Ini Bukti Bahwa Pernikahan Benar-Benar Mengubah Semua Pasangan

Dari yang pas pacaran romantis, sekarang…

21
SHARES

Secara sistematis, pernikahan adalah fase lanjutan dari pacaran. Ada beberapa pasangan yang beruntung bisa menjalani masa pacaran singkat dan langsung melanjutkan kehidupan berumah tangga. Beberapa yang lain, harus jomblo lama dan putus berulang kali dulu sebelum akhirnya bisa mengubah status di KTP-nya dari lajang menjadi menikah.


Untuk bisa mendapatkan momen seperti ini, setiap orang harus menjalani proses yang berbeda-beda. – tandapagar.com

Tapi mau bagaimana pun proses yang harus dijalani sebelum menikah, ada satu hal yang pasti akan saya dan kamu sepakati bersama: pernikahan akan mengubah seseorang sebagai bagian dari pasangan maupun perseorangan. Tanggung jawab, cara bersikap, cara memandang hidup, visi dan misi, hingga kebiasaan sehari-hari pun pasti akan berubah.

Hidup yang tidak keromantis-romantisan (lagi)

Waktu masih pacaran, misalnya, pasti kamu merasakan hasrat yang menggebu-gebu untuk terus jalan bersama pacar dan tidak mau pulang. Padahal setelah menikah, nafsu seperti itu akan hilang dengan sendirinya. Kamu, jadi malas jalan-jalan keluar. Sekalinya keluar, bawaannya ingin cepat-cepat pulang karena capek dan bosan dengan berengseknya keramaian.

Sayangnya, pernikahan itu bukan lagi tentang dandanan keren dan romantis seperti waktu masih pacaran. – mommyish.com

Contoh lain, kencan sambil makan romantis di kafe atau kebun singkong yang disulap jadi tempat romantis adalah keinginan terbesar dalam hidupmu sebagai seorang pacar. Benar? Tapi percayalah, cita-cita setinggi langit seperti itu tidak akan ada taste-nya lagi setelah menikah, karena idealisme romantis dalam berkeluarga adalah makan berdua di rumah dengan dress-code celana kolor dan kaos oblong yang kedodoran.

Hidup yang sangat tidak romantis itu dimulai dari H+1

Contoh-contoh di atas adalah fakta, tapi pasti hanya akan jadi guyonan kalau yang membaca adalah kamu yang sampai detik ini masih saja bertanya “Tuhan.. jodohku kapan nyampainya?” Bahkan kalau kamu sudah dikaruniai pacar paling ngeselin pun, mungkin masih akan mengacungkan jari sebagai tanda protes setelah membaca dua contoh di atas.

Bisa jadi, prosesi pernikahan seperti ini adalah kesempatan terakhirmu untuk merasakan hidup yang begitu romantis bersama pasangan. – hebridedept.com

Karena itu, akan saya tambahkan beberapa contoh (baca: fakta) lagi agar kamu bisa lebih siap menghadapi hidup yang sangat tidak romantis di kehidupan pernikahan nanti.

Sejak H+1 hari pernikahan yang sakral itu, kamu tidak akan jaim lagi di depan keluarga dan teman-temannya, tidak akan sok merinding lagi setiap kali nonton film horor berdua, tidak akan mendapat chat mesra lagi seperti ‘selamat pagi, sayang..’ atau yang semacamnya, dan antre menunggu suami/istri kamu mandi adalah kebiasaan baru yang benar-benar menjengkelkan.

Pesan bagi kamu yang hobi patah hati

Itulah realita paling terselubung dari sebuah pernikahan. Tapi walau bagaimana pun, pernikahan tetaplah sebuah komitmen. Jadi, jangan merasa terbebani dengan carut-marut dan tidak romantisnya kehidupan sebuah rumah tangga, karena kamu masih punya hak untuk menganggapnya sebagai sebuah seni.

Bagaiamana pun carut-marutnya hidup berkeluarga, jangan pernah buang cita-citamu untuk berkeluarga. – nonihalimi25.blogspot.co.id

Sekali lagi, kamu yang masih berstatus lajang mungkin akan melakukan segala cara untuk menolak ketidakromantisan di atas. Tapi kalau kamu sudah merasakannya berdua dengan pasangan, saya yakin ada guratan tipis di pipi sebagai tanda kamu sedang senyum-senyum sendiri. Dan bagi kamu yang hobi patah hati, tolong jangan urungkan niatmu untuk menikah gara-gara membaca tulisan yang tidak romantis ini.

21
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."