pihak kepolisian di kota Sao Bernardo do Campo, negara bagian Sao Paulo pun berhasil mengidentifikasi kedua tersangka setelah melihat video yang beredar. Meski polisi belum memastikan apakah terjadi percobaan perampokan dalam peristiwa itu, namun pihak keluarga mengatakan bahwa si remaja mengidap masalah kesehatan mental dan merupakan seorang pengguna narkoba.

Para tersangka bahkan memotong rambutnya agar tulisan di dahi tersebut terlihat – theladbiblegroup.com

Atas kejadian ini, banyak orang yang merasa simpatik dan membuat kampanye online untuk menggalang dana guna membantu si remaja menghapus tato di dahinya. Kampanye tersebut berhasil mengumpulkan dana lebih dari 19.000 reais atau sekitar Rp 75 juta.

Meski untuk memberi efek jera, namun hukuman seperti ini maupun aksi main hakim sendiri lainnya tentu saja tidak manusiawi dan tidak boleh dilakukan. Manusia menciptakan hukum, dan hukumlah yang membuat kita berperilaku layaknya manusia.

159
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~