Faktanya Putus Baik-baik Bukan Cuma Mitos Belaka, Ini 4 Tandanya!

“Kalau baik-baik ngapain putus?” yang bilang gini berati nggak paham arti putus baik-baik!

326
SHARES

Cinta yang tak berhasil ke pelaminan pasti menyisakan luka. Meskipun hanya sedikit, yang namanya luka pasti terasa perih. Oleh karena itu terkadang orang-orang tak percaya bahwa putus baik-baik benar0benar ada di kehidupan nyata. “Kalau baik-baik ngapain putus?”, entah kenapa pertanyaan ini selalu menjadi sangkalan. Padahal jika didalami, maknanya sungguh berbeda dengan konsep ‘putus baik-baik’.


Putus baik-baik (cnbc.com)

Mempertahankan hubungan baik-baik bukanlah hal yang mudah. Kalau akhirnya putus tentu ada sesuatu yang nggak baik-baik saja. Tapi bukan disini maksud dari putus baik-baik. Banyak orang yang “drama” setelah putus sama pacar. Nangis berhari-hari, meratapi kisah dengan sejuta penyesalan, hingga tak mau melihat lagi wajah sang mantan.

Jika sudah seperti itu, “putus baik-baik” memang hanya sebuah mitos belaka. Padahal sungguh ada di dunia nyata, jika 4 hal ini yang kamu alami saat putus sama pacar artinya kamu putus dengan baik-baik.

1. Alasannya jelas diiringi pertimbangan yang sangat matang

Kamu tau dengan pasti alasan apa yang menyebabkan hubungan kalian tidak baik-baik saja. Kamu sudah melalui pertimbangan yang cukup panjang sebelum akhirnya memilih perpisahan. Tentu saja baik dan buruknya juga sudah kamu pertimbangkan dengan matang.

Alasannya jelas (beirutnightlife.com)

Kamu juga sudah memikirkan bagaimana untuk mengatakannya dan memilih waktu yang paling tepat. Semuanya sudah kamu persiapkan dengan baik dan serba hati-hati. Karena keputusan yang kamu ambil ini bukan karena emosi ataupun ego sesaat yang menyesatkan, kamu memiliki kemantapan hati.

2. Berakhir tanpa drama

Kebanyakan pasangan yang putus karena emosi maupun ego sesaat pasti menimbulkan drama setelah hubungan berakhir. Banyak hal mengganjal yang bikin nggak nyaman setelah perpisahan. Nangis berhari-hari, pasang status galau, hingga buru-buru cari pelampiasan menjadi beberapa indikasinya.

Berakhir tanpa drama (msecnd.net)

Nah jika setelah putus seseorang terlihat baik-baik saja ataupun adem ayem tanpa masalah, kemungkinan dia putus dengan baik-baik. Mereka hanya tak pernah lagi terlihat bersama. Selebihnya tak ada perbedaan, apalagi drama.

3. Semua dilandasi dengan kejujuran

Putus baik-baik bukan berati kamu berpura-pura baik untuk menutupi sesuatu yang salah atau kehancuran hubungan. Justru kamu harus menyampaikan segala macam unek-unek maupun persoalan dengan sejujur-jujurnya tanpa ada satupun yang ditutupi.

Diungkapkan dengan jujur (philly.com)

Baik-baik yang dimaksud di sini adalah caramu menyampaikannya ke pasangan, bukan tentang apa yang disampaikan. Karena bagaimanapun juga, alasan apapun yang disampaikan akan terasa menyakitkan.

4. Bersikap realistis sesuai keadaan

“Kita putus ya, tapi aku masih jadi temen kamu kok”

“Meskipun kita putus, aku masihsama kaya dulu yang perhatian sama kamu”

Kamu percaya semua basa-basi ini? Sudahlah, kalau memang putus ya putus saja. Tak usah bertele-tele dengan mengatakan masih berteman, masih memberi perhatian, ataupun memberi harapan bisa balikan.

Bersikap realistis (huffpost.com)

Meskipun putusnya secara baik-baik, kamu masih harus tetap realistis. Hilangkan semua kebiasaan saat kalian masih pacaran. Mulailah hidup baru dan langkahmu untuk segera move on.

Beneran deh, putus baik-baik memang ada di kehidupan nyata. Sekali lagi putus baik-baik bukan berati nggak ada masalah. Putus baik-baik lebih kepada bagaimana kamu menyampaikan keputusan untuk berpisah dengan sebaik mungkin sehingga tak ada lagi masalah ketika tak lagi bersama.

326
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

"You can if you think you can"