Bermula Sebagai Pembantu Rumah Tangga, Wanita Ini Sekarang Jadi Jutawan yang Dermawan

Kekayaannya digunakan untuk memberdayakan wanita dan anak-anak di kampungnya agar lebih sejahtera dan cerdas

Kisah perjalanan hidup orang-orang sukses memang selalu menarik untuk disimak, karena bisa menjadi inspirasi untuk menggapai kesuksesan kita sendiri. Belum lagi jika kisah sukses orang tersebut benar-benar berawal dari nol. Rasanya, kita jadi makin optimis bahwa kesuksesan memang bisa diraih siapapun asal mau bekerja keras.

Baca juga : Selong Belanak, Pantai Pasir Putih Bak Surga di Lombok Tengah

Salah satu kisah orang sukses yang menginspirasi adalah kisah Nilushika Jayaweera, seorang wanita asal Sri Langka yang berbisnis teh dari perkebunan di Sri Langka dan mengemasnya untuk dijual ke 500 pelanggan internasional. Siapa sangka jika wanita 36 tahun yang dikenal dermawan ini dulunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga?

Mengadu nasib di Singapura

Mirip seperti kisah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang merantau untuk mengadu nasib di luar negeri, Nilushika juga memutuskan hal yang sama. Bersama suaminya, ia meninggalkan Sri Langka pada tahun 2001 untuk menjadi Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Singapura. Selang beberapa waktu menjalani profesi tersebut, ia sadar bahwa menjadi PRT tidak akan bisa mengubah nasibnya.

Ilustrasi PRT di Singapura (poskotanews.com)

Oleh sebab itulah ia dan suaminya mulai mencoba jalan lain, yakni merintis usaha jual beli online daun teh. Meski dengan modal seadanya, namun keuletan pasangan suami-istri ini mampu membuahkan hasil. Nilushika pun akhirnya memutuskan berhenti bekerja sebagai PRT dan fokus mengurus usahanya itu. Kesuksesan pun datang, ia lantas pulang kembali ke negaranya.

Tidak lupa diri

Kekayaan yang datang menghampiri ternyata tidak membuat Nilushika lupa daratan. Ia bahkan mulai menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membiayai sekolah anak-anak miskin di kampungnya. Segala macam perlengkapan sekolah yang diperlukan pun ia sediakan. Tidak berhenti di situ, Ia juga mengajari para wanita di desanya berbagai macam ketrampilan dan usaha kecil untuk membuat mereka mandiri dan tidak bergantung pada penghasilan suami.

Setelah kaya, Nilushika tidak lupa diri dan justru kian dermawan (iluminasi.com)

Melalui organisasi non-pemerintah yang dibentuknya, ia mengajarkan banyak hal yang berguna bagi kehidupan orang-orang desa, mulai dari bisnis peternakan, menjahit, dan masih banyak lagi. Yang mengagumkan, Nilushika tak mematok biaya sepesepun untuk semua keterampilan yang diajarkan oleh lembaganya itu.

TED Talks

Atas perannya yang luar biasa bagi kemajuan warga desa itulah Nilushika akhirnya mendapat undangan untuk menjadi pembicara di TED Talks. Tidak main-main, ia berada di panggung yang sama dengan sejumlah tokoh terkenal lainnya macam Bill Gates dan mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Al Gore.

Beginilah aksi NIlushika saat menjadi pembicara (youtube)

Kehormatan tersebut didapatnya karena perjalanan hidup dan perjuangannya menolong orang-orang di kampung halamannya dianggap mampu menjadi inspirasi bagi banyak orang. Meski begitu, ia dengan rendah hati mengatakan bahwa kesuksesan yang diraihnya tak lepas dari dukungan majikannya di Singapura dulu yang rela mengeluarkan uang USD 400 atau Rp 5,3 juta untuk membiayainya kursus pengembangan diri di lembaga bernama Aidha.

Siapa sangka jika mantan PRT ini bisa berada di panggung yang sama dengan Bill Gates dan Al Gore?(straitstimes.com)

Dari sanalah Nilushika belajar cara mengatur keuangan dan memulai bisnis. Ia juga mendapat banyak ilmu yang saat ini akhirnya dibagi-bagikan kepada warga di kampungnya tersebut. Begitulah ilmu, semakin disebarluaskan justru semakin menambah manfaatnya.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

5 Perbedaan Antara Gaya Pacaran “Bocah” dan Mereka yang Sudah Dewasa, Kamu Termasuk yang Mana?

5 Hal yang Hanya Bisa Dirasakan Saat Kamu Naik Motor Bersama Kekasih