5 Perbedaan Antara Cewek Baik-Baik dan Cewek yang Cuma ‘Baik’ Saja

See.. bahkan cewek baik pun masih bisa dikategorikan

Seperti jumlah populasi cewek di dunia, jumlah cewek baik di seluruh permukaan bumi juga tak kalah banyaknya. Lantas, bagaimana dengan cewek baik-baik yang notabene jauh lebih baik dari mereka yang sekadar baik? Mari, jangan terpaku pada jumlah, tapi fokuslah pada perbedaan dari keduanya.

Dalam hubungan, memahami mana cewek baik-baik dan mana yang cuma sekadar baik itu sangat diperlukan. | pexels.com

Karena sepandai-pandainya kamu, setinggi apapun sekolahmu, dan sepanjang apapun gelar di depan dan belakang namamu, kamu tidak akan bisa langsung membedakan mana cewek baik-baik dan mana cewek yang cuma baik saja. Itulah mengapa, kamu wajib membaca tulisan ini sampai ujungnya.

Sambil terus membaca, sempatkan waktu untuk mengingat-ingat cewekmu. Perhatikan poin demi poin kemudian simpulkan, termasuk penganut aliran apa cewekmu itu? Apakah golongan cewek yang cuma sekadar baik, atau kaum Hawa yang menyandang gelar membanggakan bernama cewek baik-baik?

1. Mengerti vs menuntut

Cewek baik-baik bisa mengerti kondisi cowoknya karena dia berusaha melihat segala sesuatu dari perspektif yang berbeda. Soal keuangan misalnya, dia bisa memahami apa yang sedang terjadi pada cowoknya. Ketika dompet cowoknya tipis, dia tidak akan meminta ini-itu, meskipun sebenarnya mau.

Cewek baik-baik dan yang baik saja bisa dibedakan dari cara memperlakukan pasangan. | pexels.com

Cewek yang sekadar baik berbeda. Dia akan banyak menuntut dengan mengatasnamakan cinta. Dia terkesan selalu berusaha menjaga hubungan, membuat hubungan itu terlihat sempurna, yang pada akhirnya justru menciptakan banyak sekali tuntutan. Dia, hanya peduli dengan apa yang dia pikirkan.

2. Dewasa vs kekanakan

Cewek baik-baik matang dalam menjalin hubungan, matang dalam mengendalikan perasaan, dan matang dalam berpikir dan merencanakan. Seperti ketika terjadi konflik dalam hubungan, dia paham bahwa perbedaan dalam hubungan itu normal, dan menemukan solusi adalah kenormalan berikutnya.

Cara berpikir juga menjadi jurang pemisah antara cewek baik-baik dan cewek baik. | pexels.com

Bagaimana dengan cewek baik? Dia akan selalu bilang dunia ini jahat. Ketika ada masalah dengan cowoknya, dia merasa seperti cewek baik-baik yang tak bersalah yang sedang sedang diuji iman dan kesabarannya. Dia selalu tampil kekanakan, dan yang ada di pikirannya adalah selalu ingin dikasihani.

3. Beriringan vs dominan

Dalam menjalani hubungan, cewek baik-baik paham bahwa tidak ada sosok yang harus lebih dominan, siapa yang harus berjalan di depan, dan siapa yang harus mengikuti di belakang. Dia paham, bahwa pasangan itu harus selalu berjalan beriringan dan mampu mencapai segala sesuatu bersamaan.

Tidak ada istilah sosok dominan dalam hubungan bagi cewek baik-baik. Cewek baik, justru berpikir sebaliknya. | pexels.com

Kebalikan dari cewek baik-baik, cewek baik merasa bahwa harus ada yang lebih dominan dalam hubungan. Parahnya, sosok yang harus berperan dalam mengendalikan hubungan itu adalah dia. Dia merasa lebih superior, lebih jago, lebih supel, dan lebih pantas untuk dipuji ketimbang cowoknya.

4. Membangun hubungan vs melindungi diri

Cewek baik-baik bisa menerima kritikan membangun bagi dirinya sendiri dan pasangan. Ketika ada orang memberikan kritikan, dia akan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik. Setelah itu, dia akan berusaha mengevaluasi kebenaran kritikan itu, kemudian mendiskusikannya bersama cowoknya.

Cewek baik-baik akan berusaha membangun hubungannya menjadi lebih baik. Namun cewek baik, akan lebih memperhatikan dirinya sendiri. | pexels.com

Pada kasus yang sama, cewek baik langsung melindungi dirinya dengan sejuta alasan untuk menepis kritikan. Hanya saja, setelah itu dia diam-diam berusaha menjadi apa yang diinginkan si pengkritik itu, yang pada akhirnya berujung pada poin satu dimana dia akan menjadi cewek yang banyak menuntut.

5. Apa adanya vs bermuka dua

Pada level hubungan yang lebih serius, cewek baik-baik akan berusaha untuk bisa menjadi menantu yang baik. Dia sadar bahwa meskipun tidak langsung, persaingan dalam keluarga akan selalu ada. Namun, itu bukan berarti dia harus menjadi orang lain untuk memenangkan pertarungan tersebut.

Tampil menjadi diri sendiri merupakan kebiasaan cewek baik-baik. Bagi cewek baik, bermuka dua adalah kesukaannya. | pexels.com

Sedangkan cewek baik terlalu berpikiran sempit dengan menganggap persaingan dalam keluarga adalah sebuah pertarungan sengit untuk memenangkan hati (calon) mertua. Akhirnya, dia memilih jalan pintas dengan berpura-pura menjadi orang lain, yang pada akhirnya justru membuatnya lelah sendiri.

Jadi, bagaimana dengan cewekmu? Seperti apapun dia, cewek baik-baik itu jelas baik, namun cewek yang sekadar baik juga punya kesempatan sebesar-besarnya untuk menjadi cewek baik-baik. Kalau ternyata cewekmu baru sekadar baik, segera kondisikan agar segara menjadi cewek baik-baik ya!


Rekomendasi #SobatInovasee:

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Dilihat Dari Apa yang Dilakukannya di Sosmed, Inilah Ciri Nyata Seorang Social Climber

Sebenarnya Diam-diam Cowok Juga Menggilai Drama Korea, Hanya Saja Mereka Nggak Mau Ngaku Karena Alasan Ini