7 Ramalan Jayabaya Tentang Indonesia yang Benar-benar Terjadi.

Percaya atau tidak tapi ramalan Jayabaya beneran terjadi loh.

5k
SHARES

Bagi masyarakat Indonesia yang menyukai dengan hal-hal mistis, nama Sri Maharaja Sri Warmmeswara Madhusudana Wataranindita Parakrama Digjayottunggadewanama Jayabhayalancana, atau yang lebih dikenal dengan nama Raden Jayabaya tidaklah asing. Dalam sejarah Nusantara ia merupakan salah satu raja kediri yang berhasil membawa kediri ke puncak kejayaan.


Selain dikenal kepandaiannya dalam catur perpolitikan, kecerdasannya dalam hal beragama, dan karakternya yang merakyat sebagai seorang raja, Raden Jayabaya juga dikenal berkat tulisan-tulisannya tentang ramalan masa depan Nusantara yang dihimpun dalam kitab Jongko Joyoboyo.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, ramalan-ramalan Jayabaya dijadikan sebuah pedoman untuk membaca masa depan bangsa. Bahkan secara kebetulan atau tidak, banyak ramalan Jayabaya yang ternyata benar-benar terjadi. Lalu apa sajakah ramalan Jayabaya yang benar-benar terjadi di Indonesia?

1. Hilangnya keramaian pasar tradisional

Ramalan Jayabaya yang benar-benar terjadi ialah soal hilangnya keramaian pasar tradisional. Dalam kitab Jongko Joyoboyo disebutkan dengan istilah pasar kelangan kumandhang atau pasar kehilangan suara. Ini bermaksud pasar tradisional kehilangan keramaiannya.

nurqanitah.blogspot.com

Hal tersebut nyatanya sekarang sudah terbukti, kini banyak orang enggan ke pasar tradisional dan lebih memilih dengan pasar modern seperti mall dan supermarket. Image pasar tradisional yang kumuh, becek, panas, dan persoalan gengsi menjadikannya kini mulai ditinggalkan masyarakat modern. Bahkan kini keberadaan pasar tradisional juga mendapatkan perhatian yang sangat minim dari pemerintah, beberapa diantaranya mungkin akan dialih fungsikan menjadi pasar modern.

2. Korupsi ada dimana-mana

Persoalan korupsi yang merajalela di Indonesia ternyata jauh-jauh hari sudah diprediksi oleh Raja Kediri ini. Dalam ramalan Jayabaya disebutkan  Akeh janji ora ditetepi, akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe, akeh pangkat sing jahat lan ganjil, akeh menungso mung ngutamakke duwit, lali kebecikan lali sanak lali kadang. Maksud dari ramalan tersebut ialah banyak janji yang tidak ditepati, banyak orang yang melanggar sumpahnya sendiri, dan banyak pejabat yang jahat dan ganjil, banyak orang yang mengutamakan uang dan melupakan kebaikan serta kekeluargaan.

damniloveindonesia.com

Hal itu secara tersirat mencerminkan bagaimana karakter para pejabat kita yang suka obral janji, melanggar sumpahnya sendiri dan melakukan tindakan kejahatan, dan meminggirkan nilai-nilai naluri kemanusiaan demi sebuah uang dan jabatan.

3. Terciptanya kereta api dan pesawat terbang

Ramalan Jayabaya selanjutnya ialah menceritakan jika suatu saat nanti, akan ada pesawat terbang dan kereta api. Hal ini dijelaskan dalam ungkapan Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran Tanah Jawa kalungan wesi, Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang, Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak. Ungkapan tersebut berarti jika sudah ada kereta tanpa kuda, jawa berkalung besi, perahu berjalan di udara, itu tandanya zaman Jayabaya sudah dekat.

pegipegi.com

Penafsiran dari ramalan tersebut ialah maksud dari kereta tanpa kuda berarti kereta api, jawa berkalung besi merupakan istilah untuk rel kereta, perahu berjalan di udara ialah pesawat terbang, dan maksud zaman Jayabaya sudah dekat ialah zaman akhir dunia sudah semakin dekat.

4. Pajak bumi dan pajak lainnya yang semakin marak

Ciri khas dari ramalan Jayabaya ialah meramalkan hal-hal yang berkaitan dengan alam, kondisi sosial masyarakat, dan pemerintahan. Salah satunya ialah ramalan tentang semakin merajalelanya pajak di Indonesia. Dalam ramalannya, Jayabaya menyebutkan Bumi saya suwe saya mengkeret. Sekilan bumi dipajeki.

ponjong.desa.id

Hal itu menjelaskan jika dunia semakin lama semakin kecil, ini mungkin berkaitan dengan semakin mudahnya kita mengetahui keadaan di satu belahan bumi manapun dengan sangat cepat melalui teknologi komunikasi. Selanjutnya Jayabaya menyebutkan sejengkal bumi harus dipajaki. Hal ini menggambarkan bagaimana pajak semakin merajalela. Bahkan tanah sejengkal saja harus dipajaki.

Ini merupakan realita saat yang terjadi saat ini, bagaimana kita setiap harinya tidak terlepas dari yang namanya pajak. Kita bayar listrik kena pajak, bayar surat kendaraan bermotor kena pajak, parkir motor kena pajak, belanja di mini market atau supermarket kena pajak PPN, beli rokok kena pajak cukai, dan yang pasti rumah kita harus dipajaki, yaitu pajak bangunan dan pajak bumi atau tanah.

5. Komersialisasi pendidikan

Komersialisasi pendidikan merupakan fenomena miris yang saat ini terjadi, tujuan siswa bersekolah atau kuliah bukan lagi soal ilmu yang bisa bermanfaat untuk masyarakat, nusa dan bangsa, namun kini lebih berorientasi pada dunia kerja. Hal inilah yang menjadikan dunia pendidikan bukan menjamin kepada peserta didiknya dengan ilmu, melainkan dengan pekerjaan.

benradits.wordpress.com

Mungkin kita sering melihat banner iklan sekolah atau kampus yang menawarkan langsung kerja setelah lulus. Selain itu biaya mendapatkan pendidikan juga tidak murah dan harus dibayarkan, artinya jika tidak ada uang kita tidak bisa sekolah. Persis seperti jual beli bukan? Hal itulah yang membuat dunia pendidikan dijadikan sektor bisnis. Dalam bahasa ramalan Jayabaya disebutkan dengan istilah akeh wong ngedol ngelmu.

6. Maraknya seks bebas

Dalam kitab Jongko Jayabaya disebutkan Wong wadon ilang kawirangane. Wong lanang ilang kaprawirane, akeh anak golek bapane. Maksud dari ungkapan tersebut ialah wanita akan hilang rasa malunya, dan laki-laki akan hilang kepemimpinannya, serta banyak anak yang baru lahir mencari ayahnya.

sayangtebuang.blogspot.com

Dengan demikian maksud yang terkandung dari ramalan tersebut ialah, semakin banyaknya perempuan yang tidak malu mengumbar aurat, banyaknya laki-laki yang tidak mau bertanggung jawab dengan perbuatannya, dan banyaknya anak yang lahir tanpa ayah kandung yang sah.

7. Pulau jawa akan sering terkena banjir

Entah secara kebetulan atau tidak, banjir yang terjadi di pulau jawa ternyata sudah diramalkan Jayabaya jauh hari sebelum jawa mengalami banyak banjir seperti saat ini. Jaya baya menyebutkan jika jawa akan mengalami suatu zaman air, saat itu air ada dimana-mana. Meskipun banjir tidak hanya terjadi di pulau jawa, namun banjir di pulau jawa merupakan banjir yang paling sering terjadi.

indo.wsj.com

Itulah tujuh ramalan Jayabaya yang saat ini sudah banyak terjadi ditengah-tengah kita. Terlepas dengan mendahului ketentuan Tuhan, ramalan Jayabaya ini setidaknya menjadi peringatan kita agar menjalani hidup dengan baik dengan semakin dekatnya zaman Jayabaya atau zaman akhir.

5k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penikmat Dunia, Perindu Surga,