Menikah dan Wisuda, Dua Pesta yang Berbeda Namun Memiliki “Rasa” yang Sama

Kamu yang sudah pernah menikah atau wisuda pasti pernah merasakan hal ini.

Pernah dengan hubungan antara menikah dengan wisuda? Mungkin secara normatif keduanya tidak ada hubungannya sama sekali, kecuali mereka yang menunggu wisuda kemudian menikah, tentu menikah dengan wisuda ada hubungannya. Pesta pernikahan dengan pesta wisuda merupakan dua pesta yang berbeda, namun siapa keduanya memiliki “rasa” yang sama bagi para mereka yang sudah melaluinya.

star-najla.blogspot.com

Meskipun tidak semua orang yang wisuda dan menikah merasakan hal-hal berikut, namun kebanyakan orang merasakannya. Nah, inilah beberapa persamaan antara pernikahan dan wisuda yang bisa kamu rasakan jika sudah melaluinya.

1. Sama-sama dicapai perlu pengorbanan dan perjuangan.

Tanpa perjuangan dan pengorbanan, pernikahan maupun wisuda hanyalah sebuah angan-angan dan keinginan semata. Kedua acara ini harus didapatkan dengan pengorbanan dan peruangan yang tidak mudah. Bagi perjuangan menikah kita harus melalui perjuangan cinta, meyakinkan diri untuk menghabiskan sisa hidup dengan orang yang akan menikah dengan kita merupakan sebuah perjuangan yang tidak mudah.

thebridedept.com

Untuk pengorbanan dan perjuangan mencapai wisuda pun tidak kalah berat, paling cepat tiga tahun kamu menghabiskan waktu fikiran, tenaga, dan uang untuk bisa menikmati acara wisuda. Terlebih dengan perjuangan menyelesaikan skripsi. Mungkin buat kamu yang sudah merasakanannya pasti setuju jika skripsi merupakan perjuangan terberat.

2. Konon keduanya sama, masa sukanya tidak bertahan lama. setelah itu datanglah masa menjemukan.

Mungkin kamu pernah dengar, masa bahagia pernikahan ialah saat pesta dan saat malam pertama hingga satu tahun pertama, setelah itu melangkah satu tahun kedua kebahagiaan pernikahan sudah mulai berkurang namun digantikan dengan kebahagiaan mendapatkan momongan.

Namun terlepas dari itu, pasangan suami istri juga dihadapkan dengan persoalan yang cukup menjemukan. Beradaptasi dengan status baru, kehidupan baru, mengurus hal-hal baru, dan tanggung jawab baru merupakan masa-masa yang menjemukan bagi pasangan suami istri. Terlebih dengan harus menerima keadaan fisik bagi perempuan yang sudah punya anak.

sayidaty.net

Pun dengan masa wisuda, bahkan wisuda lebih cepat berganti masa membahagiakannya. Sebab setelah wisuda kita akan mulai di kehidupan nyata dengan terjun di masyarakat. Kita siap menerima segara omongan dari kanan dan kiri terkait status kita yang sudah menjadi sarjana. Pekerjaan, pengetahuan, dan menjadi panutan akan memberikan tantangan tersendiri setelah kamu wisuda.

3. Keduanya memiliki kesamaan soal waktu, tidak perlu cepat yang penting tepat waktu.

Pernikahan dan wisuda memiliki kesamaan soal waktu, tidak perlu cepat waktu yang penting tepat waktu. Yah, pernikahan dan wisuda bukanlah ajang perlombaan untuk mendapatkannya dengan tercepat. Meskipun jika mendapatkan dengan cepat menjadi nilai plus, namun itu bukan tujuan utama bahkan tidak begitu penting.

president.ac.id

Yang terpenting ialah ketepatan waktunya, banyak yang lulus cepat namun akhirnya menganggur lama karena saat itu tidak ada lowongan pekerjaan, banyak juga yang baru lulus sehari langsung mendapatkan pekerjaan. Pun dengan pernikahan, banyak yang nikah dengan cepat ternyata hubungannya tidak bertahan lama, karena keduanya belum saling mengenal sepenuhnya. Dan mereka yang menikah dengan santai ternyata bisa bertahan lama bahkan sampai ajal menjemput.

4. Menikah dan wisuda sama-sama menjadi pintu masuk ke dunia baru.

Saat kamu sudah melalui pernikahan dan wisuda, kamu sudah menyandang status baru. Status baru yang kamu terima ketika sudah menikah ialah menjadi suami atau istri, sedangkan status baru untuk kamu yang sudah wisuda ialah sarjana dan orang yang berpendidikan. Keduanya sama-sama memberikan status baru dan tanggung jawab baru.

videoartindonesia.com

Jika suami istri bertanggung jawab terhadap pasangannya masing-masing, maka sebagai seorang sarjana kamu juga bertanggung jawab terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitar kamu. Kehadiran kamu sebagai seorang sarjana tentu dinanti-nantikan masyarakat untuk memberikan inovasi dan sumbangsih sebagai pengamalan ilmu yang kamu dapatkan.

5. Hari itu berasa sangat istimewa dan merupakan moment spesial dengan hadirnya para sahabat dan keluarga untuk mengucapkan selamat.

Pernikahan dan wisuda merupakan momen spesial dalam hidup kamu, di hari itu kamu akan melepaskan segala beban yang selama ini berada di pundakmu. Moment spesial tersebut lebih sempurna dengan hadirnya orang-orang terdekatmu, dari keluarga, sahabat, dan kerabat. Begitu spesialnya kedua moment tersebut hingga “haram” hukumnya untuk tidak membingkainya dalam sebuah album kenangan.

youtube.com

Itulah beberapa persamaan antara pesta pernikahan dengan acara wisuda. meskipun tidak semua orang merasakan akan hal itu, namun sekali lagi mayoritas dari mereka yang telah melalui kedua hal tersebut merasakan akan hal itu.

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *