Perokok Aktif Jauh Lebih Bodoh Daripada yang Pasif, Bener Nggak? Ini Hasil Penelitiannya

Hmmmm,,,, meskipun berdampak buruk bagi kesehatan dan kecerdasan, tapi kok masih banyak yang konsumsi yah?

Efek rokok sudah menjadi kajian penelitian para ilmuan sejak lama. Sudah berapa ratus hasil penelitian menunjukkan jika rokok memiliki dampak buruk bagi tubuh manusia. Setidaknya berbagai penyakit kronis mengancam para penikmat tembakau kelinting ini.

Dampak merokok bagi kecerdasan (telegraf.co.id)

Namun, tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan, rokok juga ternyata berpengaruh terhadap kecerdasan seseorang.

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Addiction menemukan fakta, jika perokok aktif yang merokok lebih dari satu bungkus rokok perhari memiliki IQ yang lebih rendah dibandingkan bukan prokok.

Perokok memiliki IQ lebih rendah (dadedoo.com)

Hasil penelitian ini menunjukkan jika para perokok aktif rata-rata hanya memiliki skor IQ sebesar 90. Padahal, skor 90 merupakan skor rata-rata bawah yang setara dengan kecerdasan anak SMP.

Profesor Mark Weiser, tim ketua penelitian menjelaskan, jika penelitiannya ini dilakukan secara acak kepada para perokok. Sehingga, latar belakang sosial ekonomi, budaya, dan pendidikan pun beraneka ragam.

Jangan jadikan merokok sebagai gaya hidup – thirdforcenews.org.uk

Lebih lanjut Profesor Mark Weiser mengatakan, orang yang memiliki kecerdasan rendah cenderung akan mengambil keputusan buruk dalam hidupnya. Salah satunya ialah keputusan mengenai gaya hidup dan pola kesehatan.

Kandungan rokok mempengaruhi kinerja otak

Sebagaimana disinggung di atas, kandungan rokok tidak hanya berbahaya bagi tubuh, namun juga mempengaruhi kecerdasan otak. Salah satu penelitian menjelaskan, jika saat merokok suplai oksigen ke otak akan berkurang, dan kadar karbondioksida justru meningkat.

Kandungan rokok berbahaya bagi otak (pexels.com)

Hal ini jika terus menerus dilakukan, maka akan mempengaruhi hemoglobin, sehingga otak akan mengalami penurunan fungsinya dalam menganalisis dan berfikir kritis.

Tidak hanya itu, rokok yang mengandung ribuan zat kimia juga mengakibatkan pengerutan dan pelemahan otak. Setidaknya sebanyak 79% perokok mengalami berbagai penyakit dan gangguan pada otak seperti demensi dan Alzheimer.

Waspada asap rokok pada usia keemasan

Otak manusia selalu mengalami perkembangan seiring bertambahnya usia. Masa keemasan dari otak manusia ialah di usia remaja sampai awal dewasa. Sayangnya, usia inilah otak manusia banyak mendapatkan racun.

Indonesia surganya perokok anak (bandungnewsphoto.com)

Asap rokok yang banyak dikonsumsi kalangan pelajar menjadi salah satu musuh terbesar bagi otak manusia. Sebab, saat otak berkembang dalam masa keemasannya, racun asap rokok dengan segala kandungan zat kimianya mampu mempengaruhi kinerja otak. Yang paling banyak ditemukan ialah kasus kecanduan rokok pada kalangan pelajar.

Hindari kebiasaan merokok. (telset.id)

Hal ini seharusnya menjadi perhatian para orangtua, guru, pemerintah, dan masyarakat pada umumnya untuk menjaga generasi bangsa dari kerusakan pemikiran akibat toxin pada asap rokok.

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *