Perlunya Keramas Setelah Kehujanan, Mitos Atau Fakta?

Hujan seringkali jadi kambing hitam atas munculnya beberapa penyakit seperti flu, demam, dan sakit kepala

Banyak orang tua zaman dulu yang menganjurkan kita untuk segera berkeramas setelah kehujanan. Meski tanpa bisa memberikan alasan jelas mengapa kita harus melakukannya, namun kepercayaan ini terus dipegan teguh hingga turun-temurun sampai saat ini.

Akibatnya, banyak anak-anak yang bertanya pada ayah-ibunya tentang hal ini. Ketika kita terpaksa berhujan-hujanan, maka sekujur tubuh kita akan basah kuyup. Lantas kenapa pula setelahnya kita harus mandi keramas? Inikah yang disebut sebagai “terlanjur basah, ya sudah mandi sekali” seperti dalam lirik lagu Meggy Z? Begitu kurang lebih pertanyaan mereka.

Air hujan dan masalah pada rambut

Jika ditelaah secara keilmuan, air hujan yang turun biasanya mengandung polutan maupun kotoran yang terhimpun dari udara terbuka. Jadi saat air hujan turun mengguyur tubuh kita, terutama kepala, maka kotoran-kotoran tersebut bisa tinggal di rambut atau kulit kepala yang tentu saja berdampak kurang baik.

Hujan membawa kotoran-kotoran yang bisa mengendap di rambut dan kulit kepala (arti-mimpi.web.id)

Oleh karena itulah kita disarankan untuk segera mencuci bersih rambut dan kulit kepala dengan cara berkeramas setelah kehujanan. Jangan sampai kotoran yang terbawa oleh hujan menjadi penyebab utama masalah rambut macam ketombe, gatal-gatal, bau, hingga kerontokan rambut yang tentunya tidak kita inginkan. Melalui penjelasan ini, bisa dipahami bukan bahwa berkeramas setelah kehujanan tak sekedar mitos, namun juga ilmiah dan amat masuk akal.

Hujan dan sakit kepala

Selain dituding bisa menjadi biang kerok dari permasalahan rambut, air hujan juga acapkali menjadi kambing hitam saat kita merasakan pusing atau sakit kepala setelah kehujanan selama beberapa waktu. Betulkah pandangan ini? Padahal, penelitian di kalangan praktisi kesehatan sebenarnya juga belum menemukan hubungan antara terkena air hujan dan kepala yang menjadi sakit setelahnya.

Kehujanan sering dituding sebagai penyebab sakit kepala dan flu (hellosehat.com)

Meski begitu, banyak pakar kesehatan sepakat menduga bahwa dinginnya air hujan yang langsung mengenai area kepala membuat tubuh mengeluarkan energi yang sangat besar agar bisa menyeimbangkan suhu di area kepala yang mendadak turun karena dingin. Lepasnya energi besar secara mendadak inilah yang disebut-sebut bisa memicu sakit kepala hingga flu setelah kehujanan.

Tulis Komentarmu
Dozan Alfian

Written by Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

3 Alasan Kenapa Sebaiknya Kamu Tidak Memesan Makanan dan Minuman di Pesawat

6 Alasan Kenapa Kamu yang Lahir Februari Memang Pantas Untuk Dicintai