Tak Selalu Menyedihkan, Perceraian Juga Bisa Jadi Ajang Mencari Untung

Karena perceraian telah jadi gaya hidup di kota-kota besar dunia

244
SHARES

Bagi banyak orang, perceraian bukanlah hal menyenangkan. Selain mendapat stigma buruk dari masyarakat, perceraian juga dihindari karena dianggap punya dampak psikologis untuk perkembangan anak (jika ada anak dari pernikahan itu). Belum lagi urusan harta gono-gini yang sering jadi masalah.

Meski begitu, perceraian ternyata justru menjadi lahan basah bagi beberapa orang. Orang-orang ini memperlakukan momentum perceraian sebagai bisnis semata. Meski terdengar kejam, pada kenyataannya justru banyak orang yang tertarik untuk menggunakan jasa mereka.

Klien berkantong tebal

Salah satu orang yang bergelut di bisnis perceraian adalah Ayesha Vardag yang mendapat julukan sebagai ‘Diva Perceraian’. Jangan salah, Vardag bukan mendapat julukan tersebut karena hobi kawin-cerai, melainkan karena dirinya adalah salah satu pengacara perceraian paling banyak dicari dan paling terkenal. Dengan reputasi yang sedemikian mentereng di dunia perceraian, tak heran jika Vardag bisa memasang tarif tinggi £795 per jam (atau sekitar Rp13 juta lebih) di luar pajak.

Ayesha Vardag – telegraph.co.uk

Oleh karenanya, hanya klien yang benar-benar kaya saja yang mampu menyewa jasa Vardag. Kebanyakan klien menyewa jasanya untuk mengurus kesepakatan harta gono-gini saat pernikahan mereka berakhir. Kehebatan Vardag dalam menyelesaikan kasus perceraian di London, Inggris, bahkan membuat kota itu mendapat reputasi sebagai “ibu kota perceraian dunia”.

Pesta perceraian

Senada dengan Ayesha Vardag, ada Glynda Rhodes, yang juga mencari untung dari perceraian orang lain. Namun jika Vardag bergelut di bidang hukum, maka Rhodes bergerak di bidang jasa perencana pesta. Unit usahanya, Divorce Party Planner, mengakomodir permintaan dari berbagai orang yang ingin merayakan perceraian mereka.

Salah satu klien Divorce Party Planner – nymag.com

Merayakan? Yup! Kadang, ada orang yang tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan setelah bercerai dengan pasangan hidupnya. Celah prospektif inilah yang kemudian digarap oleh Rhodes. Menurut Rhodes, Divorce Party Planner mempunyai sejumlah paket pesta perceraian yang bisa dipilih oleh klien, mulai dari berkunjung ke klub malam, klub tari telanjang, bermain golf, atau hal-hal menarik lainnya. Biayanya pun beragam, mulai dari US$1.000 (Rp12 juta) hingga US$4.800 (Rp58 juta) tergantung keinginan klien.

Wah, ngeri juga ya kalau perceraian lantas menjadi bagian dari gaya hidup?

244
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~