Faktanya, Manusia Memang Butuh Puasa Untuk Meningkatkan Kecerdasan!

Pengen lebih cerdas? Puasa aja

446
SHARES

Bagi umat muslim, puasa menjadi sebuah kewajiban apalagi di bulan Ramadan. Di luar bulan Ramadan, puasa juga dianjurkan untuk rutin dilakukan. Tak hanya muslim, nyatanya puasa juga dilakukan oleh umat beragama lain meskipun dalam tata cara yang berbeda. Anjuran untuk melakukan puasa ini bukan tanpa alasan, karena faktanya puasa tak hanya baik bagi kesehatan tapi juga bagi aspek lain termasuk kecerdasan.

Puasa meningkatkan kecerdasan (hadiqotululum.com)

Salah seorang profesor ilmu saraf di Johns Hopkins School of Medicine, Mark Mattson, menjelaskan hasil penelitiannya tentang hubungan antara asupan kalori dengan fungsi otak. Asupan kalori ini juga dikaitkan dengan puasa. Penelitian inilah yang kemudian menjadi bukti ilmiah bahwa puasa tak hanya baik bagi kesehatan tapi juga bisa mencerdaskan!

1. Kalori berlebihan tak baik bagi otak

Tubuh manusia membutuhkan kalori yang bisa didapatkan dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Jumlah kalori ini berbeda setiap individu tergantung dengan kondisi tubuh dan kesehatan. Tapi terkadang, jumlah asupan kalori yang didapat setiap hari lebih dari yang dianjurkan. Kelebihan kalori ini tak hanya membuat badan gendut tapi juga tak baik bagi kesehatan otak.

Kalori berlebih tak baik bagi otak (qzprod.files.wordpress.com)

Kelebihan kalori membuat tubuh tidak memiliki kesempatan untuk menghabiskan glikogen, atau glukosa yang disimpan di hati, sehingga keton tidak diproduksi. Keton sendiri merupakan bahan kimia asam yang digunakan otak sebagai energi. Nah ketika seseorang puasa, tubuh akan menghabiskan sisa glikogen dan kemudian memproduksi keton. Inilah alasan kenapa terkadang kamu bisa berpikir lebih jernih justru ketika kamu sedang puasa.

2. Jangan cuma mengurangi jumlah asupan makanan, berpuasalah!

Untuk mengurangi jumlah kalori, mengurangi jumlah asupan makanan saja tidak cukup. Menurut penjelasan dari Mattson, setiap kali kamu makan, glukosa disimpan di hati sebagai glikogen. Glikogen ini membutuhkan waktu 10 hingga 12 jam agar bisa tercerna sempurna.

Jangan cuma mengurangi jumlah asupan makanan, berpuasalah (fastcompany.com)

Setelah glikogen tercerna semuanya, tubuh mulai membakar lemak yang kemudian diubah menjadi keton. Keton inilah yang kemudian menyebarkan perubahan positif dalam struktur sinapsis. Hal ini akan sangat baik bagi pembelajaran, memori otak dan juga kesehatan otak secara keseluruhan.

3. Nyatanya, puasa bisa mencerdaskan

Saat puasa, jangan sampai kamu malas berpikir. Justru kamu harus melatih dan menantang otak. Ketika otak ditantang dengan aktivitas fisik, tugas kognitif hingga pembatasan kalori, maka tubuh akan menghasilkan protein yang disebut dengan Brain-derived Neurotrophic Factor (BDNF).

Nyatanya, puasa bisa mencerdaskan (squarespace.com)

Protein ini merupakan faktor neurotropika yang diturunkan dari otak. Tak hanya memperkuat koneksi saraf, protein BDNF juga dapat meningkatkan produksi neuron baru. Tak hanya itu, BDNF juga memiliki efek anti-depresan.

4. Tak hanya mencerdaskan, puasa bisa sembuhkan penyakit otak

Penjelasan di atas sepertinya sudah cukup mewakili bahwa puasa memang sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan otak. Tapi tak cukup itu, puasa juga bisa menyembuhkan penyakit otak. Puasa dapat membantu memperbaiki hubungan saraf di hippocampus sekaligus melindungi otak dari akumulasi plak amyloid. Plak amyloid ini lazimnya ditemukan pada orang yang menderita penyakit alzheimer.

Menyembuhkan penyakit otak (ukcareguide.co.uk)

Puasa menjadi tantangan bagi otak. Hasilnya, otak akan bereaksi dengan mengaktifkan respons stres adaptif yang akan membantu mengatasi penyakit. Dengan kata lain, puasa bisa membantumu melindungi otak dari berbagai penyakir seperti alzheimer. Bahkan jika sudah terlanjur, puasa bisa membantu menyembuhkan. Tentu saja harus didukung dengan pengobatan lainnya.

Sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa puasa mengandung sejuta manfaat. Seperti menjaga kesehatan, mencerdaskan otak hingga membuatmu panjang umur. Jadi, kuat-kuatin puasanya ya!

446
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Author Erinda

"You can if you think you can"