Ternyata Pecinta Film Horor Kehidupannya Lebih Bahagia Dibandingkan Pecinta Film Drama Romantis

Mana nih suaranya pecinta film horor?

Buat kamu para pecinta film horor, ada kabar baik nih dari sebuah penelitian yang menguak karakter kamu sebagai penggemar film yang memicu adrenalin ini.

FIlm genre horor merupakan salah satu film terlaris di Indonesia (boombastis.com)

Hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli sosiolog dari University of Pittsburgh, Margee Kerr, menyebutkan, jika menonton film horor mampu membuat hidup seseorang lebih bahagia dibandingkan dengan jenis film lainnya.

Pecinta film horor hidupnya lebih bahagia

Menurut Margee Kerr, menonton film horor terbukti ampuh mampu membuat otak memproduksi hormon oksitosin dalam otak dengan maksimal. Hormon oksitosin sendiri merupakan hormon cinta yang akan membuat orang merasa bahagia.

Manfaat nonton film horor (kapanlagi.com)

Disamping itu, saat menonton film horor, otak kamu juga akan melepaskan senyawa kimia yang akan membuat kamu merasa lebih bahagia, yakni senyawa domapin dan serotonin.

Menurut Margee Kerr, rasa plong saat menonton film horor sama seperti kamu menaiki wahana esktrem di tempat wisata, seperti bungee jumping. Seseorang yang baru saja melakukan wahan ekstrem tersebut akan merasa plong dan perasaan bahagia serta bangga karena tubuh memproduksi hormon dan senyawa sama seperti nonton film horor.

Sensasi nonton film horor baik bagi tubuh (liputan6.com)

Kabar baiknya, menonton film horor selama 90 menit juga mampu membakar kalori dalam tubuh sebanyak 113 kalori. Hal ini sama dengan kamu berjalan kaki selama 30 menit.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan oleh para ilmuan di sebuah rumah hantu Scare House. Scare house sendiri diklaim sebagai rumah hantu paling ekstrem di Pittsburgh, Amerika Serikat.

Jangan nonton sendirian (zululandobserver.co.za)

Penelitian ini melibatkan 262 responden untuk masuk ke rumah hantu yang paling menyeramkan tersebut. Sebelumnya, responden diberi alat sensor yang dipakai dalam kepala mereka untuk mencatat aktivitas otak mereka.

Hasilnya, setelah melalui serangkaian pengamatan, lebih dari 50% responden merasakan perubahan rasa bahagia setelah berhasil keluar dari rumah hantu tersebut. 30% diantaranya merasakan bahagia secara drastis. Dan sisanya, sebanyak 15% responden merasa tidak lebih baik bahkan trauma.

Penyuka film horor lebih bahagia dibandingkan pecinta drama romantis?

Nah, ada yang menarik dari penelitian di atas yang mengatakan jika pecinta film horor mampu membuatnya lebih bahagia. Jika kita bandingkan dengan pecinta drama romantis, justru sebaliknya. Orang yang hobi nonton drama romantis justru membuatnya tidak lebih baik.

dampak menonton drama romantis Ikuta-ikutan kebanyakan drama (wovgo.com)

 

Menonton drama romantis yang penih dengan adegan yang menyentuh hati justru mengurangi kebahagiaan dalam hidupmu. Hal ini sama seperti efek dari mendengarkan lagu cengeng.

Mendengarkan lagu cengeng, melow, atau sejenisnya terbukti mampu membuat pendengarnya merasa tidak lebih baik dalam hidupnya. Inilah kenapa konon Presiden pertama Indonesia, Bung Karno pernah melarang pemutaran lagu cengeng di berbagai radio.

Baik menonton drama romantis maupun mendengarkan lagu cengeng, secara ilmiah terbukti mengurangi produksi hormon serotonin dalam otak. Inilah yang membuat kita merasa tidak semangat.

Penyuka drama romantis hidupnya lebih rapuh (istimewa)

Pecinta drama romantis juga kerap meratapi hidupnya, ia akan lebih banyak drama dalam hidupnya. Jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, ia akan begitu mendramatisir, dengan menganggap jika ia paling merana di dunia. Hal ini terjadi karena pecinta film drama biasanya lebih rapuh dibandingkan pecinta film horor.

Nah, itulah mengapa pecinta film horor dikatakan lebih bahagia dibandingkan dengan pecinta drama romantis.

 

 

 

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *