Microlibrary, Perpustakaan Level Kelurahan di Bandung yang Kini Mendunia

Bandung keren, euy!

Sekilas, Microlibrary (Microlib) atau perpustakaan kelurahan di Taman Bima, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Bandung, Jawa Barat ini tidak terlihat seperti sebuah gedung perpustakaan. Namun dengan adanya 2.000 ember es krim bekas yang disusun rapi membentuk kode binari dengan pesan “Buku adalah jendela dunia”, jelas gedung ini merupakan tempat menimba ilmu yang luar biasa.

Gedung perpustakaan Microlib dengan desain arsitekturnya yang luar biasa. – star2.com

Proyek luar biasa dari 10 arsitek

Microlib dirancang oleh 10 arsitek dari SHAU Architecture & Urbanism yang berkantor di Bandung, juga di Jerman dan Belanda. Mereka adalah Florian Heinzelmann, Daliana Suryawinata, Yogi Ferdinand bersama Rizki Supratman, Roland Tejo Prayitno, Aditya Kusuma, Octavia Tunggal, Timmy Haryanto, Telesilla Bristogianni, dan Margaret Jo.

Proyek Microlib dikerjakan oleh 10 arsitek dari SHAU. – shau.nl

Namun bukan hanya para arsitek dari SHAU itu saja yang berperan dalam kesuksesan Microlib, karena proyek ini juga dibangun bersama dengan Pusat Sumber Belajar (PSB), Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, dengan SHAU Architecture & Urbanism, Dompet Dhuafa Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Bandung. Pengembangnya Yogi Pribadi dan Pramesti Sudjati, perancangan sign system oleh Nusae, dan didukung juga oleh Urbane Community serta Indonesian Diaspora Foundation.

Memenangi The Architizer A+Awards

Ember-ember bekas yang dipasang di Microlib ternyata bukan sekadar untuk menyampaikan pesan dan mempercantik pemandangan saja, namun juga untuk mempermudah sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari ke dalam ruangan sehingga hemat energi. Dengan kata lain, gedung ini tidak membutuhkan pendingin ruangan dan lampu di siang hari. Ini adalah ide arsitektur unik yang diakui sebagai yang pertama di Indonesia dan dunia.

Ember-ember bekas yang digunakan mempunyai fungsi sebagai pengganti pendingin ruangan dan lampu penerangan. – inhabitat.com

Sebagai bukti nyata, Microlib berhasil memenangkan The Architizer A+Awards untuk kategori Concepts-Architecture +Community. Architizer A+Awards merupakan program tahunan untuk mempromosikan karya arsitektur dan desain produk terbaik dari seluruh dunia.

Mengingatkan kita pada teror bom panci

Microlib dipilih sebagai yang terbaik oleh juri maupun pengunjung situs Architizer A+Awards yang beralamat di Architizer.com. Ini adalah situs komunitas online arsitektur terbesar di dunia, dengan rata-rata tiga juta pengunjung per bulan. Jurinya sendiri terdiri dari 400 orang dari berbagai bidang ilmu yang relevan, mulai dari fesyen, penerbitan, desain produk, dan juga para pengembang.

Dengan pencapaian luar biasa yang berhasil diraih oleh Microlib itu, seharusnya kamu sebagai warga Kecamatan Cicendo maupun warga Bandung secara umum, wajib bangga. Dan bagi kamu yang di luar Bandung namun penasaran dengan keunikan gedung perpustakaan ini, bisa langsung ke Taman Bima, Bandung, kurang lebih 100 meter dari Kantor Kelurahan Arjuna, yang beberapa waktu lalu menjadi viral karena kasus bom panci.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, kita sudah memasuki era digital. Hanya tinggal menunggu waktu untuk migrasi total dari buku kertas ke e-book. Maka, mampukah gedung perpustakaan klasik seperti Microlib bertahan sampai ke era anak-cucu kita?

Hmm.. kira-kira kamu mau jawab apa?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Soal Cinta Pada Pandangan Pertama, Fakta Atau Hanya Gombalan Semata?

Menggosip: Perbuatan Dosa yang Untungnya Tidak Membatalkan Puasa