Jika Tahu Proses Pembuatan Saus Seperti Ini, Yakin Masih Mau Makan Saus Merk Sembarangan?

Jangan tergiur suas harga murah, namun proses pembuatannya bikin kita mau muntah!

Bagi kebanyakan maysarakat Indonesia, saus merupakan pelengkap makanan yang hukumnya wajib di meja makan. Terlebih bagi penyuka makanan mie ayam, bakso, siomay, dan jajanan lainnya yang memang tidak akan terasa sempurna tanpa kehadiran saus.

Bagi sebagian orang saus merupakan pelengkap makanan yang wajib ada (naifuta.blogspot.co.id)

Tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap masakan pedas, khususnya saus, membuat produsen saus menjamur dimana-mana. Dari mulai saus yang bermerk terkenal, sampai saus bermerk abal-abal banyak tersebar di pasaran. Namun sepertinya kamu perlu hati-hati jika makan saus dengan merk sembarangan. Sebab kemungkinan besar saus seperti ini dibuat dengan proses yang “menjijikan”.

Bahan-bahan komposisi pembuatan saus banyak dari cabai busuk dan tomat busuk

Untuk memperoleh keuntungan yang melimpah, tidak jarang oknum pembuat saus menggunakan bahan baku saus dengan kualitas yang sangat jelek. Bahkan bisa dikatakan bahan baku pembuatan saus seperti cabai dan tomat sudah tidak layak konsumsi. Hal ini dilakukan karena cabai busuk tentu harganya jauh lebih murahdibandingkan dengan cabai dan tomat segar.

Terbuat dari cabai busuk dan tomat busuk yang tidak layak konsumsi (youtube.com)

Cabai dan tomat busuk tentu bisa menjadi sarang bakteri pemicu penyakit. Bayangkan saja, jika baketri-bakteri tersebut setiap saat masuk ke dalam tubuh kamu. Tentu hal tersebut akan menimbulkan berbagai penyakit tubuh yang serius. Tentu kamu tidak mau kan, bahan makanan yang seharusnya ada di ting sampah masuk ke dalam perut kamu.

Alat produksi seadanya dan jauh dari kata higienis

Tidak hanya bahan bakunya yang tidak sehat, alat produksi yang digunakan untuk membuat saus merk abal-abal juga menggunakan peralatan yang sangat tidak dianjurkan loh. Untuk mengolah semua bahan, mereka menggunakan potongan drum bekas. Bisa dibayangin kan berapa juta bakteri yang ada di tempat drum bekas tersebut?

Menggunakan drum bekas sebagai alat produksi (rumpibanget.com)

Selain itu, peralatan mesin yang digunakan juga bukan menggunakan mesin canggih buatan jepang yang higienis dan memang direkomendasikan untuk produksi makanan. Mereka hanya menggunakan mesin diesel biasa yang biasa digunakan oleh petani untuk mengairi lahannya atau digunakan oleh nelayan tradisional untuk melaut.

Proses pembuatan yang sangat “menjijikan”

Proses pembuatannya dengan diinjak-injak (youtube.com)

Pernah kebayang tidak jika saus yang kamu makan tadinya diinjak-injak dengan menggunakan kaki telanjang oleh si pembuatnya? Itulah yang terjadi saat proses pembuatan saus merk abal-abal. Dengan tanpa menggunakan pelindung kaki, mereka menginjak-injak bahan saus agar bisa tercampur rata.

Agar terlihat lebih segar, bahan kimia berbahaya pun tidak jarang digunakan

Karena menggunakan bahan baku busuk, maka warna asli dari saus merk abal-abal ini pun cenderung berwarna merah kehitaman, dan tidak terlihat segar. Agar saus terlihat seperti menggunakan bahan baku segar, maka para oknum pembuat saus abal-abal ini tidak segan-segan menggunakan bahan pewarna kimia yang sangat berbahaya untuk tubuh.

Oknum pembuat saus abal-abal menggunakan bahan kimia (youtube.com)

Bahan pewarna kimia yang digunakan sedianya bukan untuk pengolahan makanan. Hal ini jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang bisa mengakibatkan penyakit kronis seperi kanker dan gangguan fungsi hati.

Bijak memilih produk makanan

Agar terhindar dari saus berbahaya tersebut, sebagai konsumen kita hendaknya selektif dan teliti dalam memilih makanan yang hendak kita makan. Pilihlah saus yang merk nya sudah diakui kebersihannya dan dijamin proses pembuatannya.

Sebagai konsumen kita perlu bijak memilih saus (kumparan.com)

Jika kamu sudah berlangganan warung bakso atau mie ayam, kamu bisa meminta si penjual untuk menggunakan saus yang sudah bermerk asli, bukan saus abal-abal.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Bukan Belanda, Tapi Turki yang Seharusnya Berjuluk Negara Bunga Tulip

Fenomena Polisi Cepek: Kadang Sebel, Kadang Butuh, dan Ternyata Menguntungkan