Unik! Pengemis di China Bisa Terima Sumbangan dengan Sistem Pembayaran Digital

Pada saatnya nanti, uang konvensional akan bisa tergantikan dengan uang digital sepenuhnya

Pelan tapi pasti, perkembangan sistem pembayaran digital yang kian canggih nampaknya berpotensi menggeser penggunaan uang konvensional dalam setiap transaksi. Bukan tidak mungkin hal tersebut benar-benar terjadi, karena sejumlah contoh sudah membuktikan bahwa pembayaran digital bisa diaplikasikan pada berbagai macam keperluan layaknya transaksi dengan uang konvensional.

Salah satu yang cukup menjadi perhatian terjadi di negeri China. Tak hanya gerai-gerai penjualan saja yang menerima pembayaran dengan metode digital, namun juga sampai ke tingkat pengemis! Bayangkan, orang tak perlu lagi repot-repot menyiapkan uang receh sepanjang perjalanan, karena pengemis di sana menerima sumbangan dalam bentuk digital.

QR Code

Bagi kamu yang masih belum familiar atau sekedar penasaran dengan cara kerja pembayaran digital yang digunakan oleh para pengemis di sana, maka kamu bisa membaca terlebih dahulu contoh unik menyumbang pernikahan dengan T-Cash yang pernah terjadi di Indonesia melalui artikel Inovasee yang berjudul ‘Unik, Resepsi Pernikahan di Tasikmalaya Ini Bisa ‘Nyumbang’ Pakai Uang Digital.’

Pengemis hi-tech masa kini bisa menerima pembayaran dengan QR Code (odditycentral.com)

Serupa dengan contoh tersebut, pengemis di China selalu membawa secarik kertas berkode QR Code yang akan digunakan untuk memindai segala transaksi pembayaran lewat WeChat dan Alipay yang merupakan dua penyedia layanan sistem pembayaran digital paling populer di China. Jadi jika seseorang ingin menyedekahkan uangnya pada pengemis, mereka tinggal memindai QR Code yang dibawa si pengemis lalu memasukkan jumlah nominal yang ingin disedekahkan.

Akibat murahnya ponsel pintar

Menurut analisis, maraknya penggunaan uang digital yang terjadi di China beberapa waktu belakangan ini disebabkan menjamurnya ponsel pintar yang dijual dengan harga murah. Akibatnya, saat ini banyak sarana-prasarana yang jadi lebih mudah dijangkau berkat aplikasi di ponsel pintar tersebut, termasuk dengan sistem pembayaran.

Menjamurnya ponsel pintar berharga murah membuat banyak hal bisa dipermudah melalui aplikasi yang tersedia di ponsel. Masyarakat China bahkan sudah familiar menggunakan pembayaran digital untuk membeli makanan kaki lima sekalipun (undertheangsanatree.blogspot.co.id)

Hampir semua tempat perbelanjaan di China telah menggunakan fasilitas serupa untuk memudahkan transaksinya, bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa yang sudah mendapatkan jaringan internet. SItuasi ini tentu tak jauh berbeda dengan di Indonesia, bukan? Bedanya, sistem pembayaran digital masih belum terlalu maksimal digunakan oleh masyarakat.

Saling diuntungkan

Kembali pada bahasan utama, kita bisa menyaksikan ada banyak pengemis di China yang sudah bisa menerima sedekah atau sumbangan melalui sistem pembayaran digital yang cara kerjanya memanfaatkan QR Code. Selain berkesan hi-tech, ternyata situasi ini merupakan simbiosis mutualisme antara pengemis dengan perusahaan penerbit QR Code.

Perusahaan penerbit QR Code juga mendapat untung dari penggunaan QR COde oleh para pengemis di China (ft.com)

 

Melalui QR Code si pengemis, perusahaan penerbit bisa memanfaatkan data-data orang yang memberikan sedekahnya lewat QR Code tadi. Data-data tersebut bisa dijual dengan harga tinggi untuk pemasar yang membutuhkannya guna menentukan target pemasangan iklan. Sedangkan si pengemis mendapat komisi yang cukup besar dari penggunaan QR Code tersebut.

Tak hanya gerai belanja, sistem pembayaran digital juga bisa digunakan untuk memberi sedekah pada pengemis. (odditycentral.com)

Hitungannya, setiap kali si pengemis mendapatkan sedekah melalui QR Code-nya, ia akan mendapat bayaran sebesar 0,7 hingga 1,5 Yuan. Jangan anggap remeh jumlah tersebut, karena dalam seminggu saja rata-rata seorang pengemis bisa mengumpulan sebesar 4.536 Yuan atau setara dengan Rp 9,07 juta. Jumlah tersebut bahkan lebih besar daripada penghasilan minimun pekerja China! Wow!

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *