Sebuah Refleksi: Euforia Raja Salman, Jangan Lupa dengan Nasib Nyawa Para Buruh Migran

Titip teman-teman buruh migran di Arab Tuan Salman!

Satu pekan ini media Indonesia ramai memberitakan tentang kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia. Kedatangan Raja Saudi ke Indonesia terasa istimewa, sebab orang nomor wahid di tanah Arab ini, membawa juga rombongannya sebanyak 1500 orang dengan fasilitas mewah, setelah 47 tahun yang lalu melakukan lawatan ke Indonesia. Rencananya Raja Salman akan berada di Indonesia dari tanggal 1-9 Maret 2017.

kunjungan raja salman ke indonesia
elshinta.com

Kedatangan Raja Salman ke Indonesia berhasil “menghipnotis” masyarakat Indonesia dengan sambutan yang positif tentunya. Pun sambutan dari pemerintah dan Presiden Indonesia yang sangat istimewa. Hubungan bilateral antara Indonesia dengan Arab Saudi memang bisa dikatakan cukup dekat, bahkan Soekarno selalu mengatakan kepada bangsa Arab jika masyarakat Arab dan Masyarakat Indonesia merupakan saudara.

Namun sejauh mana keromantisan hubungan kedua negara tersebut? Laiknya hubungan suami istri yang tidak melulu soal kesenangan, namun juga ada sisi persoalan pelik. Pun dengan hubungan Indonesia dan Arab Saudi, persoalan yang selalu menjadi PR serius pemerintah Indonesia ialah soal Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Arab Saudi.

intipesan.com

Mendekati peringatan International Women Day ,(IWD) pada 8 Maret nanti, ini merupakan momen yang tepat guna membahas para buruh migran wanita yang nasibnya diujung hukuman pancung di tanah Arab. Seharusnya persoalan ini yang harus kita sampaikan ke Tuan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Sebab persoalan buruh migran kita di Arab selain menyangkut persoalan hak asasi manusia, juga menyangkut harga diri bangsa Indonesia.

Arab Saudi merupakan salah satu negara paling banyak dikunjungi para pahlawan devisa kita, dikutip dari DetikFinance, pada tahun 2015 saja tercatat sebanyak 1,3 juta TKI ada di Arab Saudi. Sedangkan data yang didapatkan dari Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyebutkan, sepanjang tahun 2016 tercatat 1669 tenaga kerja kita diberangkatkan ke Arab Saudi, dan di tahun 2017 periode Januari saja sudah 518 TKI kita mengadu nasib ke negrinya King Salman.

beritabali.com

Persoalan yang kerap terjadi bagi tenaga kerja kita di Arab Saudi, khususnya tenaga kerja wanita ialah kekerasan, pelecehan seksual, tidak diberikan gaji, sampai hukuman mati yang diberikan kepada tenaga kerja kita. Data yang berhasil dihimpun belasan hingga puluhan tenaga kerja wanita kita sedang dituntut hukuman mati, beberapa diantaranya hanya menunggu eksekusi.

Statistik menunjukkan pada tahun 2015 sebanyak 37 WNI terancam hukum qisas di Arab Saudi. Satu diantaranya sudah dieksekusi mati yaitu Karni binti Medi Tarsim, TKW asal Brebes yang pada tahun 2015 dihukum pancung pemerintah Arab Saudi. Pada tahun yang  sama Zainab TKW asal Bangkalan Madura juga dieksekusi mati.

tempo.co

Terbaru ialah Kasus Rusmini TKW asal Indramayu yang pada tahun 2012 lalu dijatuhi hukuman mati, namun mendapatkan ampunan pada tahun 2015 dan digantikan dengan penjara 8 tahun dan 1200 cambukan, namuna akhir Januari 2017 yang lalu dikabarkan justru hukuman mati sudah direncanakan pemerintah Saudi.

Banyaknya kasus yang terjadi terhadap TKI kita di Arab, seharusnya inilah yang menjadi perhatian masyarakat saat King Salman berkunjung ke Indonesia. Sebab persoalan nyawa bukanlah persoalan yang sepele. Menjelang momen peringatan hari perempuan internasional juga masyarakat seharusnya memperhatikan nasib para tenaga kerja wanita kita yang nasibnya kini diujung pancung.

Facebook @RoyMurtadho

Perlindungan hukum dari pemerintah seharusnya mutlak diberikan sepenuh untuk para buruh migran kita. Sebab selama ini penghasilan pajak negara terbesar berasal dari para pahlawan devisa kita, yaitu TKI. Bahkan penghasilan pajak dari TKI jauh dari pajak yang diberikan perusahaan-perusahaan besar semacam freeport.

Terlepas dari euforia kedatangan Raja Salman ke Indonesia, semoga pemerintah dan masyarakat Indonesia tidak menutup mata dengan para buruh migran pahlawan devisa.

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Banyak Benarnya, Begini 8 Cara Membaca Bahasa Tubuh Wanita

Nyatanya Persahabatan Juga Bisa Terjalin Dari Pandangan Pertama, Ini Penjelasannya!