Menurut Data, Penduduk Indonesia Jadi yang Paling Malas Jalan Kaki di Dunia

Padahal jalan kaki banyak manfaatnya

Jalan kaki menjadi kegiatan murah yang sangat menyehatkan serta memiliki banyak manfaat tak terduga. Sayangnya, tak semua orang mau berjalan kaki untuk mencapai tujuan ataupun untuk sekedar berolah raga. Kebanyakan lebih memilih naik sepeda ataupun motor meskipun jaraknya dekat. Padahal, jalan kaki sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Minimal kamu harus berjalan 1000 langkah setiap harinya.

Baca juga : Agar Tidak Bingung Saat Wisata di Jogja, Ketahui 10 Singkatan Unik di Yogyakarta Ini

Masyarakat Indonesia malas jalan kaki (cnbc.com)

Bicara tentang jalan kaki, ternyata nggak cuma kamu saja yangmalas melakukannya. Bahkan ada sebuah penelitian yang mengungkapkan betapa malasnya masyarakat Indonesia berjalan kaki. Yang paling tak terduga, Indonesia jadi yang paling malas di dunia!

Berdasarkan penelitian dari ilmuwan

Klaim sebagai yang paling malas ini tentu bukan tanpa dasar ataupun data. Menurut sebuah studi besar yang dilakukan oleh para ilmuwan di Stanford University di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa, Indonesia menduduki peringkat 1 sebagai negara paling malas jalan kaki di seluruh dunia. Rata-rata orang Indonesia hanya berjalan 3.513 langkah setiap harinya.

Berdasarkan penelitian dari ilmuwan (hellosehat.com)

Prof. Scott Delp, salah seorang peneliti dan juga seorang profesor bioteknologi mengatakan bahwa penelitian ini menggunakan skala besar. Didukung dengan survei kesehatan serta data dari 717.000 orang di 111 negara dan aktivitas orang secara berkelanjutan. Data dari survei ini juga diambil dari aplikasi Argus, yaitu sebuah program yang dipasang di ponsel pintar yang berfungsi menghitung berapa banyak penggunanya melangkahkan kaki setiap hari.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature ini juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki tingkat obesitas yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara lainnya. Untuk masalah jalan kaki, Indonesia masih kalah telak dengan Hongkong, bahkan kalah dari Malaysia.

Tata kota yang mempengaruhi kesehatan

Studi ini juga dilakukan di 69 kota di Amerika, dan faktanya tata kota dapat mempengaruhi kesehatan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Misalnya saja, New York yang terkenal sebagai kota ramah pejalan kaki memiliki masyarakat yang cenderung banyak melakukan kegiatan dan aktivitas fisik.

Tata kota yang mempengaruhi kesehatan (zetizen.com)

Jika diurutkan berdasarkan jumlah langkah setiap hari, Hongkong menempati peringkat pertama dengan jumlah 6.880 langkah setiap hari. Disusul oleh China dengan 6.189 langkah, Ukraina 6.107 langkah, Jepang 6.010 langkah, dan Rusia 5.969 langkah setiap harinya.

Sementara itu diposisi negara yang paling malas berjalan kaki, Indonesia menempayi peringkat pertama dengan 3.513 langkah setiap hari, disusul oleh Arab Saudi dengan 3.807 langkah, Malaysia 3.963 langkah, Filipina 4.008 langkah dan Afrika Selatan dengan 4.105 langkah setiap harinya.

Penelitian ini juga untuk mengukur kesenjangan

Sebagai negara yang berada di urutan buncit, Indonesia juga memiliki tingkat obesitas yang tinggi. Nah penelitian ini juga membuka jalan terhadap ilmu pengetahuan tentang bagaimana menghubungkan antara langkah kaki dan juga obesitas, serta mengukur kesenjangan di setiap negara. Kesenjangan ini tentang keaktivan masyarakat, jadi memilah mana yang selalu aktif dan mana yang pasif serta dihubungkan dengan tingkat obesitas.

Penelitian ini juga untuk mengukur kesenjangan (youtube.com)

Misalnya saja Swedia memiliki kesenjangan paling kecil antara penduduk aktif dan pasif. Tingkat kelebihan berat badan di Swedia juga terhitung rendah. Dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Meksiko yang memiliki rata-rata langkah yang sama namun memiliki kesenjangan yang lebih besar.

Kalau kamu, berapa langkah kaki yang kamu hasilkan setiap hari?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Serba-Serbi Rendang, Makanan Asli Indonesia yang Kembali Dinobatkan Sebagai Makanan Terlezat di Dunia

Ustadz Syam, Pesta Seks, dan Para Polisi Moral