Dari Diapit “Patah” Hingga Dikelilingi Bridesmaid, Nih Perbedaan Prosesi Nikah Jaman Dulu dan Sekarang

Siapa dulu yang pernah jadi patah?

Bagi kamu yang sudah mapan dan berpenghasilan, menikah mungkin menjadi tujuan selanjutnya. Meskipun tidak sedikit juga yang menikah dulu baru menuju mapan. Apalagi di jaman sekarang dimana menikah menjadi salah satu bentuk pencapaian hidup. Berbeda dengan jaman orang tua dulu dimana menikah dianggap sebagai pelengkap. Ngomong-ngomong soal pernikahan, prosesi sakral ini mengalami beberapa perubahan dalam penyelenggaraannya.

Baca juga : Sebab Percuma I love You Selalu Kau Ucap, Jika Tak Ada Kepastian Kapan Qobiltu dan Ijab.

Jika kamu mengamati, ada perbedaan antara pernikahan jaman dulu dan juga sekarang meskipun prosesi intinya tetap sama. Berbagai perbedaan ini dipengaruhi oleh tren yang berkembang. Beberapa aspek yang sering kamu temui di pernikahan jaman dulu ini bahkan mulai ditinggalkan. Yuk lihat apa saja yang berubah seiring berkembangnya tren pernikahan masa kini.

1. Dulu ‘patah’ sekarang bridesmaid

Mungkin kamu masih ingat ketika kamu kecil kamu sering mendapat tugas menjadi pengipas pengantin saat kerabatmu menikah. Di beberapa daerah, pengipas pengantin ini disebut dengan patah. Patah ini biasanya diisi oleh anak-anak kerabat pengantin yang berusia 5 hingga 10 tahun. Tugasnya duduk mengipasi di samping kanan kiri pengantin.

patah pengantin (Wawan MC Pernikahan Adat Jawa – blogger)

Tapi kini patah sepertinya mulai ditinggalkan karena memang fungsinya yang mulai nihil. Para pengantin masa kini lebih memilih mengalokasikan dana untuk sahabat-sahabat terdekat yang nantinya akan mendampingi selama prosesi pernikahan berlangsung. Orang-oran sih biasanya menyebutnya bridesmaid.

2. Foto pre-wedding vs foto pelaminan

Kalau jaman dulu sih foto dokumentasi cukup diambil dari pelaminan. Kedua pengantin berfoto bersama tamu undangan dan kerabat saat acara berlangsung. Dokumentasi hanya difokuskan saat acara saja. Kalaupun ada pre-wedding jaman dulu paling hanya dilakukan di studio dengan peralatan yang sederhana, itupun hanya berlaku bagi kalangan tertentu saja.

pre wedding (seputarpernikahan.com)

Sangat berbeda dengan sekarang dimana bisnis pre-wedding sudah banyak menjamur. Tentu hal sebagai dampak permintaan foto pre-wed yang tinggi. Banyak pasangan yang rela pergi hingga luar negeri untuk mendapatkan foto prewed yang indah. Dengan gaya seperti model dan peralatan lengkap standar fotografer profesional. Semua itu demi mendapatkan foto yang bisa menggambarkan perjalanan cinta yang indah.

3. Dulu pingitan sekarang bridal shower

Di Indonesia, ada beberapa daerah dan adat yang melarang calon pengantin untuk pergi jauh dan bertemu dengan pasangannya sebelum hari pernikahan tiba. Bahkan ada yang nggak boleh keluar rumah. Masyarakat biasa menyebut tradisi ini pingitan. Calon pengantin di pingit oleh orang tua yang kemudian dipertemukan dalam prosesi nikah.

Bridal Shower (Widy Darma)

Sangat berbeda dengan jaman sekarang dimana calon pengantin justru akan makin sibuk menejelang hari penikahannya. Sebelum resmi melepas status lajang, calon pengantin akan makin sibuk menikmati hidup sebagai lajang di detik-detik akhir. Berkumpul bersama teman hingga mengadakan acara bridal shower dan bachelor party sudah menjadi tren masa kini.

4. Make up “manglingi” hingga make up alami

Tampil cantik dan istimewa di hari spesial adalah sebuah keharusan. Hal ini sudah seperti peraturan tak tertulis bahwa calon pengantin harus tampil cantik dan berbeda dari sehari-hari. Apalagi bagi masyarakat jaman dulu yang mengharuskan calon pengantin tampil “manglingi” atau bikin pangkling.

Make up (jasafotodepok.files.wordpress.com)

Namun kini tren rias semakin berkembang. Jika ada mereka yang ingin tampil beda dengan riasan istimewa, ada juga yang mengidamkan riasan natural dan tidak berlebihan. Riasan natural ini dianggap lebih bisa memancarkan kecantikan alami si mempelai. Karena keduanya sama baiknya jadi sesuai selera saja lebih suka yang mana.

5. Dari gedung hingga bawah laut

Sebuah pernikahan sewajarnya diadakan di tempat yang layak seperti rumah, gedung ataupun tempat ibadah. Dari jaman dulu hingga sekarang tempat-tempat ini selalu menjadi pilihan utama. Namun belakangan ini ada tren baru yang cukup unik. Pernikahan bisa diadakan dimanapun dan tak terbatas.

Dari gedung hingga bawah laut (kompasiana.com)

Banyak pasangan yang seakan-akan berlomba untuk mengadakan resepsi pernikahan di tempat yang indah dan tak biasa. Mulai dari hutan, padang rumput, pantai hingga bawah laut. Semua demi mendapatkan momen terindah sekali seumur hidup.

6. Dulu “rewang” sekarang WO

Mungkin tradisi rewang” ini masih ada di beberapa daerah. Rewang sendiri merupakan tradisi membantu tetangga yang akan melangsungkan hajat pernikahan, mulai dari memasak makanan untuk tamu hingga urusan dapur lainnya. Biasanya tetangga akan berkumpul dan membantu si empunya hajat secara sukarela. Namun kini tradisi ini dirasa mulai berkurang dan berganti seiring munculnya WO atau Wedding Organizer.

WO (cdninstagram.com)

WO sendiri hadir untuk memudahkan calon mempelai mempersiapkan pernikahannya. Mulai dari konsep acara, dekorasi, lokasi, hingga catering. Calon pengantin hanya menikmati hasil jadinya saja. Pokoknya nggak perlu ribet deh ngurusin semuanya sendirian, apalagi ngelibatin tenaga keluarga besar.

Nah itulah beberapa perbedaan yang bisa dilihat dari penikahan jaman dulu dan sekarang. Meskipun begitu, inti pernikahan tetaplah sama dan tak ada yang berubah maupun diubah. Kalau kamu lebih milih nikahan jaman dulu apa pernikahan kekinian nih? 😀

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Jangan Menggantung Rasa Terlalu Lama, Jika Pada Akhirnya Kamu Hanya Bilang “Aku Nggak Bisa…”

Luangkan 3 Menit Waktumu Untuk Membaca Artikel Ini, Maka Seumur Hidupmu Akan Lebih Menghargai Perempuan