Inspiratif, Pria Ini Mampu Mengolah Limbah Kayu Menjadi Kerajinan Beromset Ratusan Juta Per Tahun!

Kesuksesan bisa datang dari mana saja termasuk dari limbah, bagaimana kisahnya ya?

Ada banyak sekali jalan untuk menuju kesuksesan, salah satunya bahkan berasal dari limbah. Adalah Suherman, pengrajin asal Serang ini berhasil memanfaatkan limbah mebel milik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, Mill (IKS) menjadi berbagai macam kerajinan dengan untung yang menggiurkan. Bagaimana kisahnya?

Melansir dari helloriau, usaha yang digeluti Suherman ini bermula dari tahun 2017. Saat itu ia mendapatkan kesempatan untuk mengikuti proses pengadaan dari IKS yang sedang mencari vendor tambahan guna mengolah sisa produksi. Limbah tersebut berupa kayu sisa peti kemas menjadi mebel untuk kegiatan CSR.

Limbah kayu (student.unud.ac.id)

Suherman kemudian menawarkan diri kepada IKS untuk mengolah kayu-kayu kecil sisa mebel yang lebih mudah untuk dibawanya ke workshop. Untuk mendapatkan kepercayaan perusahaan, Suherman membawa sebuah kandang burung yang pernah dibuatnya. Karya tersebut kemudian disukai oleh IKS hingga kemudian memberikan sejumlah tantangan untuk membuat kerajinan seni lainnya.

Ia kemudian bersama dengan Komunitas Cipta Handycraft Innovation Product (CHIP) mendapatkan kepercayaan untuk mengolah kayu sisa mebel menjadi berbagai macam kerajinan seni. Dengan dukungan dari IKS, komunitas ini terus berkembang hingga kini memiliki 12 anggota yang mampu memproduksi ribuan barang setiap bulannya.

Siapa yang menyangka, barang hasil karya Suherman dan teman-teman mendapatkan tanggapan positif dari banyak pihak. Ia bahkan mampu menjual barang kerajinan ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bali, Lampung dan juga beberapa kota besar lain. Apresiasi juga didapatkan dari pemerintah, pejabat daerah, industri hingga kementrian.

Suherman (halloriau.com)

Meski usaha kerajinan ini baru berdiri awal 2017 lalu, Suherman dan kawan-kawan mampu menghasilkan keuntungan yang cukup banyak. Menurutnya, terdapat perubahan signifikan terhadap omzet usahanya sebelum dan sesudah menerima manfaat dari IKS. Perbedaan tersebut terbilang cukup banyak. Jika sebelumnya omzet maksimal komunitas hanya berkisar antara 15-20 juta perbulan, kini bisa mencapai 50-100 juta.

Keberhasilan usaha Komunitas CHIP juga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan anggotanya yang terdiri dari berbagai latar belakang profesi seperti tukang kayu, fotografer, musisi, mahasiswa, hingga Ibu rumah tangga. Setiap anggota mampu mendapatkan penghasilan tambahan yang beragam tergantung dengan banyaknya kerajinan yang mereka hasilkan. Jika mereka rajin, penghasilan tersebut bisa sesuai dengan UMR Provinsi Banten.

Nah itulah Suherman, ia mampu memanfaatkan limbah menjadi sebuah bisnis yang cukup berhasil dengan keuntungan besar. Hal ini membuktikan bahwa kesuksesan bisa datang dari mana saja selama mau berusaha dan terus berdoa. Semoga setelah ini kesuksesan ada di tanganmu ya!

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *