5 Perbedaan Antara Gaya Pacaran “Bocah” dan Mereka yang Sudah Dewasa, Kamu Termasuk yang Mana?

Hayoo ngaku, kamu termasuk yang masih bocah atau yang sudah dewasa dalam hubungan?

Mungkin kamu sering menemukan gaya pacaran remaja yang bisa dikatakan lebay, atau berlebihan dalam mengekspresikan cintanya. Atau kamu juga pernah melihat bagaimana seorang anak muda yang dengan elegan menjalani hubungan tanpa berlebihan mengumbar keromantisan di publik?

Baca juga : Akibat Buruk yang Kamu Dapatkan Jika Mencintai Kekasih Secara Berlebihan

Keromantisan dalam hubungan hanya milik kalian berdua (plannersearch.org)

Itulah beberapa macam gaya pacaran yang ada di kalangan anak muda. Ada yang menjalani hubungan secara dewasa, namun ada juga mereka yang menjalani hubungan ala kebocah-bocahan. Kedua gaya pacaran tersebut tentunya memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Mau tahu apa saja perbedaan gaya pacaran keduanya?

1. Perbedaan keduanya dalam persoalan ego dalam hubungan

Perbedaan yang pertama antara gaya pacaran orang yang sudah dewasa dengan mereka yang masih bocah, yaitu terletak pada ego keduanya. Bagi mereka yang sudah bersikap dewasa, biasanya dalam menjalani hubungan dia tidak melulu mementingkan egonya sendiri, melainkan juga memikirkan bagaimana perasaan pasangannya.

Biasanya yang masih bocah lebih egois| tumblr.com

Hal itu berbeda dengan mereka para remaja yang masih bocah dalam menjalani hubungan. Mereka biasanya masih sangat egois dalam menjalani hubungan. Bahkan ia kadang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan pasangan saat mengambil keputusan dalam hubungan.

Nah buat kamu yang ingin lebih dewasa dalam sebuah hubungan, mendingan mulai sekarang belajar untuk tidak egois. Sebab dalam hubungan yang kamu jalani melibatkan dua orang, tentu segala keputusan dan persoalan harus memikirkan kedua belah pihak.

2. Perbedaan dalam pemecahan masalah dalam hubungan

Dalam memecahkan masalah dalam hubungan, mereka yang sudah dewasa dan mereka yang masih bocah juga terdapat perbedaan pada keduanya. Mereka yang sudah bersikap dan berfikir dewasa biasanya lebih memprioritaskan keselamatan hubungan dalam memecahkan masalah. Artinya mereka berfikir bagaimana caranya masalah tersebut bisa diselesaikan tanpa harus mengorbankan hubungan.

Mereka yang dewasa akan menyelsaikan masalah dalam hubungan tanpa merusak hubungan| dissociativeidentitydisordergroups.com

Sedangkan bagi mereka yang masih bocah, mereka cenderung mementingkan permasalahan yang dihadapi cepat selesai. Bagaimanapun caranya ia lakukan, meskipun harus mengorbankan hubungan. Inilah kenapa banyak hubungan yang dijalani para bocah biasanya cepat putus, sebab mereka kadang mengorbankan hubungan mereka, untuk menyelesaikan masalah yang ia hadapi dalam hubungan itu.

Sebenarnya perilaku seperti itu bukanlah menyelesaikan masalah, tetapi menghindar dari masalah dalam hubungan.

3. Perbedaan dalam mengungkapkan rasa cinta

Perbedaan yang ketiga ini mungkin yang paling mencolok dan sering kita lihat, khususnya di media sosial. Mereka yang masih bocah dan pacaran biasanya tidak mampu mengontrol perasaan cintanya yang membara, sehingga ia kadang berlebihan dalam mengungkapkannya.

Gaya pacaran anak jaman sekarang (youtube.com)

Hal ini sering kita temui saat banyak kalangan remaja mengunggah foto romantisnya hampir setiap menit di media sosial, sok romantis di publik, mengucapkan selamat pagi, selamat malam, dan merayakan anniversary di media sosial. Sepertinya mereka lupa jika media sosial bukanlah media privasi yang hanya milik mereka berdua. Pamer keromantisan agar dibilang so sweet, pas putus akunnya dipenuhi hujatan, dan kecamat ke mantan.

Lebih elegan dalam mengungkapkan cinta (desktopwallpapers.us)

Hal tersebut berbeda dengan mereka yang sudah bersikap dewasa. Bagi mereka keromantisan dalam hubungan hanya milik dia dan pasangannya, tidak perlu berlebihan dalam memamerkan atau mengumbarnya. Jika sesekali ia posting kata-kata romantis di media sosial untuk ditujukan kepada kekasihnya, hal itu hanya untuk menunjukan jika hubungannya baik-baik saja.

4. Perbedaan memaknai sebuah hubungan

Buat kamu yang sedang menjalani sebuah hubungan, coba tanyakan pada dirimu sendiri tujuan kamu berpacaran. Jika hanya untuk kejar gengsi, gaya-gayaan, ngikuti teman, dan sebatas status, berarti kamu masih kekanak-kanakan dalam hubungan.

Hubungan pacaran merupakan fase untuk menuju ke pernikahan (grid.id)

Namun jika kamu menjalani hubungan bertujuan untuk ke jenjang pernikahan, hidup bersama pasangan sampai ajal menjemput, berarti kamu sudah berfikir dewasa dalam pacaran. Konsekuensi perbedaan kedua gaya pacaran ini ialah dari komitmen sebuah hubungan. Jika kamu memaknai hubungan hanya untuk gaya-gayaan, maka komitmen yang ada di hubungan akan rapuh. Sebaliknya jika kamu menjalani hubungan untuk ke jenjang yang lebih serius, bisa dipastikan komitmen kamu bakalan kokoh.

Perbedaan dalam memperlakukan pasangan

Yang terakhir perbedaan antara gaya pacaran bocah dan mereka yang sudah berfikir dewasa ialah dalam hal memperlakukan pasangan. Buat mereka yang masih bocah akan cenderung labil dalam memperlakukan pasangan. Adakalanya dia baik banget sampai apapun ia berikan, adakalanya ia galak banget sampai segala tindakan pasangan disalahkan.

Pertengkaran menjadi tanda kepedulian pasangan (cdn.warpedspeed.com)

Berbeda dengan mereka yang sudah berfikir dewasa, biasanya kondisi perasaan dia ke pasangan lebih stabil. Tidak berlebihan saat marah terhadap pasangan, dan tidak berlebihan juga saat lagi sayang-sayangnya terhadap pasangan.

Memperlakukan pasangan dengan sebaik mungkin | hearstapps.com

Itulah perbedaan gaya pacaran antara mereka yang masih  bocah dengan mereka yang sudah berfikir dewasa. Ohya, dewasa disini bukan berarti sudah berumur yah, melainkan dewasa dalam berfikir dan bersikap serta mengambil keputusan.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Bungkus Mie Goreng yang Kini Beralih Fungsi Jadi Tas Keren nan Mentereng

Bermula Sebagai Pembantu Rumah Tangga, Wanita Ini Sekarang Jadi Jutawan yang Dermawan