Putus Karena LDR Itu Bukan Soal Jarak yang Memisahkan, Tapi Kamu yang Nggak Tahan Godaan

Jarak nggak pantas menanggung kesalahanmu

Dalam hubungan cinta, kadang jarak harus menjadi bagian dari ujian yang benar-benar sulit dilakukan. Ketika cita-cita atau pekerjaan mewajibkanmu berpisah dengannya untuk sementara waktu, mampukah kesetiaanmu tetap menunggu dan bertahan?

Baca juga : Daripada Dijadikan Kelemahan, Akan Lebih Bijak Jadikan Mantan Sebagai Motivasi Menuju Kebahagiaan

Dengan adanya jarak itu, mampukah kamu menunggu dan bertahan? – pexels.com

Faktanya, hubungan jarak jauh adalah salah satu penyebab utama dari hilangnya perasaan cinta. Dari yang awalnya panas membara, berangsur mendingin dan mati. Hingga sering, banyak pasangan yang menyalahkan jarak atas hancurnya hubungan mereka.

Benarkah demikian? Benarkah jarak yang harus disalahkan dan menanggung semuanya? Sebenarnya tidak. Yang terjadi sebenarnya, mereka menggunakan alasan jarak semata-mata untuk menutupi penyebab utama dari runtuhnya kesetiaan, yaitu empat hal berikut ini.

Karena dia jauh jauh darimu, banyak orang yang kemudian berusaha mendekatimu

Di sinilah kesetiaanmu benar-benar diuji, sebenarnya. Tidak adanya dia di dekatmu, membuat banyak orang mengira kamu jomblo dan berusaha mendekati.

Sayangnya, kamu justru memilih untuk berbohong dan membuka hati untuk yang lain. – pexels.com

Namun alih-alih membentengi diri dengan mengatakan kalau ada seseorang yang menunggumu jauh di sana, kamu justru tergoda untuk berbohong, membuka hati, dan menginginkan perhatian nyata. Karena akui saja, kamu sudah bosan kan dengan romantisme dalam bentuk tulisan, suara, atau video call-an?

Dia yang susah dihubungi, akan kamu balas dengan perlakuan yang sama

Hal seperti ini sering terjadi dalam hubungan LDR. Tidak mau membalas pesan, enggan mengangkat telepon, dan malas menyapa duluan karena sebelumnya diperlakukan seperti itu. Makanya, ada semacam rencana untuk balas dendam di dalam pikiranmu.

Hingga kamu semakin bosan menanggapi apapun kabar dari dia yang jauh di sana. – pexels.com

Sebagai pelampiasan, kamu justru menanggapi dengan baik orang lain yang mulai rutin menghubungimu, yang tanpa menunggu lama langsung membalas setiap pesan yang kamu kirimkan padanya. Bahkan, tanpa ragu ngobrol lama via telepon dan melupakan pasanganmu yang sebenarnya.

Kamu pun akhirnya bosan terus-terusan pacaran dengan smartphone

Selama LDR, smartphone adalah satu-satunya sarana yang bisa kamu gunakan untuk tetap berhubungan dengannya. Pada awalnya sih tidak masalah, tapi lama-kelamaan kamu pasti akan merasa jenuh juga. Kamu merasa seperti orang aneh, yang mau saja berpacaran dengan benda mati.

Dan merasa aneh karena selalu saja bermesraan dengan benda mati bernama smartphone itu. – pexels.com

Sampai akhirnya, kamu tergoda untuk berpikir seperti ini: cinta itu adalah tentang intensitas pertemuan. Semakin jarang bertemu, maka akan semakin tipis juga rasa cintamu.

Namun sepertinya, kamu harus mengoreksi asumsimu itu. Karena walau bagaimana pun, cinta terlepas cinta, terlepas dari adanya jarak yang memisahkan atau tidak. Dan kamu tidak harus melepaskannya, melainkan berusaha keras untuk mempertahankan.

Namun itu hanya bisa kamu lakukan, kalau kamu tidak tergoda untuk menerima godaan.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: “Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal.”

Dari Harganya Sangat Murah Sampai Tampilannya yang Sama. Inilah 5 Alasan Produk KW di Indonesia Laku Keras

Nggak Cuma Perlambang Doa dan Harapan, Nama Juga Bisa Jadi Penentu Kesuksesan