Perpisahan Adalah Upacara Menyambut Hari-Hari Penuh Rindu

Karena perpisahan juga perlu dirayakan, bukan ditangisi

Kata orang, semua yang bertemu pasti akan berpisah. Jika tidak selamanya, maka sementara saja. Meski kita semua mengetahui hal ini, namun tetap saja kita menghadapi perpisahan dengan berat hati. Apalagi jika perpisahan tersebut adalah perpisahan dengan mereka yang kita kasihi. Kian berat saja rasanya.

Tapi setidaknya kita juga mesti tabah, karena saat Tuhan menciptakan perpisahan, maka Ia juga membuka pintu lebar-lebar untuk menerima rentetan doa-doa tentang pertemuan yang antri untuk dikabulkan. Ya, karena perpisahan sejatinya adalah sebuah upacara untuk menyambut hari-hari penuh rindu.

Merayakan perpisahan

Setiap insan punya caranya sendiri dalam memaknai perpisahan, entah itu perpisahan orang tua dengan anaknya yang akan merantau, sepasang kekasih yang dipisahkan lautan, atau perpisahan sekelompok sahabat setelah usai menuntaskan sekolahnya. Oleh karenanya, masing-masing punya ‘upacaranya’ sendiri yang tentu tidak bisa kita sama-ratakan.

Perpisahan tak hanya jadi milik mereka yang bercinta, namun juga para sahabat yang berpisah untuk menempuh jalannya masing-masing (pikiran-rakyat.com)

Bagi pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh, malam akan terasa syahdu dengan percakapan melalui telepon genggam atau video call, mengobati kerinduan yang membuancah akibat dipisahkan jarak. Begitu pula bagi para orang tua yang merelakan anaknya merantau untuk menempuh pendidikan atau pekerjaan. Tiada lagi tawa canda yang selalu terdengar selama ini di meja makan, tidak ada lagi perut-perut yang perlu dikenyangkan dengan masakan ibunda tercinta. Setidaknya untuk sementara waktu.

Bagaimanapun juga, selama perpisahan itu bersifat sementara, maka tak perlu kita bersedih hati. Jika Baginda Nabi saja mengajak umatnya menuntut ilmu hingga negeri China sekalipun, maka apalah arti jarak di masa kini yang kian menyempit dan terus menyempit?

Doa kadang jadi penyembuh yang baik akibat luka-luka yang disebabkan oleh perpisahan (alanrudnick.org)

Betul bahwa ada kerinduan-kerinduan yang tak bisa dibungkam, ada tangis haru mendamba perjumpaan, namun ada juga doa-doa penyemangat yang mampu menghantarkan kekuatan. Oleh karenanya, bersabarlah kalian yang mendapati perpisahan, dan yakinlah bahwa ini memang hanya upacara kecil dalam merayakan kerinduan. Sebab tanpa berpisah, niscaya kita tak akan pernah mengenal rasa rindu.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *