Ingin Mengunjungi Aceh? Inilah Peraturan yang Harus Kamu Tahu Agar Tidak Terkena Hukuman

Agar tidak kena hukuman, ketahui dulu peraturan yang ada di Aceh.

Dijuluki sebagai Serambi Mekah, Aceh memiliki keistimewaan sendiri dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Keistimewaan ini tidak terlepas dari perjuangan rakyat Aceh dalam menjaga NKRI dan perlawanannya terhadap Portugis pada jaman penjajahan. Bahkan Aceh satu-satunya daerah yang tidak bisa ditaklukan oleh penjajah.

Baca juga : 7 Tempat Wisata Kuliner Bandung Murah Meriah Ini Cocok Buat Anak Kost saat Akhir Bulan Tiba

Pejuang Aceh melawan Portugis (boynashruddinagus.blogspot.co.id)

Keistimewaan yang didapatkan Aceh dari bangsa Indonesia, ialah diberi hak otonom untuk menentukan perundang-undangan, selagi itu tidak bertentangan dengan UUD dan Pancasila. Dengan keistimewaan tersebut, Kota Serambi Mekah memutuskan untuk menerapkan syariat Islam di Tanah Rencong itu. Konsekuensi dari diterapkannya hukum syariat di Aceh, ialah adanya peraturan daerah yang berbeda dengan daerah lainnya.

Masjid raya Aceh sebagai Ikon Kota Serambi Mekah (teguhdh.files.wordpress.com)

Jika kamu berencana berlibur atau berkunjung ke Aceh, kamu harus tahu peraturan apa saja yang dilarang di Aceh. Jadi, kamu bebas dari hukuman, mau tahu peraturan apa saja yang cuma berlaku di Aceh? Inilah beberapa diantaranya.

Buat perempuan jangan memakai pakaian ketat

Nekat menggunakan pakaian ketat? Siap-siap di razia (hack87.blogspot.co.id)

Lazimnya di daerah lain hanya ada razia hiburan malam, razia kendaraan bermotor, atau razia hotel, namun di Aceh ada razia yang unik yaitu razia pakaian ketat. Jadi buat perempuan yang menggunakan celana berbahan jeans dengan ketat, siap-siap saja mendapatkan hukuman. Namun, untuk pelanggaran pakaian ketat hukumannya tidak begitu berat, biasanya cuma teguran dan pembuatan perjanjian tidak akan mengulanginya.

Biar aman, mendingan jika kamu cewek jangan mengendarai sepeda motor

Sempat menuai pro dan kontra, peraturan perempuan dilarang mengendarai sepeda motor akhirnya di sepakati sebagian besar anggota dewan di Aceh. Larangan ini berlaku dari tahun 2013 yang lalu, menurut Wali Kota Aceh, permpuan yang mengendarai sepeda motor dengan duduk ngangkang, bertentangan dengan norma yang berlaku.

Buat para perempuan, kalau mau ke luar mendingan minta diboncengin sama saudara laki-laki aja yah, biar gak kena teguran (hipwee.com)

Menurutnya, “Perempuan tidak harus duduk mengangkang di sepeda motor karena bisa memprovokasi pengendara laki-laki. Ini juga untuk melindungi perempuan dari kondisi yang tidak diinginkan,” kata Walikota Lhoksumawe. Keselamatan disini bukan hanya soal keselamatan lalu lintas, juga keselamatan diri dari tindakan kejahatan dan pelecehan seksual.

Hindari berboncengan dengan lawan jenis yang bukan mahrom

Daripada diberhentiin pak Polisi, mendingan jangan nekat boncengan berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahrom yah (dream.co.id)

Pada tahun 2015 silam, Perda baru dikeluarkan oleh Pemda Aceh. Disampaikan langsung DPRD Kabupaten Aceh Utara, Fauzan Hamzah, peraturan tersebut berupa larangan berboncengan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom atau tidak ada ikatan keluarga. Jadi, agar lebih aman mendingan saat kamu berpergian dengan lawan jenis di Aceh harus didampingi teman atau saudara dan menggunakan kendaraan roda empat.

Berduaan dengan pacar? Siap-siap diciduk!

Ini masih berkaitan dengan berduaan dengan pacar, jika point ketiga tadi membicarakan tentang berboncengan dengan lawan jenis yang bukan mahrom, kali ini peraturan larangan berduaan dengan lawan jenis. Jadi, buat kamu yang memiliki pacar di Aceh, mendingan jangan berduaan di sembarang tempat deh, kalau mau bertemu langsung datangi rumahnya saja dan temui orang tuanya.

Nekat berkhalwat? Ciduk! (klikkabar.com)

Jika kamu nekat berduaan di tempat umum, kamu siap-siap diciduk Satpol PP, atau bahkan bisa sampai mendapatkan hukuman rajam atau cambukan.

Buat muslimah, kamu wajib menggunakan hijab dan laki-laki harus memakai celana panjang saat berada di luar rumah

Berpakaian dalam masyarakat Aceh merupakan aspek yang sangat diperhatikan. Dari pakaianlah norma dan kesopanan tercermin di masyarakat Aceh, dan jika kamu seorang muslimah artinya kamu wajib menggunakan hijab saat berada di Aceh. Jika non muslim? Itu baru sekedar anjuran bukan kewajiban.

Kalau mau keluar rumah jangan lupa pakai hijabnya yah (youtube.com)

Tidak hanya berlaku bagi perempuan, konon kaum pria di Aceh juga diharuskan menggunakan pakaian yang tertutup. Jadi jangan berharap para lelaki bisa menggunakan celana pendek saat berada di luar rumah yah.

Itulah beberapa peraturan yang berlaku di tanah Aceh. Meskipun beberapa diantaranya menjadi perdebatan dan menimbulkan pro kontra, alangkah lebih baiknya kita berjaga-jaga agar tidak melanggar peraturan yang berlaku di Aceh. Selain itu, dengan mentaati peraturan yang berlaku, hal itu sebagai bentuk penghormatan kita terhadap masyarakat Aceh.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

6 Kebiasaan yang Nggak Boleh Kamu Lakukan di Depan Orang Puasa, Biar Nggak Kena Dosa

Lucunya Mitsubishi Pajero Sport yang Kalah Viral dari Bayi Lucu Bernama Pajero Sport