Percayalah, Setiap Perpisahan Ialah Kesempatan Terbaik untuk Memperbaiki Diri

Kamu, silahkan baca dan pahami

Banyak yang bilang, perpisahan itu adalah akhir dari segalanya. Makanya, banyak orang yang kemudian begitu takut menemuinya, atau minimal menaruh pilihan itu di daftar terakhir dari rencana hidup mereka. Namun, pernahkah kamu berpikir bahwa perpisahan merupakan kesempatan terbaik dalam hidup untuk memperbaiki diri? Pasti belum pernah, kan?

Baca juga : Apapun Alasannya Selingkuh Tidak Dibenarkan. Berhentilah Mengganggu Hubungan Orang!

Kamu pasti adalah salah satu orang yang yakin bahwa perpisahan adalah akhir dari segalanya. | loveparadiseforyou.com

Dengan menulis ini, bukan berarti saya bisa sepenuhnya memperbaiki diri setiap kali berpisah dengan seseorang, sesuatu, atau apapun itu. Seperti halnya kamu, saya pun kadang masih saja memaki, kemudian menyesali keputusan yang entah mengapa bisa saya ambil itu. Lebih bodoh, dengan sangat sadar saya menyadari bahwa itu bukanlah sebuah tindakan yang membuat diri saya berkembang.

Semua perpisahan itu bersifat sama

Dalam lingkup media sosial, banyak juga yang justru terang-terangan memanjakan rasa galau, dengan curhat dan nyetatus galau, misalnya. Atau sengaja membuat diri sendiri semakin sedih dengan mendengarkan lagu melow atau nonton film bertema patah hati. Ada lagi yang bertingkah konyol seperti membaca-baca lagi chat dari mantan.

Banyak orang yang sekarang justru memanjakan rasa galau di media sosial. | pexels.com

Namun, perpisahan yang saya maksud di sini bukan hanya berarti putus dengan mantan. Perpisahan yang saya maksud di sini bersifat universal, seperti kehilangan pekerjaan, atau kehilangan uang yang kamu simpan. Karena semua perpisahan itu bersifat sama, sebenarnya: selalu menghadirkan hal baik yang pada akhirnya akan kamu terima.

Garis start yang baru

Kalau sekarang kamu sedang dilanda kesedihan mendalam akibat perpisahan, coba lihat kondisimu itu dari sisi lain dan pahami ini: semua akan berpisah pada waktunya. Ya, semua akan mengundurkan diri pada waktunya. Setiap dari kita punya jalan masing-masing dalam menjalani kehidupan, meskipun sekali lagi, tidak ada yang benar-benar siap menghadapi perpisahan.

Pahami bahwa, semua akan berpisah pada waktunya. | pexels.com

Yang kemudian harus kamu lakukan hanyalah menerima dan belajar ikhlas. Mengingat bahwa setiap akhir adalah garis start yang baru. Jika kamu belum siap untuk kembali berlari, setidaknya buatlah dirimu lebih kuat untuk menghadapi tantangan selanjutnya. Dan menyalahkan orang lain, tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah, apalagi memperbaikinya.

Yang pasti adalah ketidakpastian

Saya sadar bahwa apa yang saya katakan ini tidak lebih dari teori yang memang mudah untuk dijabarkan. Namun prakteknya? Ya, saya pun paham kalau itu sulit dijalankan. Namun karena sulit itu bukan berarti mustahil, dan kamu pasti bukanlah orang yang ingin selamanya tenggelam dalam kesedihan yang membuatmu tak berkembang, apa salahnya mencoba sesuatu yang sulit itu?

Mencoba sesuatu yang sulit itu adalah hal yang baik. | pexels.com

Toh perpisahan itu bukan berarti kegagalan. Jadi, anggap saja kamu dan orang yang berpisah denganmu itu harus menuju garis hidup yang berbeda, yang jauh lebih baik tentu saja. Karena satu-satunya yang pasti dalam kehidupan ini adalah ketidakpastian. Maka, bersiaplah untuk hal-hal tak terduga yang akan selalu hadir dalam hidupmu. Jangan sampai, karena ketidaksiapan, hidupmu di masa depan justru menjadi berantakan, tidak karuan.

Ingat sekali lagi, perpisahan itu bisa terjadi kapan saja. Jadi agar kamu tidak terlalu tenggelam dalam kesedihan, belajarlah membuat dirimu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan begitu, setidaknya, kamu tidak lagi punya kebiasaan membuang waktu dengan sia-sia.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Buat Kamu yang Bertanya-Tanya, Kira-Kira Seperti Ini Rasanya Menikah Setelah Pacaran Lama

Karena Kamu Maruk dan Sekian Alasan Kenapa Puasa Malah Bikin Tambah Gemuk